Otoritas Hong Kong: Korban Tewas Kebakaran Apartemen Berjumlah 168 Orang

Korban tewas kebakaran di Hong Kong berusia dari 6 bulan hingga 98 tahun.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 16 Januari 2026, 13:05 WIB
Kebakaran di tujuh gedung apartemen pada kawasan pemukiman Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong. (Antara)

Liputan6.com, Hong Kong - Kepolisian Hong Kong pada Kamis (15/1/2026) mengonfirmasi jumlah korban tewas dalam kebakaran besar yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court pada November lalu bertambah menjadi 168 orang, tujuh lebih banyak dari angka yang diumumkan sebelumnya.

Dalam pernyataan resminya, polisi menyebut usia para korban berkisar antara enam bulan hingga 98 tahun. Dari total korban, 58 orang berjenis kelamin laki-laki dan 110 perempuan. Sebagian besar korban merupakan warga lanjut usia yang telah tinggal di kompleks tersebut selama puluhan tahun.

Kebakaran di Wang Fuk Court tercatat sebagai insiden kebakaran paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa dekade terakhir, dikutip dari BBC, Jumat (16/1).

Pemimpin Hong Kong John Lee pada Rabu mengatakan lebih dari 30 orang telah ditangkap terkait peristiwa tersebut. Para tersangka diduga terlibat dalam tindak pidana pembunuhan, penipuan, atau korupsi.

Sekretaris Keamanan Hong Kong Chris Tang menyatakan seluruh proses identifikasi korban telah rampung, sehingga angka korban tewas dipastikan berjumlah 168 orang.

Di antara korban tewas terdapat 10 pekerja rumah tangga, terdiri atas sembilan warga negara Indonesia dan satu warga negara Filipina. Selain itu, lima pekerja konstruksi dan dua dekorator interior juga termasuk dalam daftar korban.

Kompleks Wang Fuk Court, yang dibangun pada dekade 1980-an dan terletak di distrik Tai Po, Hong Kong timur laut, dihuni sekitar 4.600 orang berdasarkan sensus 2021. Hampir 40 persen penduduknya berusia 65 tahun ke atas.

Ribuan petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api yang berkobar selama lebih dari satu hari. Seorang petugas pemadam kebakaran berusia 37 tahun, Ho Wai-ho, meninggal dunia saat menjalankan tugas pemadaman.

Empat korban dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit, sementara 164 korban lainnya ditemukan tewas di lokasi kejadian.

Penyelidikan penyebab kebakaran masih berlangsung. Otoritas sebelumnya menyatakan bahwa jaring pengaman yang tidak memenuhi standar, yang dipasang di bagian luar jendela blok apartemen, diduga mempercepat penyebaran api.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya