Liputan6.com, Jakarta - Sebelum ditunjuk sebagai manajer interim hingga akhir 2025/2026, Michael Carrick sudah pernah menjabat caretaker Setan Merah. Legenda MU yang pernah menjadi jangkar di lini tengah itu menunjukkan keahlian manajerialnya pada November 2021.
Penunjukannya datang setelah pemecatan Ole Gunnar Solskjaer, di tengah periode krusial bagi tim Setan Merah. Carrick berhasil menorehkan catatan impresif selama masa singkatnya sebagai pelatih interim.
Advertisement
Selama periode transisi tersebut, Carrick memimpin Manchester United dalam tiga pertandingan penting, menghadapi lawan-lawan tangguh di Liga Champions dan Liga Inggris. Ia membuktikan kemampuannya dalam meracik strategi, bahkan dengan fleksibilitas taktik yang mengejutkan banyak pihak. Kinerjanya menjadi sorotan karena berhasil menjaga rekor tak terkalahkan tim.
Mantan gelandang tim nasional Inggris ini tidak hanya berhasil mengamankan hasil positif, tetapi juga menunjukkan adaptasi taktis yang luar biasa. Keputusan-keputusan berani yang diambilnya selama masa jabatan singkatnya di Manchester United menjadi bukti potensi kepelatihannya. Hal ini menjadi babak penting dalam sejarah kepelatihan di Old Trafford.
Perjalanan Michael Carrick Menuju Kursi Pelatih Manchester United
Sebelum menjabat sebagai pelatih interim, Michael Carrick memiliki sejarah panjang dan berprestasi bersama Manchester United sebagai pemain. Ia tiba di Old Trafford pada tahun 2006 atas panggilan Sir Alex Ferguson, setelah sebelumnya mengukir karier cemerlang di West Ham United dan Tottenham Hotspur. Ferguson sendiri memandang Carrick sebagai "jangkar" penting dalam tim United terakhirnya yang hebat, meskipun ia sering dianggap remeh oleh publik.
Karier internasional Carrick bersama tim nasional Inggris juga mencerminkan kurangnya apresiasi ini, di mana ia hanya mencatatkan 34 penampilan dan satu kali di Piala Dunia. Setelah gantung sepatu pada akhir musim 2017-2018, Carrick langsung beralih ke dunia kepelatihan. Ia menerima tawaran dari manajer saat itu, José Mourinho, untuk bergabung dengan staf kepelatihannya bersama Kieran McKenna.
Peran Carrick sebagai staf pelatih berlanjut di bawah Ole Gunnar Solskjaer, yang mempertahankan dirinya selama tiga tahun masa kepelatihan Solskjaer, baik sebagai manajer interim maupun permanen. Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam tentang dinamika tim dan klub. Setelah meninggalkan Manchester United, Carrick melanjutkan karier kepelatihannya di Middlesbrough, menunjukkan komitmennya pada jalur manajerial.