Liputan6.com, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mempercepat penyaluran bantuangan pangan ke wilayah terdampak bencana di Aceh. Saat ini sudah sekitar 10 ribu ton beras yang tersalurkan.
Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, mengatakan percepatan penyaluran di Aceh terus dilakukan agar bantuan segera dirasakan masyarakat.
Advertisement
“Untuk Aceh, progresnya sudah mendekati 90 persen. Kami dorong agar sisa penyaluran dapat segera dituntaskan tanpa menunggu batas akhir waktu,” ujar Andriko, di Bireuen, Aceh, mengutip keterangan resmi, Kamis (15/1/26).
Andriko menjelaskan, salah satu wilayah yang masih dalam proses adalah Kabupaten Bireuen, dengan capaian penyaluran sekitar 68 persen dan ditargetkan rampung dalam empat hingga lima hari ke depan. Penyelesaian ini dinilai penting agar penyaluran bantuan pangan tahap berikutnya dapat segera berjalan tepat waktu.
“Prinsipnya, begitu alokasi Oktober–November selesai, penyaluran periode selanjutnya bisa langsung dimulai. Tidak perlu menunggu sampai akhir Januari,” tegas Andriko.
Bapanas mencatat, di Provinsi Aceh telah disalurkan hampir 10 ribu ton beras bantuan pangan, yang diperkuat dengan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk penanganan bencana sekitar 17 ribu ton. Setiap penerima bantuan pangan (PBP) menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Penyaluran Dikebut
Dia menjelaskan, seluruh proses penyaluran dilakukan secara bertahap dengan pengawasan ketat agar tepat sasaran dan selesai sesuai target. Dia turut mempercepat sederet tahapannya agar bantuan bisa segera diterima masyarakat terdampak.
“Kami ingin memastikan bahwa pada masa pemulihan bencana, tidak ada persoalan pangan dan logistik. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat, khususnya kelompok berpendapatan rendah,” katanya.
Sementara itu secara nasional, penyaluran bantuan pangan alokasi Oktober-November 2025 per 14 Januari 2026 telah menjangkau 17.781.694 Penerima Bantuan Pangan (PBP) atau 97,29 persen dari total pagu 18.277.083 PBP dengan volume sebesar 355.633.880 kilogram beras dan 71.126.776 liter minyak goreng.
Pesan Amran Sulaiman
Sebelumnya, Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa percepatan penyaluran bantuan pangan menjadi kebijakan utama pemerintah dalam menghadapi kondisi darurat.
“Begitu ada permintaan bantuan dari daerah, langsung kami respons. Tidak boleh menunggu. Stok harus dikirim saat itu juga karena masyarakat membutuhkan pangan hari ini,” tegas Amran.
Dalam kondisi darurat, bantuan kemanusiaan turut diperkuat melalui sinergi dengan Kementerian Pertanian dan kementerian/lembaga terkait guna memastikan ketersediaan pangan dan logistik dasar bagi masyarakat terdampak.