Liputan6.com, Jakarta - Realisasi investasi sepanjang 2025 menunjukkan Jawa Barat masih menjadi daerah tujuan investasi terbesar di Indonesia. Provinsi ini secara konsisten menempati peringkat pertama dengan nilai investasi mencapai Rp 78,7 triliun, disusul DKI Jakarta sebesar Rp 66,8 triliun, kemudian Jawa Timur, Banten, serta Sulawesi Tengah yang masuk dalam lima besar nasional.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan dominasi Jawa Barat tidak terlepas dari kuatnya sektor manufaktur dan kawasan industri yang terus berkembang.
Advertisement
“Secara konsisten memang Jawa Barat masih memegang posisi awal, pertama di Rp 78,7 triliun, kemudian dilanjutkan oleh DKI Jakarta Rp 66,8 triliun, Jawa Timur, Banten, dan yang menarik Sulawesi Tengah ini secara konsisten selalu masuk top five,” ujar Rosan di BKPM, Kamis (15/1/2026).
Menurutnya, masuknya Sulawesi Tengah dan Maluku Utara dalam jajaran daerah investasi terbesar membuktikan bahwa kebijakan hilirisasi berjalan secara berkelanjutan.
“Ini membuktikan bahwa hilirisasi kita terus berjalan secara berkesinambungan,” katanya.
Rosan menjelaskan, tingginya investasi di Jawa Barat didorong oleh konsentrasi industri manufaktur yang tersebar di sejumlah wilayah. Kawasan utara Jawa Barat seperti Karawang, Bekasi, Subang, dan Purwakarta menjadi pusat masuknya investasi karena banyaknya kawasan industri yang aktif beroperasi.
“Kalau kita lihat, manufaktur memang banyak di daerah utaranya Jawa Barat. Karawang, Bekasi, Subang, Purwakarta itu deretannya. Kawasan industri banyak sekali yang berjalan di situ,” jelas Rosan.
Realisasi Investasi sepanjang 2025 Tembus Target Pemerintah
Realisasi investasi sepanjang tahun 2025 mencatatkan kinerja positif dengan capaian yang melampaui target pemerintah. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat total realisasi investasi dari Januari hingga Desember 2025 mencapai Rp 1.931,2 triliun atau setara 101,3 persen dari target Rp 1.905,6 triliun yang ditetapkan pemerintah.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan capaian tersebut patut disyukuri karena menunjukkan kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional tetap terjaga.
“Target realisasi investasi tahun 2025 sebesar Rp 1.905,6 triliun alhamdulillah tercapai, bahkan sedikit melampaui dari yang dicanangkan,” ujar Rosan di BKPM, Kamis (15/1/2026).
Ia menjelaskan, realisasi investasi sepanjang 2025 juga tumbuh signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Secara tahunan (year on year/yoy), investasi tumbuh 12,7 persen. Kinerja tersebut tercermin dari realisasi investasi pada triwulan IV 2025 yang mencapai Rp 496,9 triliun atau berkontribusi sekitar 26,1 persen terhadap total realisasi investasi nasional.
Dampak Nyata
Lebih lanjut, Rosan menekankan bahwa investasi tidak hanya dilihat dari sisi angka, tetapi juga dampak nyatanya bagi masyarakat. Sepanjang 2025, investasi yang masuk telah membuka lapangan kerja baru bagi sekitar 2,7 juta orang.
“Yang terpenting, investasi tahun 2025 memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Tercatat ada 2,7 juta tenaga kerja baru yang terserap, atau naik sekitar 10,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkapnya.