Masih Mungkinkah Juventus Bersaing untuk Gelar Scudetto Serie A 2025/2026?

Kedatangan Luciano Spalletti mengubah Juventus. Analisis Sky Sports menilai Bianconeri kini layak menggeser target dari zona Liga Champions ke persaingan Scudet

oleh Asad ArifinDiterbitkan 15 Januari 2026, 16:19 WIB
Para pemain Juventus merayakan gol pada laga Serie A/Liga Italia antara Juventus vs Cremonese di Turin, Italia, 12 Januari 2026. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Juventus memasuki fase baru pada musim 2025/2026. Target yang semula realistis kini mulai terasa terlalu sempit. Bianconeri tidak lagi sekadar berbicara soal empat besar.

Kehadiran Luciano Spalletti membawa perubahan signifikan. Struktur permainan lebih rapi. Mental bertanding terlihat stabil.

Hasilnya mulai berbicara. Dari 11 laga Serie A bersama Spalletti, Juventus hanya sekali kalah. Mereka meraih tujuh kemenangan, tiga hasil imbang, mencetak 20 gol, dan hanya kebobolan tujuh kali.

Tambahan 24 poin membuat Juventus merangsek ke papan atas. Situasi ini memaksa evaluasi ulang target musim. Juventus mungkin bisa memasang target lebih tinggi.


Efek Spalletti yang Mengubah Wajah Juventus

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, berbicara kepada sang gelandang Fabio Miretti saat laga Liga Champions 2025/2026 melawan Sporting CP di Allianz Stadium, Turin, Rabu (5/11/2025) dini hari WIB. (Marco Bertorello/AFP)

Di bawah kendali Spalletti, Juventus tampil konsisten. Tujuh kemenangan dan tiga hasil imbang menjadi fondasi penting. Kekalahan hanya datang sekali.

Performa para pemain juga meningkat. Salah satu contohnya adalah Jonathan David. Dia kini menjadi andalan di lini depan ketika Dusan Vlahovic cedera.

Tim menjadi lebih seimbang. Juventus kini tahu kapan menekan dan kapan bertahan. Kontrol permainan meningkat.

Stabilitas ini kontras dengan awal musim. Saat itu, performa tak meyakinkan berujung pada berakhirnya masa Igor Tudor. Spalletti datang dengan dukungan penuh manajemen.


Dari Target Aman ke Peluang Juara

Selebrasi Kenan Yildiz setelah mencetak gol ketiga timnya dalam laga Serie A antara Juventus vs Cremonese di Turin, 13 Januari 2026. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Sejak awal musim, Juventus menargetkan empat besar. Mereka ingin tetap kompetitif tanpa tekanan berlebihan. Scudetto tidak masuk agenda resmi.

Namun, situasi berubah. Francesco Modugno dari Sky Sports menilai Juventus kini pantas disebut pesaing gelar. Ia menekankan keseimbangan liga musim ini.

“Juventus asuhan Spalletti adalah ancaman, bahkan untuk Scudetto: ini adalah liga yang seimbang, tanpa juara tunggal, di mana Anda bisa finis pertama atau kelima," kata Modugno.

"Scudetto adalah ambisi yang dimiliki banyak klub: Napoli, Inter, Milan, dan Juve. Roma dan Atalanta akan bersaing untuk memperebutkan tempat di Liga Champions," tegas Modugno.


Ambisi Dijaga, Realisme Tetap Utama

Momen selebrasi Jonathan David setelah mencetak gol kedua timnya dalam laga Serie A antara Juventus vs Cremonese di Turin, 13 Januari 2026. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Manajemen Juventus memilih pendekatan hati-hati. Fokus utama tetap pada konsistensi dan perbaikan performa. Tekanan gelar tidak ingin dibebankan terlalu dini.

Klub juga terbuka pada penguatan skuad. Tambahan pemain akan dipertimbangkan jika profil yang tepat tersedia. Spalletti dinilai sudah memaksimalkan materi yang ada.

Dengan liga yang sulit diprediksi, Juventus berada di posisi strategis. Target awal tetap dijaga, tetapi peluang Scudetto kini tidak lagi terdengar tabu.

Sumber: JuveFC

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya