Manchester United dan Ruben Amorim Kena Sindir Halus Antonio Conte

Sindiran Conte terasa tepat sasaran setelah Hojlund tampil tajam di Napoli, sementara Manchester United justru goyah usai melepas striker mudanya.

oleh Dimas Satria NugrohoDiterbitkan 15 Januari 2026, 20:00 WIB
Mantan pelatih Tottenham Hotspur dan Chelsea, Antonio Conte ditunjuk Napoli untuk menjadi pelatih baru mereka. (AP Photo/Frank Augstein, File)

Liputan6.com, Jakarta - Antonio Conte akhirnya buka suara soal performa Rasmus Hojlund yang kini bersinar bersama Napoli. Pelatih berusia 55 tahun itu melontarkan sindiran halus tapi terasa tajam kepada Manchester United dan Ruben Amorim.

Menurut Conte, Hojlund adalah contoh pemain muda yang tersesat karena tidak ditangani dengan sistem dan pendekatan yang tepat.

Di Old Trafford, Hojlund sempat kesulitan menemukan konsistensi, terutama pada musim keduanya. Amorim lebih memilih mendatangkan Benjamin Sesko dan meminjamkan striker Denmark itu ke Napoli.

Keputusan itu belakangan jadi bahan perdebatan, apalagi setelah Amorim sendiri akhirnya dipecat. Conte seolah menegaskan bahwa masalahnya bukan pada kualitas Hojlund, melainkan bagaimana ia dikembangkan.

Di Napoli, striker 22 tahun itu terlihat lebih percaya diri, lebih tajam, dan kembali menikmati sepak bola dengan cara yang sederhana tapi efektif.


Hojlund Mampu Bangkit Bersama Napoli

Scott McTominay dan Rasmus Hojlund, dua mantan pemain Manchester United (MU) yang bersinar bersama Napoli. (PATRICIA DE MELO MOREIRA / AFP)

Bersama Napoli, Hojlund seperti menemukan versi terbaiknya lagi. Conte memberi peran jelas dan sistem yang memaksimalkan kekuatannya sebagai penyerang. Hasilnya cukup nyata. Hojlund sudah mencetak sembilan gol sejauh musim ini, sebuah angka yang menunjukkan peningkatan signifikan dibanding masa sulitnya di Old Trafford.

Conte menyebut Hojlund berkembang sangat pesat karena memahami kapan harus bergerak, menekan, dan membuka ruang. Hal-hal dasar ini, menurut Conte, krusial bagi pemain muda.

Napoli pun diuntungkan dengan kebangkitan sang striker, terutama di tengah persaingan ketat Serie A. Kepercayaan diri Hojlund terlihat kembali, sesuatu yang sempat hilang saat tekanan besar menghantuinya di Manchester United.


Amorim Pergi, Sesko Belum Juga Meyakinkan

Striker Manchester United asal Slovenia bernomor punggung 30, Benjamin Sesko, bereaksi selama pertandingan putaran ketiga Piala FA Inggris antara Manchester United dan Brighton and Hove Albion di Stadion Old Trafford di Manchester, barat laut Inggris, pada 11 Januari 2026. (PETER POWELL/AFP)

Keputusan Amorim mencoret Hojlund dan menggantinya dengan Benjamin Sesko kini terasa janggal. Sesko memang punya potensi besar, tetapi awal kariernya di United jauh dari kata mulus. Dari 19 penampilan, ia baru mencetak lima gol, tiga di antaranya baru datang di dua laga terakhir.

Amorim sendiri sudah lebih dulu angkat kaki setelah hasil imbang melawan Leeds United beberapa pekan lalu. Situasi di Old Trafford pun berubah cepat. Darren Fletcher sempat menjadi pelatih sementara sebelum Michael Carrick ditunjuk sebagai manajer interim hingga akhir musim.

Dalam kondisi transisi ini, performa Sesko masih terus dipantau, sementara nama Hojlund justru makin sering disebut sebagai pemain yang dilepas terlalu cepat.


Masa Depan Hojlund Cerah Bersama Napoli

Striker Napoli, Rasmus Hojlund (tengah), mencoba melewati adangan dua pemain Fiorentina pada pekan 4 Liga Italia 2025/2026, Minggu (14/9/2025) dini hari WIB. (Alberto PIZZOLI / AFP)

Hojlund kini menikmati atmosfer Serie A yang terasa lebih akrab baginya. Tekanan tetap ada, tetapi Napoli memberi ruang bagi sang striker untuk berkembang tanpa beban berlebihan. Namun, masa depannya belum sepenuhnya pasti. Statusnya masih pemain pinjaman dan Napoli harus lolos ke Liga Champions agar transfer permanennya otomatis terwujud.

Persaingan menuju empat besar Serie A pun sangat ketat, dengan Inter, AC Milan, Juventus, dan Roma sama-sama mengincar tiket Eropa. Jika Hojlund terus mencetak gol dan membantu Napoli bersaing di papan atas, peluangnya bertahan di Italia makin besar. Untuk saat ini, yang jelas, ia sudah membuktikan bahwa masalahnya di United bukan soal bakat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya