Jaringan Sui Lumpuh 6 Jam, Dibobol?

Jaringan blockchain Sui kembali normal setelah gangguan hampir 6 jam yang membekukan transaksi senilai miliaran dolar.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 15 Januari 2026, 14:00 WIB
Gangguan jaringan Sui menyoroti tantangan keandalan blockchain, sementara Mantra merestrukturisasi bisnis usai tokennya anjlok. Aset Kripto SUI. (Ilustrasi by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Jaringan blockchain layer-1 Sui kembali beroperasi normal setelah mengalami gangguan hampir enam jam yang sempat menghentikan transaksi dan aktivitas di seluruh jaringan. Insiden ini disebabkan oleh masalah pada mekanisme konsensus, yang membuat lebih dari USD 1 miliar nilai aset terkunci di dalam jaringan dan tidak dapat dipindahkan sementara waktu.

Dikutip dari Coinmarketcap, Kamis (15/1/2026), Sui Foundation mengonfirmasi gangguan tersebut pada Rabu sore melalui akun resminya di platform X. Mereka menyampaikan bahwa tim pengembang inti langsung bekerja untuk mengidentifikasi dan memperbaiki masalah yang terjadi.

Menurut keterangan resmi, gangguan pertama kali terdeteksi pada pukul 14.52 UTC, dan diumumkan ke publik sekitar 15.24 UTC.

Fungsi jaringan sepenuhnya pulih pada pukul 20.44 UTC, sehingga total waktu gangguan mencapai sekitar 5 jam 52 menit.

Setelah jaringan kembali normal, Sui Foundation menyatakan bahwa transaksi sudah berjalan lancar dan menyarankan pengguna yang masih mengalami kendala untuk menyegarkan aplikasi atau peramban mereka.

Namun hingga kini, belum ada penjelasan teknis rinci terkait akar masalah kegagalan konsensus tersebut. Hal ini memunculkan pertanyaan soal penyebab utama gangguan dan langkah pengamanan tambahan yang akan diterapkan ke depan.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Pernah Terjadi Sebelumnya

Aset Kripto SUI. (Ilustrasi by AI) 

Insiden ini menjadi gangguan besar kedua yang dialami Sui sejak jaringan tersebut diluncurkan pada Mei 2023. Sebelumnya, Sui juga sempat mengalami gangguan signifikan pada November 2024. Meski gangguan teknis tergolong wajar pada ekosistem blockchain yang masih berkembang, kejadian berulang berpotensi menguji kepercayaan pengguna, terutama ketika aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan nilai aset on-chain terus meningkat.

Perbandingan pun muncul dengan Solana, blockchain berkecepatan tinggi lain yang juga memiliki riwayat gangguan jaringan. Namun, Solana tercatat tidak mengalami penghentian jaringan total dalam 18 bulan terakhir, setelah melakukan sejumlah perbaikan pada koordinasi validator dan mekanisme respons darurat.

Bahkan, pekan lalu akun Solana Status sempat mengimbau validator untuk memperbarui sistem ke versi terbaru yang berisi tambalan penting.

Meski sempat terjadi gangguan operasional, reaksi pasar terhadap insiden Sui terbilang terbatas. Token asli Sui, SUI, sempat naik sekitar 4 persen setelah konfirmasi gangguan, sebelum kembali melemah. Pada saat penulisan, harga SUI tercatat turun lebih dari 4 persen dan diperdagangkan di kisaran USD 1,78.

 

Proyek Mantra

Sementara Sui mampu pulih relatif cepat, situasi berbeda dialami proyek blockchain lain, Mantra. Proyek yang berfokus pada aset dunia nyata (real-world assets) ini tengah melakukan restrukturisasi besar-besaran setelah melalui tahun yang disebut manajemennya sebagai periode paling menantang dalam sejarah perusahaan.

Dalam pernyataan yang dibagikan pada Rabu, CEO Mantra John Patrick Mullin mengumumkan perusahaan akan beralih ke struktur yang lebih ramping dan efisien secara modal. Langkah tersebut mencakup pemutusan hubungan kerja di sejumlah tim serta penyederhanaan operasional setelah fase ekspansi.

Mullin mengakui keputusan ini berdampak besar bagi karyawan dan keluarga mereka. Ia menegaskan restrukturisasi bukan sekadar pemangkasan biaya, melainkan bagian dari penataan ulang strategi untuk meningkatkan eksekusi dan memfokuskan sumber daya pada peluang jangka panjang yang paling kuat.

Mantra akan memusatkan perhatian pada prioritas utamanya, termasuk blockchain layer-1 Mantra, mantraUSD, dan Mantra Finance. Restrukturisasi ini dilakukan setelah token OM anjlok tajam dari rekor tertinggi USD 9,01 pada Februari 2025 menjadi sekitar USD 0,59 pada pertengahan April, atau turun sekitar 90 persen dari puncaknya.

Meski Mantra telah meluncurkan berbagai langkah transparansi dan tata kelola, tekanan pasar yang berkepanjangan tetap membebani kondisi keuangan proyek tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya