Jaga Stok Daging di Jakarta, Dharma Jaya Berencana Impor Ribuan Ekor Sapi dari Australia

Badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta, Perumda Dharma Jaya berencana mengimpor sebanyak 7.500 ekor sapi hidup dari Australia.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 15 Januari 2026, 13:20 WIB
Pengunjung melihat rak daging saat berbelanja di salah satu toko swalayan, Jakarta, Minggu (24/4/2022). Pemprov DKI Jakarta memastikan ketersediaan stok pangan aman menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2022. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta, Perumda Dharma Jaya berencana mengimpor sebanyak 7.500 ekor sapi hidup dari Australia. Hal ini dalam upaya memperkuat pasokan daging sapi bagi masyarakat Jakarta sepanjang 2026.

Kebijakan ini dilakukan sekaligus sebagai bagian dari langkah Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan strategis, khususnya menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri.

"Saat ini, kapasitas kandang di Serang mampu menampung sekitar 1.300 ekor sapi. Jadi dari 7.500 ekor sapi hidup, untuk tahap awal diperkirakan yang akan datang sebanyak 750 ekor," ujar Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman dalam keterangan tertulis, Kamis (15/1/2026).

Meski begitu, lanjut dia, rencana impor di tahun ini masih menunggu terbitnya persetujuan impor dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Raditya menyebut, rekomendasi impor sapi sudah dimunculkan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) dan proses administrasi persetujuan di Kemendag masih berjalan.

"Saat ini kami masih menunggu persetujuan impor dari Kementerian Perdagangan. Mudah-mudahan bisa terbit pada akhir Januari ini. Setelah izin keluar, kami baru bisa mulai proses pembelian," ucap dia.

Raditya menjelaskan, persetujuan impor sapi hidup harus diperbarui setiap tahun dan tidak dapat menggunakan izin tahun sebelumnya. Apabila seluruh perizinan rampung sesuai rencana, maka proses pembelian sapi akan dapat dimulai pada Februari 2026.

 

Skema Pembelian Sapi

Penjual daging sapi di pasar Kramat Jati saat menunggu pembeli, Jakarta, Jumat (23/10/2015). (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Raditya mengatakan, waktu kedatangan sapi hidup dari Australia ke Jakarta diperkirakan sekitar 2-3 minggu setelah transaksi dilakukan. Raditya bilang, impor sapi akan dilakukan bertahap, menyesuaikan kapasitas kandang yang dimiliki.

Dia menerangkan, skema pembelian sapi impor dilakukan berkala setiap tiga bulan. Saat ini, kata Raditya, stok sapi yang dimiliki Perumda Dharma Jaya hampir sepenuhnya telah terserap pasar.

"Stok sapi kami sebelumnya habis. Saat ini masih tersisa sekitar 400 ekor dan itu pun sudah dipesan untuk persiapan bulan puasa," papar dia.

Ada pun, lanjut Raditya, Dharma Jaya melayani permintaan sapi dari berbagai wilayah, antara lain Jakarta, Bogor, Serang, serta sejumlah daerah di Jawa Barat.

"Permintaan sapi impor didorong oleh kebutuhan para pedagang yang mempertimbangkan faktor genetik dan kualitas sapi impor yang berbeda dibandingkan sapi lokal," ucap dia.

"Kami menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. Melalui langkah impor bertahap dan penguatan infrastruktur kandang, Perumda Dharma Jaya berkomitmen untuk terus mendukung ketahanan pangan daerah serta memastikan ketersediaan daging sapi yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat," tandas Raditya.

Infografis Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya