Kudus Tetapkan Status Tanggap Darurat, 1.000 Paket MBG Dibagikan ke Korban Banjir

Banjir akibat cuaca ekstrem yang terjadi dalam sepekan ini, juga membuat 48.193 jiwa ikut terdampak.

oleh Arief PramonoDiterbitkan 15 Januari 2026, 11:31 WIB
Korban banjir di Kudus dapat MBG. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Bencana banjir yang merendam 25 desa yang tersebar di enam kecamatan, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah, memaksa ribuan warga dievakuasi ke sejumlah lokasi pengungsian. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri membagikan 1.000 paket makan bergizi gratis (MBG) untuk warga terdampak.

Banjir akibat cuaca ekstrem yang terjadi dalam sepekan ini, juga membuat 48.193 jiwa ikut terdampak. Karena itu, Pemkab Kudus mengeluarkan status tanggap darurat hingga 19 Januari 2026.

Data dari BPBD Kudus menyebutkan, ribuan warga terdampak bencana banjir dan longsor tersebar di Kecamatan Kaliwungu, Jekulo, Mejobo, Undaan, Bae dan Jati.

Sebaran wilayah terdampak bencana paling luas berada di Kecamatan Mejobo dengan 10 desa tergenang.

Wilayah lainnya meliputi Kecamatan Jekulo ada lima desa, Jati empat desa, Kaliwungu tiga desa, Undaan dua desa dan Kecamatan Bae satu desa.

Eskalasi banjir juga dilaporkan meningkat seiring curah hujan yang makin tinggi pada Rabu (14/1/2026). Jumlah desa yang tergenang semakin bertambah dibandingkan hari sebelumnya.

Permukiman yang awalnya aman dari genangan banjir, kini mulai terendam. Kondisi ini secara langsung memicu bertambahnya arus pengungsian.

Lokasi Pengungsian

Tempat pengungsian untuk korban banjir berada di TPQ Khurriyatul Fikri Desa Pasuruhan Lor Kecamatan Jati dan MI Hidayatus Shibyan Desa Temulus Kecamatan Mejobo.

Untuk menjamin pasokan logistik bagi ribuan korban, pemerintah daerah mengoperasikan dapur umum di tujuh titik strategis.

Lokasi tersebut meliputi Kantor PMI Kudus, MI Hidayatus Shibyan Desa Temulus, serta balai desa di Kesambi, Jojo, Kirig dan Desa Karangrowo.

SPPG Bagikan MBG ke Pengungsi

Merespons meningkatnya warga yang mengungsi, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Desa Rendeng pun tergerak membantu warga.

Seribuan paket makanan bergizi dibagikan kepada warga terdampak. Sebanyak 1.000 paket Makan Bergizi Gratis (MBG) itu, didistribusikan ke sejumlah lokasi terdampak banjir di Kecamatan Mejobo.

Paket MBG dibagikan kepada warga pengungsi di Desa Kesambi, Desa Payaman, serta beberapa titik pengungsian lainnya.

Menu MBG yang disiapkan dirancang untuk menjaga stamina dan kebutuhan gizi warga di tengah kondisi bencana.

Wakapolres Kudus, Kompol Rendi Johan Prasetyo mengatakan, penyediaan MBG bagi warga terdampak banjir merupakan inisiatif Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo.

“Langkah ini untuk membantu meringankan beban warga yang aktivitasnya terganggu akibat banjir,” ujar Rendi di sela penyaluran bantuan di Balai Desa Kesambi, Rabu (14/1/2026).

Polres Kudus juga melibatkan Polwan mendistribusikan paket MBG. Mereka juga mendampingi dan memberikan trauma healing kepada warga di pengungsian.

“Kami mengunjungi warga terdampak banjir bersama Polwan Polres Kudus, untuk menghibur sekaligus memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi,” katanya.

Selain membagikan makanan, personel Polres Kudus juga membantu mengevakuasi warga yang masih terjebak di dalam rumah akibat banjir setinggi 50 meter.

Sementara itu, Kepala Desa Kesambi Mokhamad Masri berterima kasih kepada Polres Kudus atas respons cepat dalam membantu warga terdampak banjir.

“Kami berterima kasih kepada Polres Kudus khususnya SPPG Polri dan Polwan Polres Kudus, yang sudah membantu warga kami," ungkap Masri.

Patroli Keamanan Lokasi Banjir

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo mengecek kondisi banjir dan menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak.

Pengecekan banjir dimulai dari Dukuh Goleng, Desa Pasuruan Lor, Kecamatan Jati. Di lokasi tersebut, Kapolres Heru. memastikan kondisi warga yang masih bertahan di rumah mereka yang tergenang banjir.

Heru juga mendistribusikan bantuan kepada warga yang mengungsi di TPQ Khurriyatul Fikridan MI Hidayatus Shibyan. Polres Kudus juga membuka posko kesehatan di sejumlah lokasi pengungsian.

Posko tersebut memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan, penanganan keluhan penyakit ringan, serta pemantauan kondisi kesehatan warga, khususnya anak-anak dan lansia yang terdampak banjir.

Menjelang malam, rombongan meninjau Balai Desa Karangrowo yang difungsikan sebagai dapur umum bagi warga terdampak banjir.

“Saya telah memerintahkan seluruh anggota untuk melaksanakan patroli dan penjagaan di kawasan permukiman warga yang rumahnya ditinggal mengungsi," ujar Heru.

Menurut Heru, langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya tindak kriminal. Kemudian memberikan rasa aman kepada masyarakat saat mengungsi.

Selain itu, Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya