Liputan6.com, Washington, DC - Seorang astronaut yang membutuhkan perawatan dokter telah meninggalkan Stasiun Angkasa Luar Internasional (International Space Station/ISS) bersama tiga rekan awaknya pada Rabu (14/1/2026) waktu setempat. Kepulangan ini menandai evakuasi medis pertama dalam sejarah NASA.
Keempat astronaut yang kembali ke Bumi — berasal dari Amerika Serikat (AS), Rusia, dan Jepang — menargetkan pendaratan di Samudra Pasifik dekat San Diego pada Kamis (15/1) pagi waktu setempat menggunakan wahana SpaceX. Keputusan tersebut memangkas misi mereka lebih dari satu bulan lebih awal dari jadwal semula.
Advertisement
"Waktu keberangkatan ini benar-benar tidak terduga," kata astronaut NASA Zena Cardman sebelum perjalanan pulang, seperti dikutip dari laporan Associated Press. "Namun, yang tidak mengejutkan saya adalah betapa baiknya kru ini bersatu seperti sebuah keluarga, saling membantu, dan saling menjaga satu sama lain."
Pejabat NASA menolak mengungkap identitas astronaut yang membutuhkan perawatan medis pekan lalu dan tidak membeberkan masalah kesehatan yang dialami, dengan alasan privasi medis.
"Astronaut yang sakit tersebut berada dalam kondisi stabil, aman, dan dirawat dengan baik," ujar komandan ISS Mike Fincke, awal pekan ini melalui media sosial. "Ini adalah keputusan yang diambil secara matang agar evaluasi medis yang tepat dapat dilakukan di Bumi, di mana tersedia kemampuan diagnostik yang lengkap."
Cardman, Fincke, astronaut Jepang Kimiya Yui, serta astronaut Rusia Oleg Platonov diluncurkan ke ISS pada Agustus lalu dan seharusnya tetap berada di stasiun angkasa luar hingga akhir Februari. Namun pada 7 Januari, NASA secara mendadak membatalkan agenda kegiatan angkasa luar (spacewalk) yang dijadwalkan keesokan harinya oleh Cardman dan Fincke, lalu mengumumkan kepulangan lebih awal awak tersebut.
Pejabat NASA menyatakan masalah kesehatan itu tidak terkait dengan persiapan spacewalk atau operasi stasiun lainnya, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut dengan alasan privasi. Mereka menegaskan bahwa situasi ini bukan keadaan darurat.
NASA menyatakan prosedur masuk kembali ke atmosfer dan pendaratan akan tetap dilakukan seperti biasa, dengan dukungan tim medis lengkap di kapal pemulihan yang menunggu di Samudra Pasifik. Kepulangan ini kembali dilakukan pada tengah malam, kurang dari 11 jam setelah wahana terlepas (undocking) dari stasiun angkasa luar. NASA juga menyebutkan bahwa belum diketahui seberapa cepat keempat astronaut tersebut akan diterbangkan dari California ke Houston, lokasi Johnson Space Center dan markas utama para astronaut.
Tersisa 3 Astronaut di ISS
Saat ini, satu astronaut AS dan dua astronaut Rusia masih berada di ISS, baru sekitar satu setengah bulan menjalani misi berdurasi delapan bulan yang dimulai dengan peluncuran roket Soyuz dari Kazakhstan.
NASA dan SpaceX sedang berupaya mempercepat peluncuran kru baru beranggotakan empat orang dari Florida, yang saat ini ditargetkan pada pertengahan Februari.
Pemodelan komputer memperkirakan evakuasi medis dari ISS akan terjadi setiap tiga tahun sekali. Namun, dalam 65 tahun sejarah penerbangan antariksa berawak, NASA belum pernah melakukan evakuasi medis sebelumnya. Pihak Rusia tidak seberuntung itu.
Pada 1985, kosmonaut Soviet Vladimir Vasyutin mengalami infeksi serius atau penyakit terkait saat berada di stasiun angkasa luar Salyut 7, yang memaksa kepulangan lebih awal. Beberapa kosmonaut Soviet lainnya juga pernah mengalami masalah kesehatan yang lebih ringan dan memperpendek masa tugas mereka.
Misi ini merupakan penerbangan antariksa pertama bagi Cardman, seorang ahli biologi dan penjelajah kutub berusia 38 tahun, yang harus kehilangan kesempatan melakukan spacewalk, serta bagi Platonov, 39 tahun, mantan pilot tempur Angkatan Udara Rusia yang sebelumnya harus menunggu beberapa tahun untuk terbang ke angkasa luar akibat masalah kesehatan yang tidak diungkapkan.
Cardman seharusnya diluncurkan tahun lalu, tetapi posisinya digeser untuk memberi ruang bagi astronaut NASA Butch Wilmore dan Suni Williams yang terjebak hampir satu tahun di ISS akibat masalah pada kapsul Boeing.
Sementara itu, Fincke yang berusia 58 tahun, seorang kolonel Angkatan Udara AS yang telah pensiun, dan Yui, 55 tahun, mantan pilot tempur Pasukan Bela Diri Jepang, merupakan astronaut berpengalaman. Fincke telah menghabiskan total satu setengah tahun di orbit dalam empat misi dan melakukan sembilan spacewalk pada penerbangan sebelumnya, menjadikannya salah satu astronaut paling berpengalaman di NASA. Pekan lalu, Yui merayakan hari ke-300-nya di angkasa luar dari dua masa tugas di ISS, sambil membagikan pemandangan Bumi yang menakjubkan, termasuk Gunung Fuji di Jepang dan aurora yang memukau.
"Saya ingin mengukirnya kuat-kuat di mata saya dan terlebih lagi di hati saya," tulis Yui di platform media sosial X. "Sebentar lagi, saya juga akan menjadi salah satu cahaya kecil di permukaan Bumi."
Pejabat NASA menyatakan bahwa membiarkan astronaut tersebut tetap berada di angkasa luar tanpa perawatan medis yang memadai selama satu bulan ke depan dinilai lebih berisiko dibandingkan mengurangi jumlah awak ISS untuk sementara waktu hingga lebih dari setengahnya. Hingga SpaceX mengirim kru pengganti, NASA menyebutkan seluruh kegiatan spacewalk, baik rutin maupun darurat, harus dihentikan karena pekerjaan tersebut membutuhkan dua astronaut di luar stasiun dengan dukungan cadangan dari awak di dalam kompleks orbit.
Evakuasi medis ini menjadi keputusan besar pertama yang diambil oleh administrator baru NASA, Jared Isaacman. Miliarder pendiri perusahaan jasa keuangan sekaligus astronaut dua kali penerbangan ini resmi menjabat sebagai pimpinan NASA pada Desember lalu.
"Kesehatan dan keselamatan para astronaut kami selalu dan akan selalu menjadi prioritas tertinggi," kata Isaacman saat mengumumkan keputusan tersebut pekan lalu.