Liputan6.com, Jakarta - Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi baru pada perdagangan saham Rabu, 14 Januari 2026. Seiring IHSG yang mencetak rekor tertinggi, apa saja saham emiten yang catatkan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI)?
Mengutip data BEI, Kamis, (15/1/2026), IHSG terbang 0,94% ke posisi 9.032,58 pada perdagangan saham Rabu, 14 Januari 2026. Pada perdagangan saham kemarin, IHSG berada di level tertinggi 9.049,29 dan level terendah 8.979,60.
Advertisement
Total volume perdagangan saham tercatat 61,20 miliar saham dengan nilai transaksi harian Rp 29,19 triliun. Sedangkan kapitalisasi pasar terbesar di BEI mencapai Rp total frekuensi perdagangan saham tercatat 3,37 juta kali. Investor asing juga membeli saham senilai Rp 1,16 triliun.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menuturkan, penguatan IHSG didorong oleh ekspektasi berlanjutnya penurunan suku bunga acuan The Fed, kenaikan harga komoditas, aliran masuk dana investor asing, serta aksi korporasi emiten.
“Dari mancanegara, neraca perdagangan China membukukan surplus USD 1,19 triliun sepanjang 2025, dengan ekspor tumbuh 5,5 persen dan impor stagnan, yang mana China mengalihkan ekspor dari pasar AS ke Uni Eropa dan Asia Tenggara untuk menghadapi tarif Donald Trump,” ujar dia seperti dikutip dari Antara.
Dari dalam negeri, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan menghidupkan kembali proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) pada 2026, yang bertujuan menciptakan substitusi liquefied petroleum gas (LPG).
MIND ID dan PT Pertamina (Persero) bekerja sama untuk mempercepat hilirisasi batu bara menjadi berbagai produk energi alternatif, termasuk DMW, synthetic natural gas (SNG), serta metanol.
Ratna menilai kebijakan ini berpotensi berpengaruh positif terhadap emiten-emiten batu bara yang melakukan penjualan ke dalam negeri.
10 Emiten dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar di BEI
Saat IHSG menguat dan mencetak rekor baru, sejumlah saham emiten mencatatkan kapitalisasi pasar terbesar di BEI. Berikut 10 saham emiten yang membukukan kapitalisasi pasar terbesar di BEI saat IHSG cetak rekor baru pada Rabu, 14 Januari 2026, dikutip dari data BEI:
1.PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan kapitalisasi pasar Rp 1.291 triliun.
2.PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan kapitalisasi pasar Rp 976 triliun.
3.PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan kapitalisasi pasar Rp 832 triliun.
4.PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan kapitalisasi pasar Rp 586 triliun.
5.PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan kapitalisasi pasar Rp 572 triliun.
6.PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan kapitalisasi pasar Rp 569 triliun.
7.PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan kapitalisasi pasar Rp 558 triliun.
8.PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dengan kapitalisasi pasar Rp 501 triliun.
9.PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan kapitalisasi pasar Rp 447 triliun.
10.PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan kapitalisasi pasar Rp 362 triliun.
IHSG Tembus Rekor Baru di 9.032, Ini Kata BEI
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus level 9.000 dan memecahkan rekor all-time-high (ATH) pada perdagangan saham Rabu, (14/1/2026). IHSG hari ini ditutup menguat 0,94% ke posisi 9.032,58 dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad menuturkan, capaian IHSG ini merupakan cerminan semakin kuatnya kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional pada 2026.
"Dukungan kebijakan Pemerintah Republik Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi turut berperan penting dalam menciptakan sentimen positif yang konsisten di pasar,” ujar dia dikutip dari keterangan resmi, Rabu (14/1/2026).
Ia mengatakan, sinergi yang kuat antara BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya yakni PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) serta PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta seluruh pemangku kepentingan, turut mendorong penguatan ekosistem pasar modal Indonesia sehingga mampu menghasilkan berbagai pencapaian.
Adapun sepanjang 2025, pasar modal Indonesia mencatatkan berbagai rekor tertinggi, antara lain jumlah investor yang mencapai 20,3 juta, pencatatan 26 saham baru dengan total dana yang dihimpun melalui Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp 18,1 triliun dengan enam di antaranya merupakan lighthouse IPO.
"Aktivitas perdagangan pada 2025 juga menunjukkan tren yang kuat, dengan IHSG ditutup menguat 22,10% pada level 8.644,26 pada Senin, 29 Desember 2025 dan mencatatkan 24 kali rekor all time high (ATH),” kata dia.