Target Lifting Minyak 2025 Tercapai, Ada Kontribusi Pertamina

Pertamina diharapkan terus meningkatkan kinerja, melalui lifting minyak.

oleh Tim BisnisDiterbitkan 14 Januari 2026, 20:40 WIB
PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menemukan sumber daya minyak dan gas bumi baru pada pemboran sumur eksplorasi Metulang Deep (MDP-1X) di wilayah lepas pantai (offshore) South Mahakam, Kalimantan Timur, menutup tahun 2025. Dok PHI

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia mampu mencapai target lifting minyak dalam APBN 2025 sebesar 605.000 barel per hari (bph). Produksi minyak Pertamina sepanjang 2025 berkontribusi siginifikan terhadap capaian lifting nasional tersebut. 

Pakar Ekonomi dan Bisnis Univeritas Airlangga Profesor Imron Mawardi mengatakan, peran BUMN migas tersebut memang besar selain menguasai sebagian besar produksi.

”Kontribusi Pertamina sangat membantu mencapai target di dalam APBN itu,” kata Imron melansir Antara di Jakarta.

Menurut dia, peran BUMN migas tersebut memang besar selain menguasai sebagian besar produksi, enam perusahaan yang menjadi kontributor terbesar dalam lifting minyak nasional bahkan merupakan anak perusahaan Pertamina.

Termasuk PT Pertamina EP Cepu yang bersama ExxonMobil Cepu Limited mengelola Blok Cepu, menjadi penghasil minyak terbesar di Tanah Air.

Perusahaan lain adalah PT Pertamina Hulu Rokan, PT Pertamina EP, PT Pertamin Hulu Energi ONWJ, PT Pertamina Hulu Mahakam, PT Pertamina Hulu Energi OSES.

"Jadi besarnya penguasaan produksi minyak dalam negeri saat ini memang sudah bagus. Saya berharap ke depan Pertamina perlu meningkatkan kontribusinya lagi di sisi hulu. Kita sekarang berharap benar-benar dari Pertamina," jelas dia.

Untuk itu Imron meminta Pertamina agar terus meningkatkan kinerja, melalui lifting yang terus meningkat diharapkan bisa mendukung upaya ketahanan energi nasional.

Dengan demikian bisa mengurangi impor minyak mentah untuk kebutuhan BBM dalam negeri, yakni sekitar satu juta barel per hari.

"Kita tetap berharap kalau Pertamina masih bisa meningkatkan produktivitas sumur-sumurnya serta mengembangkan eksplorasi sumur-sumur baru. Dengan demikian, diharapkan importasi minyak kita terus menurun," ujar dia.

 

Dorong Ekonomi

PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina, mencatatkan capaian produksi minyak mentah harian sebesar 6.334 barel per hari (BOPD), tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Ini terjadi pada 13 April 2025 lalu. Dok Pertamina

Selain dari sisi ketahanan energi, tambahnya dengan menguasai sebagian besar produksi minyak nasional, Pertamina juga turut berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, bukan sekadar dari kontribusi pajak, PNBP maupun dividen, tetapi juga menggerakkan sektor-sektor lain.

“Ya, karena dalam ekonomi, industri migas termasuk sektor yang linkage-nya, multiplier-nya besar. Terutama sekali dari sisi forward linkage-nya itu panjang,” ujar Imron.

Artinya, menurut dia, banyak sektor lain yang sangat tergantung pada sektor migas sehingga keberadaan industri migas yang baik itu akan mendorong sektor-sektor lain sehingga menghasilkan kegiatan ekonomi cukup besar.

Upaya Masif

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengatakan bahwa target lifting minyak nasional dalam APBN 2025 sebesar 605.000 barel per hari (bph) resmi tercapai.

Djoko mengatakan pencapaian itu merupakan hasil dari upaya masif di tengah dinamika industri hulu migas yang penuh tantangan sepanjang tahun.

"Bagaimana kita bisa mencapai target APBN 605. Nah Alhamdulillah, 1-2 hari terakhir dengan berbagai upaya gejolak yang sangat luar biasa kita mencapai 605 alhamdulillah," ujar dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya