Manchester United Pertimbangkan Lawan Al Nassr dan Cristiano Ronaldo Demi Tambal Krisis Finansial

Manchester United menimbang opsi menggelar laga persahabatan di tengah musim sebagai langkah darurat untuk menutup lubang finansial klub.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 14 Januari 2026, 15:51 WIB
Bryan Mbeumo (tengah) merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Tottenham Hotspur setelah menerima umpan manis rekan setimnya di Manchester United, Amad Diallo, pada lanjutan Liga Inggris 2025/2026, Sabtu (8/11/2025) malam WIB. (Ben STANSALL / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United kembali menimbang opsi menggelar laga persahabatan di tengah musim sebagai langkah darurat untuk menutup lubang finansial klub. Gagasan ini mencuat seiring padatnya agenda yang justru berkurang drastis usai Setan Merah tersingkir lebih awal dari kompetisi domestik.

Kekalahan dari Brighton pada Minggu lalu memastikan MU angkat koper dari Piala FA, menyusul kegagalan mereka di ajang piala domestik lainnya.

Situasi ini membuat United hanya menyisakan 17 pertandingan hingga akhir musim, sekaligus menandai musim dengan jumlah laga paling sedikit dalam 111 tahun terakhir. Total, MU hanya akan menjalani 40 pertandingan sepanjang musim, angka terendah sejak era awal abad ke-20.

Dampaknya bukan hanya soal prestasi, tetapi juga finansial. Musim lalu, Manchester United meraup pendapatan hari pertandingan sebesar £160,3 juta dari 30 laga kandang, ditopang perjalanan mereka hingga final Liga Europa. Namun musim ini, di bawah kendali manajer interim Michael Carrick, jumlah laga kandang diprediksi berkurang hingga 10 pertandingan.


Potensi Krisis Finansial Manchester United

Lisandro Martinez (kiri) dan rekan setimnya, Matheus Cunha, memberikan apresiasi kepada suporter MU selepas duel melawan Newcastle United dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Old Trafford, Sabtu (27/12/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Dengan nilai rata-rata sekitar £5,3 juta per laga kandang, absennya pertandingan tersebut berpotensi menciptakan defisit baru yang signifikan. Kondisi ini memperparah situasi keuangan klub yang sejak awal musim sudah kehilangan pemasukan besar akibat absen dari kompetisi Eropa.

Tersingkirnya United dari Piala FA juga membuka celah besar di kalender pertandingan. Klub tidak memiliki agenda selama 13 hari di Februari, serta jeda 10 hari pada Maret sebelum memasuki periode internasional terakhir musim ini. Kekosongan jadwal inilah yang kini ingin dimanfaatkan manajemen untuk mencari pemasukan tambahan.

Sebelumnya, pada September lalu, terungkap bahwa MU telah menjajaki kemungkinan menggelar laga persahabatan tengah musim, termasuk opsi bertandang ke Arab Saudi. Tur singkat ke Timur Tengah disebut-sebut bisa mendatangkan pemasukan hingga £10 juta bagi klub.


Rencana Tur Manchester United

Pemain Al-Nassr, Cristiano Ronaldo berusaha mengontrol bola dalam laga semfinal Saudi Super Cup 2025 melawan Al-Ittihad di Hong Kong Stadium, Hong Kong, Selasa (19/08/2025) waktu setempat. (AP Photo/Chan Long Hei)

Meski belum ada keputusan final soal destinasi, Manchester United diketahui telah melakukan pembicaraan dengan Ketua General Entertainment Authority Arab Saudi terkait peluang kunjungan ke wilayah tersebut.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah partisipasi dalam ajang Riyadh Season Cup, turnamen mini yang biasanya melibatkan klub-klub besar seperti Al-Nassr dan Al-Hilal, dua raksasa Riyadh yang juga pernah menghadirkan Inter Miami dalam edisi sebelumnya.

Lanjut Baca:

Di luar itu, United juga membuka peluang menggelar laga uji coba melawan klub-klub Eropa yang sama-sama gagal lolos ke kompetisi antarklub musim ini, seperti AC Milan, RB Leipzig, Lazio, hingga Sevilla.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya