Liputan6.com, Jakarta - Kue talam merupakan salah satu jajanan pasar favorit yang selalu diburu karena perpaduan tekstur kenyal dan rasa gurih santannya yang khas. Kudapan tradisional ini sangat cocok disajikan dalam berbagai acara, mulai dari arisan keluarga hingga camilan sore pendamping teh hangat.
Kue talam yang sempurna memiliki ciri khas yang sangat lembut dan tidak cepat mengeras meski sudah dingin. Untuk mendapatkan hasil yang mulus dan lumer di mulut, Anda perlu memperhatikan takaran tepung dan teknik pengukusan yang tepat. Berikut resep membuat kue talam yang lembut, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Kamis (15/1/2026).
Advertisement
Resep Kue Talam Lembut
Bahan Lapisan Hijau
- 150 gram tepung beras
- 200 ml santan kental
- 200 ml air
- 800 gram gula pasir
- ½ sendok teh garam
- 3 lembar daun pandan
- Minyak goreng secukupnya
Bahan Lapisan Putih
- 50 gram tepung beras
- 100 ml santan kental
- 100 ml air
- ¼ sendok teh garam
- 1 lembar daun pandan
Cara Membuat Kue Talam
- Langkah pertama adalah membuat lapisan hijau. Daun pandan dipotong kecil, lalu diblender bersama 200 ml air hingga halus. Setelah itu, air pandan disaring dan ampasnya dibuang, lalu sisihkan airnya.
- Masukkan santan, air pandan, gula pasir, daun pandan, dan garam ke dalam panci. Masak dengan api kecil sambil diaduk hingga hangat (tidak mendidih). Lalu, matikan api.
- Tuangkan rebusan santan dan pandan tadi ke dalam wadah berisi 150 gram tepung beras sambil diaduk hingga adonan halus dan tidak menggumpal.
- Panaskan kukusan, lalu olesi cetakan dengan sedikit minyak. Tuang adonan hijau ke dalam cetakan hingga sekitar ¾ penuh, kemudian kukus selama 20 menit hingga set.
- Sambil menunggu, buat lapisan putih dengan memasukkan 100 ml santan, 100 ml air, daun pandan, serta garam di panci lainnya. Masak dengan api kecil hingga hangat, lalu matikan api.
- Tuang rebusan santan ke wadah berisi 50 gram tepung beras dan aduk hingga adonan tercampur rata.
- Setelah lapisan hijau matang (sekitar 20 menit), buka kukusan dan tuangkan adonan putih di atasnya hingga cetakan penuh.
- Kukus kembali Kue Talam selama 15 menit hingga lapisan putih matang. Setelah selesai, angkat dan biarkan dingin sebelum dikeluarkan dari cetakan. Kue Talam siap disajikan.
5 Tips Membuat Kue Talam yang Lebih Sehat
Kue talam pada dasarnya dibuat dengan bahan-bahan sederhana yang sehat. Namun ada kalanya preferensi setiap orang menginginkan versi yang lebih sehat untuk tubuh terutama bagi para penderita tertentu,seperti diabetes. Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk membuat versi kue talam lembut yang lebih sehat:
Mengganti Pemanis dengan Bahan Alami
Penggunaan gula pasir yang berlebih bisa diganti dengan alternatif yang lebih ramah bagi tubuh seperti stevia. Penelitian juga menunjukan bahwa stevia memberikan aroma karamel ringan tanpa menyebabkan lonjakan gula darah, bahkan membantu menjaga kadar gula stabil. Stevia juga tidak mengandung kalori dan memiliki indeks glikemik nol, sehingga sering digunakan sebagai alternatif gula bagi penderita diabetes.
Selain itu, rasa manis juga bisa didapatkan secara alami melalui campuran buah atau umbi yang sudah memiliki rasa manis bawaan. Pengurangan takaran pemanis tetap akan menghasilkan cita rasa yang lezat jika dipadukan dengan bahan dasar yang berkualitas.
Memilih Jenis Santan yang Lebih Ringan
Santan kental sering kali menjadi penyumbang lemak jenuh yang tinggi dalam setiap porsi kue talam. Sebagai solusinya, penggunaan santan bisa diencerkan atau diganti dengan susu nabati seperti susu kedelai dan susu almond yang lebih rendah lemak.
Meskipun menggunakan bahan cair yang lebih ringan, tekstur lembut yang khas tetap bisa dipertahankan dengan perbandingan takaran yang tepat. Rasa gurih alami dari susu nabati juga memberikan sentuhan rasa baru yang tidak kalah menggugah selera.
Meningkatkan Kandungan Serat dari Umbi-Umbian
Menambahkan bahan seperti ubi ungu, labu kuning, atau kentang dapat meningkatkan kandungan serat dan vitamin dalam kue talam. Bahan-bahan ini secara alami akan memberikan tekstur yang lebih padat namun tetap terasa lumer saat dikunyah.
Dengan memperbanyak proporsi umbi, penggunaan tepung olahan seperti tepung beras atau tapioka bisa dikurangi secara signifikan. Langkah ini menjadikan camilan tradisional ini lebih mengenyangkan dan kaya akan nutrisi penting.
Memanfaatkan Pewarna Alami dari Tanaman
Pewarna makanan sintetis sebaiknya mulai ditinggalkan dan diganti dengan warna-warna cantik yang berasal dari ekstrak tumbuhan. Daun pandan, bunga telang, atau buah naga adalah sumber warna alami yang aman bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Selain memberikan visual yang menarik, pewarna alami ini juga menyumbangkan aroma harum yang sangat khas dan autentik. Penggunaan bahan alami tentu akan meningkatkan kualitas serta nilai gizi dari setiap potong kue talam lembut yang dibuat.
Memperhatikan Teknik Pengolahan dan Kebersihan
Proses mengukus merupakan salah satu metode memasak paling sehat karena tidak memerlukan minyak tambahan dalam jumlah banyak. Pastikan alat pengukus sudah panas sempurna sebelum adonan dimasukkan agar nutrisi di dalamnya tidak hilang karena proses masak yang terlalu lama.
Kebersihan wadah dan pemilihan bahan yang segar juga menjadi faktor penentu untuk menghasilkan kue yang berkualitas tinggi. Dengan teknik yang benar, kue talam yang dihasilkan akan tetap awet secara alami tanpa memerlukan bahan pengawet tambahan.
Dengan mengikuti resep dan tips di atas, kue talam yang dibuat bisa menghasilkan tekstur lembut di lidah dan tentunya lebih sehat. Cocok dinikmati oleh semua orang dan acara keluarga. Selamat mencoba.