BNPB Percepat Pembangunan Hunian Warga Terdampak Bencana dan Operasi Modifikasi Cuaca Sumatera

BNPB mempercepat pembangunan rumah hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 14 Januari 2026, 12:00 WIB
Warga berjalan melewati rumah-rumah yang rusak di sebuah desa yang terdampak banjir di Malalak, Sumatera Barat, Jumat 28 November 2025. Jelang akhir November 2025, bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda sebagian besar wilayah pulau Sumatera. (AP Photo/Ade Yuandha)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan rumah hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) sebagai bagian dari pemulihan pascabencana.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, penanganan sektor permukiman difokuskan pada 49.296 rumah kategori rusak berat dengan target pembangunan 27.575 unit huntara.

"Hingga saat ini, sebanyak 4.280 unit huntara telah memasuki tahap pengerjaan fisik. Di Provinsi Aceh, dukungan berbagai pihak telah menghasilkan serah terima 200 unit hunian kepada warga terdampak di sejumlah lokasi prioritas," ujar Abdul di Jakarta, Rabu (14/1/2026) melansir Antara.

Dia menjelaskan, progres pembangunan 100 persen juga telah tercapai di Blang Pandak, Kabupaten Pidie, serta di Kecamatan Pantee Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Sementara itu, kata Abdul, di Provinsi Sumatera Utara pembangunan hunian tetap telah mencakup 648 unit.

"Di Provinsi Sumatera Barat, pemerintah mengakselerasi pembangunan huntara tahap I di Kabupaten Padang Pariaman sebanyak 34 unit yang dipusatkan di Nagari Anduring, Kecamatan Asam Pulau, dengan capaian fisik sebagian besar telah melampaui 50 persen," ucap dia.

Selain pembangunan fisik, lanjut Abdul, pemerintah juga mempercepat penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) yang hingga kini telah disalurkan kepada 1.950 keluarga dari total 10.656 rekening yang disiapkan bagi warga terdampak.

 

Terus Salurkan Distribusi Logistik

Dalam catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang mengakibatkan kerusakan sebanyak 2.800 unit rumah, 127 fasilitas umum, 62 gedung atau kantor, 54 fasilitas pendidikan, 40 fasilitas kesehatan, 33 rumah ibadah, dan dua jembatan. Tampak dalam foto, warga beristirahat sambil mencari sisa-sisa rumah mereka yang terkubur di bawah tumpukan pohon tumbang yang disapu banjir bandang, di desa Lintang Baru di Aceh Tamiang, Sumatera Utara, pada Kamis 11 Desember 2025. (Aditya Aji/AFP)

Abdul mengatakan, untuk mendukung seluruh aktivitas di lapangan, distribusi logistik terus dilakukan dengan total penyaluran mencapai 1.740,39 ton atau 99,86 persen dari logistik yang masuk, melalui jalur udara, laut, dan darat.

"BNPB juga mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mengendalikan potensi cuaca ekstrem yang dapat menghambat proses pemulihan. Hingga Senin 12 Januari 2026, akumulasi penyemaian awan telah mencapai 1.150 sortie di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," ucap dia.

"Sinergi lintas sektor tersebut menjadi komitmen pemerintah untuk memastikan pemulihan dampak bencana yang terjadi akhir November tahun lalu itu berjalan berkelanjutan hingga kondisi masyarakat kembali stabil," tutup Abdul.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan rumah hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bagian dari pemulihan pascabencana.

 

Pulihkan Dampak Bencana Sumatra, BNPB Kebut Pembangunan 27 Ribu Huntara

Warga berjalan di sepanjang jalan di sebuah desa yang terdampak banjir bandang di Batang Toru, Sumatera Utara, Senin 1 Desember 2025. Serangkaian bencana hidrometeorologi, yang mencakup banjir bandang (flash floods) dan tanah longsor dalam skala masif, menghantam beberapa wilayah di tiga provinsi di pulau Sumatera. (AP Photo/Binsar Bakkara)

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa penanganan sektor permukiman difokuskan pada 49.296 rumah kategori rusak berat dengan target pembangunan 27.575 unit hunian sementara (huntara).

Hingga saat ini, sebanyak 4.280 unit huntara telah memasuki tahap pengerjaan fisik. Di Provinsi Aceh, dukungan berbagai pihak telah menghasilkan serah terima 200 unit hunian kepada warga terdampak di sejumlah lokasi prioritas.

Progres pembangunan 100 persen juga telah tercapai di Blang Pandak, Kabupaten Pidie, serta di Kecamatan Pantee Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara pembangunan hunian tetap telah mencakup 648 unit.

Di Provinsi Sumatera Barat, pemerintah mengakselerasi pembangunan huntara tahap I di Kabupaten Padang Pariaman sebanyak 34 unit yang dipusatkan di Nagari Anduring, Kecamatan Asam Pulau, dengan capaian fisik sebagian besar telah melampaui 50 persen.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga mempercepat penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) yang hingga kini telah disalurkan kepada 1.950 keluarga dari total 10.656 rekening yang disiapkan bagi warga terdampak.

Untuk mendukung seluruh aktivitas di lapangan, kata Abdul distribusi logistik terus dilakukan dengan total penyaluran mencapai 1.740,39 ton atau 99,86 persen dari logistik yang masuk, melalui jalur udara, laut, dan darat.

Infografis Kerugian hingga Korban Banjir Sumatera Per 4 Desember 2025. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya