Apple Creator Studio Siap Hadir di Indonesia, Final Cut Pro dkk Bisa Diakses Mulai Rp 99 Ribu

Apple merilis Apple Creator Studio, paket langganan berisi Final Cut Pro, Logic Pro, Pixelmator Pro, dan aplikasi produktivitas. Solusi baru untuk kreator di Mac, iPad, dan iPhone.

oleh YusliansonDiterbitkan 14 Januari 2026, 10:58 WIB
Apple Creator Studio Siap Hadir di Indonesia, Final Cut Pro dkk Bisa Diakses Mulai Rp 99 Ribu. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Liputan6.com, Jakarta - Apple baru saja memperkenalkan paket berlangganan baru berisi aplikasi kreatif untuk para profesional, yakni Apple Creator Studio.

Paket berlangganan baru Apple ini menyasar untuk para kreator video, musik, desain, hingga produktivitas visual,

Tersedia dalam satu ekosistem di Mac, iPad, dan iPhone, paket Apple Creator Studio mencakup Final Cut Pro, Logic Pro, Pixelmator Pro, dan beragam aplikasi produktivitas Apple lainnya.

“Apple Creator Studio adalah paket dengan harga istimewa mendukung segala jenis kreator," kata Eddy Cue, Senior Vice President of Internet Software and Services Apple, sebagaimana dikutip dari newsroom perusahaan, Rabu (14/1/2026).

Perusahaan melihat peran Mac, iPad dan iPhone semakin sentral dalam proses kreatif. Karena itu banyak kreator kini memproduksi konten lintas perangkat. Apple Creator Studio dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Eddy Cue menjelaskan, “belum pernah ada cara paling fleksibel dan mudah diakses untuk mulai menggunakan koleksi aplikasi kreatif yang begitu andal untuk para profesional, artis yang mulai berkembang, wirausaha, siswa, dan pendidik untuk membuat karya terbaik mereka dan mengeksplorasi minat kreatif mereka dari awal sampai selesai.”

Harga Langganan Apple Creator Studio

Apple Creator Studio akan tersedia di App Store mulai Kamis, 29 Januari 2026, secara global termasuk pengguna perangkat Apple di Indonesia.

Bagi kamu yang tertarik, harga Apple Creator Studio dibanderol Rp 99.000 per bulan atau Rp 990.000 per tahun.

Perusahaan juga memberikan kesempatan untuk pengguna perangkat Apple untuk mencoba secara gratis paket ini selama satu bulan.

Bagi pelajar dan pendidik, biaya langganan ditetapkan Rp 39.000 per bulan atau Rp 390.000 per tahun. Apple juga tetap menyediakan opsi pembelian satu kali untuk aplikasi versi Mac melalui Mac App Store.

Paket ini mancakup Final Cut Pro, Logic Pro, dan Pixelmator Pro di Mac dan iPad. Pengguna Mac juga akan mendapatkan Motion, Compressor, dan MainStage.

Meskipun aplikasi seperti Keynote dan Pages sudah gratis di platform Apple, tampaknya versi baru dari aplikasi tersebut akan mendapatkan akses ke fitur beta yang akan diluncurkan terlebih dahulu kepada pelanggan Creator Studio.

Pengumuman dari Apple mengisyaratkan "fitur AI baru dan konten premium" di beberapa aplikasi yang tersedia secara gratis.

Apple Pakai AI Gemini Google untuk Siri dan Apple Intelligence

Resmi, Apple Pakai AI Gemini Google untuk Tingkatkan Siri dan Apple Intelligence. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Apple mengonfirmasi akan menggunakan model kecerdasan buatan (AI) Gemini milik Google sebagai dasar pengembangan versi Siri lebih pintar dan Apple Intelligence ke depannya.

Kolaborasi Apple dan Google ini membuka jalan dan mempercepat peningkata besar-besaran Siri, di mana perusahaan berbasis di Cupertino itu menjanjikan asisten digital berbasis AI di tahun ini.

Dalam keterangan bersama, Apple dan Google menyebutkan kolaborasi dua raksasa ini bersifat jangka panjang.

"Apple dan Google telah menjalin kolaborasi multi-tahun di mana generasi selanjutnya dari Apple Foundation Models akan didasarkan pada model Gemini Google dan teknologi cloud," tulis Google dan Apple dalam keterangan resminya, Selasa (13/1/2026).

Apple menegaskan, pendekatan ini tetap mengutamakan privasi pengguna. "Apple Intelligence akan terus berjalan di perangkat Apple dan Private Cloud Compute, sambil mempertahankan standar privasi terdepan Apple di industri ini," katanya.

Kabar ini menegaskan perubahan besar dalam strategi Apple di ranah AI. Sebelumnya, perusahaan sudah menjatuhkan hati ke model AI milik OpenAI. ChatGPT resmi terintegrasi dengan Siri sejak akhir 2024, di mana ini menjadi solusi cepat sembari Apple mengembangkan asisten digital versi AI secara internal.

 

Siri Akan Lebih Personal dan Pintar

Namun, laju pengembangan internal pembuat iPhone tersebut berjalan di tempat dan tertinggal jauh dari Gemini. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, AI milik Google ini melesat dengan kemampuan multimodal dan pemrosesan berbasis cloud lebih matang.

Sadari hal tersebut, Apple pun akhirnya memutuskan untuk mengandeng Goolge sebagai fondasi utama pengemabgan AI mereka ketimbang OpenAI.

Sayangnya, baik Google dan Apple masih menyimpan rapat-rapat detail teknis peningkatan Siri akan seperti apa. Bagi pengguna iPhone, kabar ini memberi sinyal jelas bagaimana Siri akan berubah.

Harapan fans iPhone untuk memiliki asisten virtual yang memiliki respons lebih kontekstual, dan pemahaman bahasa lebih natural segera terwujud. Selain itu, fitur AI di Apple Intelligence akan semakin canggih di masa mendatang.

iPhone Air 2 Dirumorkan Lebih Tipis dan Pakai Kamera Ganda

Apple membuat banyak pihak terkejut dengan kehadiran iPhone Air. Pada awalnya, ponsel ini sempat menuai kritik saat debut karena kapasitas baterai diragukan dan kamera tunggal.

Namun seiring waktu, banyak pengguna menilai daya tahannya cukup untuk aktivitas harian. Namun, keterbatasan kamera iPhone Air tetap menjadi catatan utama.

Terkini, Apple dikabarkan menyiapkan peningkatan besar untuk generasi berikutnya, yang sementara ini disebut iPhone Air 2.

Mengutip laporan The Elec, Senin (12/1/2026), Apple disebut tengah mempertimbangkan merilis iPhone Air versi lebih tipus pada 2027. Waktu tersebut bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-20 iPhone.

Raksasa teknologi berbasis di Cupertino itu dilaporkan ingin mengadopsi teknologi layar baru bernama CoE (Color filter on Encapsulation). Teknologi ini memungkinkan panel layar dibuat lebih tipis dibanding panel OLED konvensional.

Jika rencana ini terwujud, iPhone Air 2 berpotensi melampaui rekor pendahulunya yang memiliki ketebalan sekitar 5,6mm. Karenanya, bodi lebih ramping membuka peluang desain internal lebih fleksibel.

 

Bodi iPhone Air 2 Lebih Tipis

Menariknya, layar lebih tipis justru memberi keuntungan pada sektor baterai. Karena dengan begini, Apple bisa memanfaatkan ruang internal lebih lega untuk menanam baterai berkapasitas lebih besar tanpa harus mengorbankan desain tipis.

Tak hanya itu, teknologi CoE juga memiliki dampak langsung pada efisiensi daya. Layar dengan teknologi ini memiliki keterbacaan lebih baik di bawah sinar matahari.

Dengan begitu, layar tidak perlu meningkatkan tingkat kecerahan secara agresif. Konsumsi daya pun bisa ditekan, terutama saat penggunaan di luar ruangan.

Saat ini, perusahaan belum menggunakan teknologi CoE di lini iPhone. Perusahaan disebutkan bakal menjajalnya lebih dulu di iPhone Fold yang dijadwalkan meluncur pada paru kedua 2026.

Sementara itu, Samsung Electronics juga berencana memakai CoE pada ponsel lipatnya (Galaxy Z Fold dan Z Flip), diikuti oleh Galaxy S26 Ultra, dijadwalkan rilis pada kuartal pertama tahun ini.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya