Nikkei 225 Jepang Cetak Rekor Baru, Intip Pergerakan Bursa Saham Asia-Pasifik Hari Ini

Indeks saham Nikkei 225 Jepang Indeks tersebut mencapai rekor baru

oleh Septian DenyDiterbitkan 14 Januari 2026, 08:11 WIB
Seorang pria berdiri didepan indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Ketegangan politik yang terjadi karena Korut meluncurkan rudalnya mempengaruhi pasar saham Asia. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks saham Nikkei 225 Jepang Indeks tersebut mencapai rekor baru pada hari Rabu karena ekspektasi Perdana Menteri Sanae Takaichi dapat menyerukan pemilihan umum (pemilu) sela, yang kemungkinan besar dilaksanakan pada bulan Februari 2026.

Pemilu ini akan menjadi kali pertama Takaichi menghadapi para pemilih Jepang dalam sebuah pemilihan umum.

Dikutip dari CNBC, (14/1/2026), indeks saham Jepang naik hingga 1% melampaui angka 54.000 untuk pertama kalinya. Sementara indeks saham Topix juga terus mencetak rekor tertinggi baru dan naik 0,6%. Nikkei telah naik lebih dari 3% untuk mencapai rekor tertinggi pada hari Selasa.

Yen Jepang juga melemah melewati angka 159 terhadap dolar Amerika Serikat (AS), mencapai level terendah sejak Juli 2024, ketika otoritas Jepang turun tangan untuk menghentikan penurunan nilai yen.

Sedangkan bursa saham Asia lainnya mencerminkan kerugian yang terjadi di Wall Street AS semalam.

Indeks saham Kospi Korea Selatan berada di atas garis datar, sementara indeks Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil turun 0,37%. Indeks saham S&P/ASX 200 Australia stagnan.

Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong berada di angka 26.920, menunjukkan pembukaan yang lebih kuat dibandingkan penutupan terakhir HSI di angka 26.848,47.  

Di AS, ketiga indeks saham utama turun karena investor bergulat dengan volatilitas akibat serangkaian proposal dari Presiden AS Donald Trump yang dilontarkan dalam beberapa hari terakhir.

Indeks saham S&P 500 turun 0,19% karena investor menjual saham JPMorgan meskipun angka kinerja lebih baik dari perkiraan. Sementara indeks saham Dow Jones Industrial Average turun 0,8%. Indeks saham Nasdaq Composite turun 0,1%.

Ternyata Ini Biang Kerok Saham IHSG Anjlok

Petugas kebersihan bekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Transaksi bursa agak surut dengan nyaris 11 miliar saham diperdagangkan sebanyak lebih dari 939.000 kali. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah dan sempat anjlok 1% pada perdagangan saham sesi kedua, Senin, (12/1/2026). Koreksi IHSG terjadi di tengah 444 saham melemah.

Analis Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menilai pelemahan IHSG lebih disebabkan oleh faktor teknikal dibanding sentimen fundamental.

"Lebih ke profit taking, IHSG kan sudah naik lama. Regional juga rata-rata merah kemarin sore," kata Wafi kepada Liputan6.com, Selasa (13/1/2026).

Menurutnya, pasar sudah berada di level jenuh beli setelah reli berkepanjangan, sehingga koreksi menjadi hal yang sulit dihindari.

Selain faktor domestik, tekanan juga datang dari pergerakan bursa regional yang kompak melemah. Kondisi tersebut ikut memengaruhi psikologis investor di pasar saham domestik, sehingga mempercepat aksi jual pada saham-saham yang sebelumnya mencatat kenaikan signifikan.

Koreksi Masih Wajar

Meski IHSG sempat turun ke level 8.887 dengan 444 saham melemah, Wafi menegaskan koreksi ini masih tergolong sehat. Secara teknikal, tren jangka menengah IHSG dinilai masih berada dalam fase bullish selama indeks mampu bertahan di atas area 8.750.

Ia menambahkan, pergerakan pasar ke depan cenderung mengarah ke fase konsolidasi. Di tengah volatilitas indeks acuan, pelaku pasar diperkirakan mulai melakukan rotasi sektor, terutama dari saham-saham konglomerasi yang telah naik kencang tahun lalu menuju saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid.

Buka Peluang Indeks Saham Unggulan

Kinerja saham emiten bank jumbo seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kompak ambrol. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Rotasi tersebut membuka peluang pada indeks saham unggulan seperti LQ45 dan IDX30.

"Masih koreksi wajar, secara tren turun samapai 8.750 itu masih bullish. Lebih ke konsolidasi, ada potensi rotasi sektor balik ke LQ45/IDX30 dari saham konglo yang tahun lalu sudah naik kenceng dan valuasi sekarang sudah relatif mahal," pungkasnya.

IHSG Tergelincir ke 8.864, Transaksi Harian Saham Tembus Rp 40 Triliun

Sebelumnya, Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona merah pada perdagangan saham Senin, (12/1/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah transaksi harian saham tembus Rp 40 triliun.

Mengutip data RTI,IHSG hari ini ditutup merosot 0,58% ke posisi 8.884,72. Indeks saham LQ45 turun 0,17% ke posisi 866,55. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Pada awal pekan ini, IHSG sempat sentuh level tertinggi 9.000,96. Namun, pada sesi kedua, IHSG berbalik arah melemah. IHSG menyentuh level terendah 8.715,41.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya