Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan merupakan proyek terintegrasi dari hulu hingga hilir yang dirancang untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Integrasi tersebut dinilai penting untuk memastikan pasokan energi yang berkelanjutan, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan energi dalam negeri yang terus meningkat.
Advertisement
Salah satu infrastruktur kunci proyek ini adalah pipa gas Senipah–Balikpapan sepanjang 78 kilometer (km) yang menjadi jalur utama pasokan bahan baku energi ke kilang, sehingga aliran dari sektor hulu ke fasilitas pengolahan dapat berlangsung lebih stabil.
"Proyek RDMP ini adalah proyek yang terintegrasi antara hulu dan hilir yang kita mulai dengan struktur pipa Senipah sepanjang 78 km, yang menjadi pasokan untuk bahan baku menuju ke kilang ini," ujar Simon, melansir Antara, Selasa (13/1/2026).
Sedangkan, untuk bagian hilir, RDMP Balikpapan terhubung dengan Terminal BBM Tanjung Batu berkapasitas 125 ribu kiloliter (KL) untuk mendukung distribusi BBM, khususnya ke wilayah Indonesia bagian timur.
RDMP Balikpapan juga mencatat kemajuan signifikan melalui penyelesaian sejumlah unit dan fasilitas pendukung, salah satunya Single Point Mooring (SPM) yang berfungsi sebagai dermaga terapung untuk melayani sandar kapal pengangkut minyak mentah berkapasitas besar.
Fasilitas Utama Kilang Diperkuat untuk Produksi BBM Ramah Lingkungan
Simon menjelaskan, RDMP Balikpapan dilengkapi fasilitas utama kilang berupa Crude Distillation Unit (CDU) dan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC).
"CDU berfungsi mengolah minyak mentah melalui proses distilasi, sementara RFCC mengonversi residu menjadi produk bernilai tambah," ucap dia.
Selain itu, lanjut Simon, proyek ini mencakup pembangunan dua tangki penyimpanan minyak mentah raksasa di Lawe-lawe dengan kapasitas masing-masing mencapai 1 juta barel.
Hasil pengolahan Kilang Balikpapan menghasilkan BBM berkualitas lebih baik dengan standar Euro V yang lebih ramah lingkungan dan mampu menekan emisi.
"Hasil pengolahan Kilang Balikpapan akan menghasilkan kualitas yang lebih baik, berstandar Euro V yang berarti lebih ramah lingkungan dan mengurangi emisi," terang Simon.
Pengembangan kilang ini difokuskan pada peningkatan mutu BBM sekaligus pengurangan emisi dalam proses produksi energi.
RDMP Balikpapan Perkuat Peran Pertamina dan Dorong Swasembada Energi
Apresiasi disampaikan kepada ribuan Perwira Pertamina yang menjadi tulang punggung keberhasilan proyek RDMP Balikpapan.
Proyek ini tidak hanya menitikberatkan pada pengembangan teknologi dan aset, tetapi juga pada dedikasi sumber daya manusia yang bekerja di tengah kompleksitas proyek, risiko operasional, serta penerapan standar keselamatan kerja yang tinggi.
Peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi RDMP Balikpapan mencerminkan peran Pertamina dalam menjalankan amanah sebagai tumpuan energi nasional.
Peran tersebut menuntut kerja keras, disiplin dalam tata kelola, serta komitmen untuk terus berinovasi demi kepentingan bangsa.
"Kita dapat menunjukkan Indonesia dapat berdiri di atas kaki sendiri, kita dapat menentukan nasib kita dan menuju swasembada energi," kata Simon.
Proyek RDMP Balikpapan dengan nilai investasi sekitar 7,4 miliar dolar AS atau setara Rp124,79 triliun ini meningkatkan kapasitas produksi BBM dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari berstandar Euro V.