Menko AHY Ingatkan Tonggak Penting Transformasi Kemandirian Sektor Energi Nasional

Menko AHY menegaskan, proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan adalah tonggak penting dalam mewujudkan kemandirian energi nasional.

oleh Ahmad KhuzaifiDiterbitkan 14 Januari 2026, 10:45 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan. Prabowo memberikan pesan keras kepada Dirut Pertamina. (Liputan6.com/Tira)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tegas terhadap infrastruktu renergi Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) adalah tonggak penting transformasi dan kemandirian sektor energi nasional.

"Proyek RDMP Balikpapan adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam membangun kemandirian energi nasional, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, sekaligus menghadirkan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan bagi masyarakat," ujar AHY dikutip dari Antara, Rabu (14/1/2026).

Dia menjelaskan, RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) dikelola oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dengan nilai investasi sebesar 7,4 miliar dolar AS atau kisaran Rp124 triliun.

"Melalui RDMP, kapasitas pada pengolahan kilang meningkat secara signifikan dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari, serta tingkatan kualitas produk BBM dari standar Euro 5 yang lebih efisien dan juga ramah lingkungan," ucap AHY.

Dia menekankan juga bahwa RDMP Balikpapan memiliki peran yang strategis dalam mendukung agenda hilirisasi dan industrialisasi nasional, sebagaimana dalam Astacita Pemerintah.

Selain itu, proyek ini meningkat produksi LPG dari 48 ribu ton per tahunnya menjadi 348 ribu ton per tahun, sehingga berpotensi mengurangi impro dari LPG sekitar 4,9 persen.

"Kilang ini dirancang dengan kompleksitas yang lebih tinggi sehingga mampu menghasilkan beragam produk bernilai tambah, seperti LPG, gasoline, hingga bahan baku petrokimia. Ini penting untuk mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat industri dalam negeri," papar Menko AHY.

Optimalkan Surya dan Air demi Setop Impor Energi

Proyek Strategis Nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan (dok: KPB)

Sebelum itu, dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mengembangkan energi yang terbaru, khususnya melalui pemanfaatan energi air dan juga tenaga surya.

Pengembangan panel surya yang terintegrasi dengan sistem kelistrikan nasional yang diarahkan untuk mewujudkan kemandirian energi sehingga Indonesia tidak lagi bergantung juga pada impor energi.

Target tersebut diharapkan juga dicapai dalam lima tahun ke depan, dengan ruang penyesuaian hingga enam atau tujuh tahun, selama arah kebijakan tetap konsisten.

Dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, strategi hilirisasi dan pemanfaatan energi bersih dinilai menjadi kunci utama untuk memperkuat ketahanan nasional di tengah ketidakpastian global. 

Keberhasilan transformasi ini diyakini tidak hanya akan menekan beban subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akibat impor bahan bakar fosil, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi domestik melalui penyediaan energi yang murah, bersih, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Didampingi Jajaran Menteri dan Pimpinan Lembaga

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa RDMP Balikpapan beserta fasilitas pendukungnya, termasuk Fuel Terminal Tanjung Batu merupakan proyek strategis nasional yang berperan penting dalam mengurangi ketergantungan impor energi. Dok PPN

Dalam peresmian, dihadiri Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekertasi Negara Prasetyo Hadi, Sekertaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Sugiyono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, serta jajaran terkait lainnya. Dilansir dari Antara.

Infografis Indeks Infrastruktur Indonesia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya