Liputan6.com, Jakarta - Kehidupan glamor seorang miliarder kini tinggal kenangan. Satu per satu aset mewah milik Guo Wengui atau dikenal juga sebagai Miles Guo dilelang dalam proses kebangkrutan federal Amerika Serikat (AS). Dari rumah era Gilded Age, penthouse menghadap Central Park, hingga superyacht dan mobil sport langka, semuanya dijual demi mengembalikan dana korban penipuan bernilai miliaran dolar AS.
Guo, mantan miliarder asal China yang divonis bersalah atas kasus penipuan dan konspirasi pemerasan federal, sebelumnya dikenal hidup dalam kemewahan ekstrem. Ia kerap tampil di video siaran langsung berbahasa Mandarin, mengenakan setelan Brioni buatan khusus, berlayar dengan kapal pesiar super, dan memamerkan rumah-rumah megah bernilai puluhan juta dolar AS. Demikian dikutip dari Business Insider, Rabu (14/1/2026).
Advertisement
Namun, sejak 2022, seluruh kekayaan itu menjadi sasaran jaksa federal, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), serta wali amanat kebangkrutan. Tujuannya satu, yaitu memulihkan dana bagi ribuan korban dalam salah satu kasus penipuan terbesar dalam sejarah terbaru Amerika Serikat.
Penthouse Mewah di Jantung Manhattan
Salah satu aset paling mencolok adalah penthouse 15 kamar di Hotel Sherry Netherland, Fifth Avenue, New York. Hunian seluas sekitar 7.000 kaki persegi itu menempati satu lantai penuh dan memiliki dua teras yang menghadap langsung ke Central Park.Properti ini kini dipasarkan dengan harga sekitar USD 12 juta atau Rp 202,48 miliar (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.870), jauh di bawah harga beli Guo pada 2015 yang mencapai USD 67,5 juta atau Rp 1,13 triliun.
Padahal, penthouse tersebut kerap menjadi latar video Guo saat mempromosikan berbagai skema investasi dan kripto yang kemudian dinilai sebagai penipuan senilai USD 1,3 miliar atau Rp 21,9 triliun.Ironisnya, tempat tinggal mewah ini pula yang menjadi lokasi penangkapan Guo oleh agen federal pada 2023.
Rumah-Rumah Megah di Connecticut dan New Jersey
Selain Manhattan, Guo juga memiliki rumah besar di Greenwich, Connecticut. Properti 21 kamar dengan fasilitas lapangan tenis, kolam renang, bioskop pribadi, dan garasi enam mobil itu terjual pada 2024 seharga USD 7,2 juta atau Rp 121,49 miliar.
Jaksa federal mengungkap rumah tersebut dilengkapi kaca antipeluru dan dijaga keamanan 24 jam, mencerminkan tingkat kewaspadaan tinggi sekaligus kemewahan yang melekat pada kehidupan Guo.
Sementara itu, aset paling spektakuler adalah rumah bersejarah Crocker McMillin di Mahwah, New Jersey. Rumah bergaya Jacobean yang dibangun pada 1907 ini memiliki 21 kamar tidur dan dihiasi mural langit-langit, ukiran klasik, serta peninggalan Zaman Keemasan Amerika.
Guo membeli rumah ini pada 2022 seharga USD 26 juta dan menggelontorkan sekitar USD 18 juta tambahan untuk renovasi. Kini, properti tersebut ditawarkan dengan harga sekitar USD 19 juta dalam proses penjualan aset
Jet Pribadi, Mobil Super, hingga Bugatti Rp 70 Miliar
Tak hanya properti, armada transportasi Guo juga ikut disita. Tiga jet pribadi menjadi bagian dari daftar aset, termasuk Bombardier Global XRS yang terjual sekitar USD 12 juta dan Cirrus Vision Jet yang dilepas seharga USD 3,5 juta.
Selain itu, Guo dikenal mengoleksi mobil super. Lamborghini Aventador SVJ Roadster, Ferrari langka, hingga Bugatti Chiron Super Sport kustom senilai sekitar USD 4,4 juta menjadi simbol kemewahan yang kini berubah status menjadi barang bukti negara.
Ikon Kemewahan yang Berpindah Tangan
Kapal pesiar super Lady May menjadi aset pertama yang dilelang. Kapal mewah berbahan aluminium, marmer putih, dan kayu ebony ini dibeli Guo pada 2018 seharga 41 juta euro.
Kurator kepailitan berhasil menjualnya kembali seharga USD 23 juta. Setelah direnovasi dan berganti nama menjadi Excellence V, kapal tersebut kini kembali dipasarkan dengan harga sekitar USD 29 juta. Lady May juga sempat menjadi sorotan publik setelah Steve Bannon, rekan bisnis Guo, ditangkap di atas kapal tersebut pada 2020.
Bahkan Tempat Sampah Ikut Dilelang
Proses likuidasi Guo begitu detail hingga menyasar barang-barang terkecil. Pada Juni lalu, 156 item dari penthouse Manhattan dilelang secara daring, mulai dari lemari antik bergaya Louis XV, patung keramik kecil, hingga dua tempat sampah mini.
Namun, nasib puluhan setelan jas Brioni buatan tangan dan sepatu Louis Vuitton yang pernah dibanggakan Guo masih belum jelas.Dalam sebuah wawancara lama, Guo sempat berkata, “Saya tidak peduli dengan harta benda. Saya seorang Buddhis.” Kini, pernyataan itu terdengar kontras dengan kenyataan, seluruh simbol kemewahan hidupnya dilepas satu per satu demi menutup kerugian para korban.