BPBD: Banjir Kota Serang Banten Rendam 1.579 Rumah dan 501 Warga Mengungsi

BPBD Kota Serang, Banten mencatat, banjir yang melanda Ibu Kota Provinsi Banten tersebut telah merendam sebanyak 1.579 rumah dan memaksa 501 warga mengungsi.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 13 Januari 2026, 14:55 WIB
Warga melintas ditengah banjir di Kota Serang, Banten, Selasa (13/1/2026). (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Banten mencatat, banjir yang melanda Ibu Kota Provinsi Banten tersebut telah merendam sebanyak 1.579 rumah dan memaksa 501 warga mengungsi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang Diat Hermawan di Kota Serang, Selasa, mengatakan banjir terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut sejak Minggu 11 Januari 2026 dan menyebabkan banjir dengan ketinggian bervariasi mulai dari 30 hingga 120 centimeter.

"Total warga yang terdampak mencapai 6.105 jiwa dari 1.658 Kepala Keluarga (KK). Dari jumlah tersebut sebanyak 501 jiwa harus mengungsi karena kondisi air yang cukup tinggi di permukiman mereka," ujar Diat, melansir Antara, Selasa (13/1/2026).

Dia menyebut, berdasarkan data banjir tersebar di enam kecamatan yakni Kecamatan Curug, Cipocok Jaya, Serang, Kasemen, Walantaka, dan Taktakan.

Diat menjelaskan wilayah dengan ketinggian air terparah berada di Lingkungan Tanggul Jaya, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, yang mencapai 120 cm. Di lokasi ini, kata dia, sebanyak 167 jiwa dilaporkan mengungsi.

Selain itu, lanjut Diat, pengungsian juga terjadi di Lingkungan Gelam Timur, Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya sebanyak 200 jiwa, serta di Kelurahan Panancangan sebanyak 50 jiwa.

"Kami telah mendirikan tenda pengungsian di lokasi terdampak parah, seperti di Lingkungan Tanggul Jaya, untuk menampung warga," katanya.

Selain banjir, lanjutnya, cuaca ekstrem di Kota Serang juga mengakibatkan sembilan kejadian pohon tumbang yang sempat menutup akses jalan dan menimpa bangunan, serta 15 rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat angin kencang dan faktor lainnya.

 

Terus Lakukan Pemantauan dan Asesmen

Satuan Lalu Lintas Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) memantau intensif terhadap sejumlah titik genangan akibat banjir. (Foto: Liputan6.com/Pramita T)

Kemudian, menurut Diat, BPBD Kota Serang terus melakukan pemantauan dan asesmen di lapangan. Meskipun cuaca siang ini terpantau cerah berawan, kata Diat, petugas tetap disiagakan untuk membantu evakuasi dan pembersihan lokasi bencana.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan berhati-hati, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor," tandas Diat.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir atau rob yang diperkirakan melanda wilayah pesisir Jakarta hingga periode 20 Januari 2026.

"Waspada banjir pesisir provinsi DKI Jakarta durasi 13-20 Januari 2026," demikian informasi dalam unggahan Instagram @bpbddkijakarta, Selasa (13/1/2026).

Peringatan itu dikeluarkan menyusul adanya fenomena pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan fase Bulan Baru.

BPBD menyebut, kondisi ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum yang dapat menyebabkan banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta.

"Adanya fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fenomena fase Bulan Purnama dan Perigee berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob," kata BPBD DKI Jakarta.

  1. Kamal Muara
  2. Kapuk Muara
  3. Penjaringan
  4. Pluit
  5. Ancol
  6. Kamal
  7. Marunda
  8. Cilincing
  9. Kalibaru
  10. Muara Angke
  11. Tanjung Priok
  12. Kepulauan Seribu

"Wilayah-wilayah tersebut diimbau agar lebih waspada terhadap potensi kenaikan air laut selama periode tersebut," ucap BPBD DKI Jakarta.

 

Imbau Masyarakat Aktif Memantau

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Andia S Rahman mengatakan 85 petugas dikerahkan untuk membantu evakuasi warga. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

BPBD juga mengeluarkan beberapa imbauan kepada masyarakat pesisir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan kondisi air laut, menghindari aktivitas di daerah pesisir yang berisiko terkena banjir rob terutama saat pasang tinggi, serta memastikan sistem drainase di sekitar rumah berjalan dengan baik untuk menghindari genangan air.

Selain itu, warga DKI Jakarta diminta aktif memantau informasi terkini mengenai gelombang pasang melalui situs resmi BPBD di laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut.

Masyarakat juga diimbau dapat melaporkan potensi genangan atau banjir melalui aplikasi JAKI, serta memperbarui informasi banjir di laman pantaubanjir.jakarta.go.id.

"BPBD menegaskan pentingnya keterlibatan warga dalam mitigasi dan pelaporan dini bencana di wilayahnya masing-masing. Dalam kondisi darurat, hubungi 112," tulis BPBD DKI Jakarta.

Infografis Jakarta hingga Papua Terancam Banjir Rob dan Gelombang Tinggi. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya