Standard Chartered Bakal Luncurkan Layanan Pialang Utama Kripto

Standard Chartered juga menawarkan solusi transaksi aset digital, kustodian dan tokenisasi kepada klien institusional.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 13 Januari 2026, 12:00 WIB
Standard Chartered (Foto: Standard Chartered)

Liputan6.com, Jakarta - Standard Chartered berencana meluncurkan layanan pialang utama untuk perdagangan kripto.Bisnis pialang baru ini akan menjadi bagian dari unit modal ventura milik bank multinasional Inggris, SC Ventures.

Demikian dikutip dari Yahoo Finance, seperti dilaporkan Bloomberg, Selasa (13/1/2026), didirikan sebagai Chartered Bank of India, Australia, dan China pada 29 Desember 1853, bank ini bergabung dengan Standard Bank of British South Africa pada 1969 untuk membentuk Standard Chartered.

Ketika bank berusia 172 tahun ini meluncurkan perdagangan spot untuk bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) melalui cabang Inggris pada Juli 2025, bank itu mengkalim sebagai bank penting secara sistemik global pertama yang menawarkan perdagangan spot kripto untuk klien institusional.

Standard Chartered juga menawarkan solusi transaksi aset digital, kustodian dan tokenisasi kepada klien institusional.

SC Ventures, unit inovatif bank tersebut juga mendukung platform perdagangan kripto institusional, Zodia Markets dan Zodia Custody.

Bahkan, kepala riset aset digital Standard Chartered, Geoffrey Kendrick, sering membagikan prediksi harga untuk mata uang kripto seperti BTC, XRP, dan lain-lain.

Keputusan terbaru, seperti yang dilaporkan oleh Bloomberg, muncul di tengah gelombang laporan tentang raksasa perbankan yang menjajaki layanan perdagangan kripto.

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, bank terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, JPMorgan Chase (NYSE: JPM), dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan layanan perdagangan kripto institusional.

Bank of America, bank terbesar kedua di dunia, juga baru-baru ini mengizinkan penasihat kekayaannya di Bank of America Private Bank, Merrill, dan Merrill Edge untuk merekomendasikan alokasi ke aset kripto mulai 5 Januari.

BlackRock (NYSE: BLK), manajer aset terbesar di dunia, sudah mengelola dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) BTC dan ETH spot terbesar.

Baru-baru ini, Morgan Stanley juga mengajukan permohonan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk meluncurkan ETF kripto.

 

 

Diskusi Masih Tahap Awal

Ilustrasi berbagai macam aset kripto. (Foto By AI)

Layanan pialang utama mencakup pembiayaan, pinjaman sekuritas, dan kustodian yang memungkinkan investor mengelola risiko dan berdagang lebih efisien di berbagai pasar.

Diskusi terbaru mengenai pialang kripto masih dalam tahap awal dan belum diketahui kapan Standard Chartered akan meluncurkannya, menurut laporan Bloomberg.

Keputusan untuk mendirikan pialang di bawah SC Ventures dapat membantu bank menghindari persyaratan modal yang ketat untuk aset digital, tambah laporan tersebut.

Morgan Stanley Perluas Layanan Kripto

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Sebelumnya, Morgan Stanley semakin menegaskan keseriusannya dalam menggarap industri aset digital global. Dua tahun setelah secara terbuka mengakui kripto sebagai “pergeseran paradigma” dalam sistem keuangan tradisional, bank investasi raksasa asal Amerika Serikat ini kembali mengambil langkah strategis dengan memperluas layanan kripto ke level yang lebih dalam.

Morgan Stanley’s Head of Wealth Management, Jedd Finn menegaskan dorongan ke kripto merupakan pengakuan atas perubahan fundamental dalam cara kerja infrastruktur layanan keuangan. Menurut dia, seiring berkembangnya teknologi, batas antara keuangan tradisional (tradfi) dan keuangan terdesentralisasi (defi) akan semakin kabur.

"Ini benar-benar pengakuan bahwa cara kerja infrastruktur layanan keuangan akan berubah," ujar Jedd dikutip dari laman the block, Sabtu (10/1/2026).

"Seiring waktu, seiring perkembangan infrastruktur kami, kami akan dapat berbuat lebih banyak dengan memadukan ekosistem keuangan tradisional, atau tradfi, dan keuangan terdesentralisasi, atau defi," tambahnya.

Dilansir dari theblock.co, Morgan Stanley dikabarkan tengah menyiapkan peluncuran dompet digital internal serta layanan perdagangan mata uang kripto utama, seperti Bitcoin (BTC), Ether (ETH), dan Solana (SOL), yang akan terintegrasi langsung dengan platform E-Trade.

 

Peluang Besar Morgan Stanley

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Morgan Stanley melihat peluang besar dalam menggabungkan kedua ekosistem tersebut, terutama untuk menjawab kebutuhan generasi investor baru yang lebih terbuka terhadap aset digital.

Rencana tersebut dijadwalkan berlangsung pada paruh kedua 2026, menyusul pengembangan infrastruktur teknologi dan kepatuhan regulasi yang terus dimatangkan.

Langkah ini menandai perubahan signifikan sikap Wall Street terhadap kripto, yang sebelumnya dianggap berisiko tinggi dan berada di luar arus utama sistem keuangan global. Kini, kripto justru dipandang sebagai bagian penting dari masa depan layanan keuangan.

Ekspansi Morgan Stanley ini juga sejalan dengan lonjakan minat investor institusional terhadap aset digital, terutama setelah keberhasilan ETF Bitcoin spot yang mencatatkan volume transaksi triliunan dolar.

Di tengah persaingan ketat antarbank besar, strategi ini dinilai sebagai upaya Morgan Stanley untuk tetap relevan dan tidak tertinggal dalam transformasi industri keuangan yang semakin terdigitalisasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya