Resmi: Xabi Alonso Dipecat Real Madrid usai Kalah di Final Piala Super Spanyol

Xabi Alonso resmi dipecat Real Madrid setelah kalah dari Barcelona di final Supercopa de Espana/Piala Super Spanyol. Simak kronologi dan kandidat pengganti.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 13 Januari 2026, 00:32 WIB
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, tampak kecewa setelah anak asuhnya bermain imbang 1-1 ketika menghadapi tuan rumah Girona pada laga lanjutan La Liga 2025/2026 di Montilivi, Senin (1/12/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Joan Monfort)

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid membuat keputusan besar dengan memutus kerja sama bersama Xabi Alonso secara langsung. Pengumuman ini datang tak lama setelah kekalahan di final Piala Super Spanyol/Supercopa de Espana melawan Barcelona.

Keputusan klub mengejutkan karena sang pelatih baru bergabung pada Juni 2025 sebagai penerus Carlo Ancelotti. Harapan tinggi sempat mengiringi kedatangannya karena status legenda klub dan pendekatan taktik modern.

Xabi Alonso sebenarnya sempat menunjukkan sinyal positif di awal masa kerja. Namun, rangkaian masalah dalam beberapa pekan terakhir membuat situasi sulit dikendalikan.


Kronologi Pemecatan Xabi Alonso

Pemain Real Madrid Raul Asencio (kiri) berduel memperebutkan bola dengan pemain Barcelona Marcus Rashford pada laga final Supercopa de Espana/Piala Super Spanyol antara Barcelona vs Real Madrid di Jeddah, Arab Saudi, Minggu, 11 Januari 2026. (AP Photo/Altaf Qadri)

Real Madrid menyatakan bahwa perpisahan ini terjadi berdasarkan kesepakatan bersama. Dalam pernyataan resmi, klub menyampaikan, “Real Madrid CF mengumumkan bahwa, melalui kesepakatan bersama antara klub dan Xabi Alonso, telah diputuskan untuk mengakhiri masa tugasnya sebagai pelatih tim utama.”

Pelatih berusia 44 tahun itu menghadapi tekanan berat akibat badai cedera, hasil pertandingan yang tidak konsisten, serta ketegangan di ruang ganti. Kondisi tersebut semakin terasa dalam satu hingga dua bulan terakhir.

Kemenangan semifinal Supercopa atas Atletico Madrid sempat memberi harapan akan stabilitas jangka pendek. Namun, kekalahan 2-3 di final dari Barcelona membuat manajemen mengambil langkah tegas.

Klub menegaskan bahwa hubungan emosional dengan Xabi Alonso tetap terjaga. “Xabi Alonso akan selalu mendapat kasih sayang dan kekaguman dari seluruh Madridista karena ia adalah legenda Real Madrid dan selalu mewakili nilai-nilai klub kami,” lanjut pernyataan tersebut.


Kandidat Pengganti Xabi Alonso di Santiago Bernabeu

Jurgen Klopp. Pelatih berusia 54 tahun yang kini menangani Liverpool ini belum pernah sekalipun mengalami pemecatan saat mengarsiteki Mainz 05 dan Borussia Dortmund. Ditambah saat menangangi The Reds, ia total telah mengoleksi 11 trofi juara sejak 2001. (AFP/Ben Stansall)

Real Madrid juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi staf kepelatihan. “Klub berterima kasih kepada Xabi Alonso dan seluruh tim teknis atas kerja dan dedikasi mereka, serta mendoakan yang terbaik pada tahap baru kehidupan mereka,” bunyi penutup pernyataan resmi.

Perhatian kini beralih ke sosok yang akan mengisi kursi pelatih kepala. Manajemen ingin sosok yang mampu meredam tekanan sekaligus menjaga stabilitas tim.

Nama Alvaro Arbeloa, pelatih Castilla, masuk dalam pembahasan internal. Opsi ini dinilai realistis karena pemahaman mendalam terhadap kultur klub.

Selain itu, eks pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, juga dikaitkan dalam beberapa laporan sebelumnya. Namun, langkah ini akan bergantung pada kesiapan klub dan kesediaan kandidat.

Keputusan memecat Xabi Alonso menandai fase baru bagi Real Madrid di tengah musim. Tantangan berikutnya adalah memastikan transisi berjalan cepat tanpa mengorbankan target kompetitif.

Sumber: Madrid Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya