Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) ditutup melesat signifikan pada perdagangan saham Senin, (12/1/2026). Kenaikan harga saham PWON terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah.
Mengutip data RTI, harga saham PWON ditutup naik 10,23% ke posisi Rp 388 per saham. Harga saham PWON dibuka menguat 46 poin ke posisi Rp 398 per saham. Saham PWON berada di level tertinggi Rp 440 dan level terendah Rp 363 per saham. Total frekuensi perdagangan 194.591 kali dengan volume perdagangan saham 21.111.812 saham dengan nilai transaksi Rp 858 miliar. Kapitalisasi pasar saham PWON tercatat Rp 18,69 triliun.
Advertisement
Berdasarkan data Google Finance, harga saham PWON menguat 12,14% dalam lima hari terakhir. Sementara itu, dalam satu tahun terakhir, harga saham PWON naik tipis 1,57%.
Di sisi lain, IHSG hari ini ditutup merosot 0,58% ke posisi 8.884,72. Indeks saham LQ45 turun 0,17% ke posisi 866,55. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.
Pada awal pekan ini, IHSG sempat sentuh level tertinggi 9.000,96. Namun, pada sesi kedua, IHSG berbalik arah melemah. IHSG menyentuh level terendah 8.715,4.
Pengamat pasar modal Reydi Octa menuturkan, IHSG sempat turun sekitar 2% dipicu oleh aksi ambil untung yang cukup agresif setelah indeks sempat menyentuh level psikologis 9.000.
“Di level tersebut, pasar membutuhkan katalis yang lebih kuat dan berkelanjutan agar penguatan bisa berlanjut dan bertahan di atas 9.000,” ujar dia.
Ia juga mengatakan, tekanan terhadap indeks juga semakin terasa akibat koreksi tajam pada saham-saham berisiko tinggi seperti BUMI dan DEWA yang cenderung lebih sensitif terhadap perubahan sentimen pasar. “Koreksi seperti ini masih tergolong wajar dan belum mengubah arah tren pasar secara keseluruhan,” kata dia.
Sebanyak 435 saham merosot sehingga bebani IHSG. 279 saham menguat dan 97 saham diam di tempat.
Sektor Saham
Total frekuensi perdagangan saham 5.972.586 kali dengan volume perdagangan saham 74,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 40 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.840.
Mayoritas sektor saham melemah. Sektor saham infrastruktur melemah 2,37%, dan catat koreksi terbesar. Sementara itu, sektor saham teknologi turun 1,68%, sektor saham energi terpangkas 1,39%, dan sektor saham keuangan terperosok 1,04%.
Lalu sektor saham consumer nonsiklikal merosot 0,58%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,35%.
Di sisi lain, sektor saham industri dan consumer siklikal masing-masing naik 2,22%. Sektor saham basic bertambah 0,74%, sektor saham properti melesat 0,49% dan sektor saham transportasi melejit 0,75%.
Bursa Saham Asia Pasifik
Sebelumnya, bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan saham Senin, 12 Januari 2025. Indeks Kospi di Korea Selatan ditutup ke level tertinggi sepanjang masa dengan kenaikan bursa saham Asia Pasifik.
Selain itu, investor juga mempertimbangkan kemungkinan intervensi Amerika Serikat di Iran.
Indeks Kospi menguat 0,84% ke posisi 4.624,79. Indeks Kosdaq bertambah 0,2% menjadi 949,81. Saham Hyundai Glovis melonjak hingga 7% setelah analis menaikkan target harga saham untuk perusahaan logistik Korea Selatan.
Produsen robot Boston Dynamics, di mana Hyundai Glovis memiliki 80% saham, mengumumkan kemitraan dengan Google DeepMind pada Senin lalu untuk mengintegrasikan AI ke dalam robot humanoid.
Harga minyak menjadi fokus perhatian karena Iran memasuki minggu ketiga protes, yang telah menyebabkan lebih dari 500 orang tewas, menurut sebuah kelompok hak asasi manusia yang berbasis di AS. Presiden Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan opsi intervensi di Iran, menurut beberapa laporan pada hari Minggu.
Harga minyak mentah Brent berjangka berbalik arah dan turun menjadi USD 63,05 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 0,49% menjadi USD 58,83 per barel, pada pukul 10 pagi waktu Singapura.
Harga emas spot naik lebih dari 1,6% mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar USD 4.581,29 per ons.
Indeks ASX 200 di Australia menguat 0,48% menjadi 8.759,4. Indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 1,44% ke posisi 26.608,48. Indeks saham di China daratan yakni indeks CSI 300 menguat 0,65% ke posisi 4.789,92.
Indeks Nifty 50 menguat 0,25% dan indeks BSE Sensez mendatar. Sementara itu, bursa saham Jepang libur.