Penyebab IHSG Anjlok ke Posisi 8.715

Sempat menguat pada sesi pertama perdagangan saham, Senin, (12/1/2026), laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada sesi kedua.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 12 Januari 2026, 15:33 WIB
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah dan sempat anjlok 1% pada perdagangan saham sesi kedua, Senin, (12/1/2026). Koreksi IHSG terjadi di tengah 444 saham melemah. Pada pukul 15.11 WIB, koreksi IHSG berkurang dan turun 0,55% ke posisi 8.887. Indeks saham LQ45 merosot 0,01% ke posisi 867. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pihaknya mencermati penyebab IHSG anjlok karena dibebani saham emiten-emiten energi yang sempat merosot kurang lebih 2%. Pihaknya perkirakan ada aksi ambil untung setelah beberapa emiten energi menguat signifikan.

"Saat ini nampak IHSG kembali rebound meski berada di teritori negatif. Rebound yang kami rasa wajar adanya setelah IHSG terkoreksi cukup dalam dan diperkirakan investor mengambil peluang,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan singkat.

Sementara itu, pengamat pasar modal Reydi Octa menuturkan, pelemahan IHSG sekitar 2% hari ini dipicu oleh aksi ambil untung yang cukup agresif setelah indeks sempat menyentuh level psikologis 9.000.

"Di level tersebut, pasar membutuhkan katalis yang lebih kuat dan berkelanjutan agar penguatan bisa berlanjut dan bertahan di atas 9.000,” kata Reydi.

Ia menambahkan,  tekanan terhadap IHSG juga semakin terasa akibat koreksi tajam pada saham-saham berisiko tinggi seperti BUMI dan DEWA, yang cenderung lebih sensitif terhadap perubahan sentimen pasar. “Koreksi seperti ini masih tergolong wajar dan belum mengubah arah tren pasar secara keseluruhan,” kata Reydi.

Mengutip data RTI, pada sesi kedua perdagangan saham,IHSG berada di level tertinggi 9.000,96 dan level terendah 8.715,41. Sebanyak 440 saham melemah sehingga bebani IHSG. 270 saham menguat dan 97 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 4.483.673 kali dengan volume perdagangan saham 65 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 34,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.831.

Sektor saham pun bervariasi. Sektor saham infrastruktur turun 2,3%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi susut 1,91%, sektor saham consumer nonsiklikal melemah 0,60%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,34%. Lalu sektor saham keuangan merosot 1,08%, sektor saham teknologi turun1,7%.

Di sisi lain, sektor saham basic naik 0,49%, sektor saham industri melambung 2,03%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham consumer siklikal melejit 1,72%, sektor saham properti naik tipis 0,13%, dan sektor saham transportasi menanjak 0,50%.

Pada sesi kedua, sejumlah saham yang masuk top losers antara lain saham IRSX turun 14,81%, saham HATM merosot 14,68%, saham BBSS susut 14,40%, saham HILL terpangkas 14,22% dan saham NRCA melemah 14,65%.

Selain itu, saham-saham yang masuk top gainers antara lain saham DKHH melonjak 34,83%, saham MSKY melonjak 25,58%, saham SOHO melonjak 24,85%, saham SOTS meroket 24,81%, dan saham INDS terbang 24,48%.

 

Penutupan Sesi Pertama pada 12 Januari 2026

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, pada sesi pertama, IHSG ditutup menguat terbatas 0,13% ke posisi 8.947,96. Indeks aham LQ45 melambung 0,21% ke posisi 869,85. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

IHSG sempat menyentuh level tertinggi 9.000,96 dan level terendah 8.941,71. Sebanyak 359 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 311 saham melemah sehingga menahan kenaikan IHSG. 141 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.624.176 kali dengan volume perdagangan saham 33,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 18,7 triliun.

Sektor saham bervariasi. Sektor saham consumer siklikal naik 2,9% dan catat kenaikan terbesar. Diikuti sektor saham transportasi melambung 2,35%, dan sektor saham industri meroket 2,23%. Sektor saham energi menanjak 0,26%, sektor saham basic melejit 1,56%.

Lalu sektor saham properti menguat 1,83%. Sedangkan sektor saham consumer nonsiklikal turun 0,02%, sektor saham kesehatan melemah 0,04%, sektor saham keuangan terpangkas 0,50%, sektor saham teknologi terperosok 0,41% dan sektor saham infrastruktur susut 1,06%.

 

Pembukaan IHSG pada 12 Januari 2026

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan pada awal sesi perdagangan saham, Senin (12/1/2026). IHSG hari ini menguat mengikuti bursa saham Asia Pasifik yang menghijau dan sektor saham basic memimpin kenaikan di antara sektor saham lainnya.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka naik 55,01 poin ke posisi 8.991,76 dari penutupan sebelumnya 8.936,75. Pada pukul 09.23 WIB, IHSG naik 0,39% ke posisi 8.971,56. Indeks saham LQ45 bertambah 0,59% ke posisi 873. Mayoritas indeks saham acuan menghijau pada awal pekan ini.

Awal sesi perdagangan, IHSG kembali sentuh rekor tertinggi 9.000,96 dan level terendah 8.956,01. Sebanyak 305 saham melemah sehingga bebani IHSG. 280 saham menguat dan 137 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 870.095 kali dengan volume perdagangan saham 10,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.831.

Dari 11 sektor saham, tiga sektor saham melemah. Sektor saham teknologi susut 0,63% dan sektor saham infrastruktur merosot 0,47%. Sedangkan sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 0,02%.

Di sisi lain, sektor saham basic melompat 2,36%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi menguat 0,67%, sektor saham industri melambung 0,51%. Lalu sektor saham consumer siklikal meroket 1,66%, sektor saham properti melejit 1,54%, dan sektor saham transportasi terbang 0,78%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya