Kemenekraf Apresiasi Inovasi Fesyen Ramah Lingkungan dalam Eksibisi Terbaru

Kemenekraf mengapresiasi pameran Taza 'A Tale of Tomorrow' yang mendorong industri fesyen lokal untuk menerapkan konsep berkelanjutan dan ramah lingkunga.

oleh Ahmad KhuzaifiDiterbitkan 13 Januari 2026, 13:30 WIB
Peluncuran koleksi terbaru Taza di Jakarta, 28 Februari 2025. (Liputan6.com/Henry)

Liputan6.com, Jakarta - Deputi bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Yuke Sri Rahayu menyampaikan apresiasinya kepada jenama lokal Taza yang menghasilkan eksibisi fesyen dengan cara melakukan pendekatan komunikasi bagi audiens tentang proses kreatif yang berkelanjutan.

"Melalui eksibisi ini, Taza menunjukkan bagaimana jenama lokal dapat memperluas pendekatan komunikasinya tidak hanya melalui produk tetapi juga melalui pengalaman yang bermakna bagi audiensnya," ujar Yuke dalam acara pembukaan eksibisi dan media preview Taza “A Tale of Tomorrow, dikutip dari Antara, Selasa (13/1/2026).

Yuke juga mengatakan, di tengah-tengah dinamika industri kreatif yang bergerak sangat cepat, kehadiran ruang kreatif yang mendekatkan produk jenama lokal pada audiens secara langsung itu sangatlah pentint.

"Ruang kreatif juga mengingatkan pengguna produk fesyen untuk berproses kreatif tidak hanya tentang merespons tren, melainkan tentang menyusun arah dan nilai apa yang ingin dibawakan untuk masa depan," papar dia.

Tema yang dibawakan adalah Taza yaitu 'A Tale of Tomorrow' untuk mencerminkan kematangan baru jenama lokal Indonesia yang tampil lebih reflektif dalam sebuah proses, lebih bertanggung jawab, lalu lebih sadar akan dampak setiap keputusan kreatif yang diambil.

"Kami meyakini bahwa eksibisi ini akan menjadi sumber inspirasi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan subsektor fashion dan penguatan identitas jenama lokal Indonesia di masa mendatang,”" kata Yuke.

Dorong Jenama Lokal Adopsi Konsep Fesyen Berkelanjutan

TAZA Hadirkan Exhibition A Tale of Tomorrow./copyright istimewa

Yuke berharap jenama lokal juga dapat mengusung tren sustainable fashion sebagai arah pada pandangan industri kedepannya, baik dengan cara material ataupun pewarnaan alami yang sedang diusung secara dunia.

Tak hanya itu, Yuke juga mengatakan melalui eksibisi proses kreatif bisa dilakukan jenama lokal lainnya yang tidak hanya memperlihatkan produk jadi, tetapi memperluar perhatiannya pada fesyen dunia.

Fesyen yang dimulai dari cara berpakaian, langkah kreatif yang memberikan dampak, serta mengutamakan pada keberlanjutan.

"Tren ke depan itu memang yang mengusung temanya sustainable fashion. Fashion yang dalam artian ramah lingkungan, berkelanjutan, baik bahan, materialnya maupun pewarnaannya alami," katanya.

Lima Segmen Perjalanan: Dari Alam hingga Refleksi Masa Depan

Memiliki keunikan dan nilai autentik agar dapat bertahan serta mencuri perhatian. Sebagai pendatang baru di dunia fashion modest syar’i Indonesia, Taza hadir membawa angin segar dengan menawarkan perspektif dan pendekatan berbeda.

Lebih jauh, eksibisi "A Tale of Tomorrow" ini dikemas dengan konsep imersif yang mengajak pengunjung menyelami makna di balik sehelai pakaian melalui lima segmen perjalanan atau journey. Konsep ini dirancang untuk memberikan pengalaman sensorik sekaligus kontemplatif bagi setiap pengunjung yang hadir.

Dini memaparkan urutan perjalanan tersebut mulai dari apresiasi terhadap alam sebagai penyedia bahan baku, penghargaan kepada para pekerja, hingga refleksi untuk masa depan.

"Eksibisi ini kami bagi menjadi lima journey. Pertama adalah The Shared Home yang menceritakan bumi sebagai penyedia sumber daya, kemudian The Hands Behind tentang orang-orang di balik layar, lalu The Piece That Gets You, kemudian You, dan terakhir The Ones To Come yang merupakan refleksi masa depan," kata Dini.

Perjalanan dimulai dari zona “The Shared Home” yang menggambarkan bumi sebagai rumah bersama sekaligus penyedia sumber daya alam dan bahan baku utama. Setelah itu, pengunjung diajak melangkah ke zona “The Hands Behind”, sebuah ruang apresiasi bagi tangan-tangan terampil dan para pekerja yang berdedikasi di balik proses produksi.

Narasi berlanjut ke segmen “The Piece That Gets You” yang menampilkan produk akhir yang siap dikenakan, diteruskan ke zona “You” yang menyoroti peran vital konsumen dalam rantai ekosistem fesyen.

Sebagai penutup, pengunjung dibawa ke zona “The Ones To Come”. Di ruang terakhir ini, Taza mengajak audiens untuk melakukan refleksi mendalam bahwa setiap keputusan pembelian dan penggunaan produk fesyen hari ini akan memberikan dampak langsung bagi kelestarian bumi yang akan diwariskan kepada generasi mendatang.

Infografis desainer Indonesia di pentas fesyen dunia (Liputan6.com/Trie Yasni))

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya