Saat Warga Langganan Banjir di Rangkasbitung Merindukan Embung

Warga Kampung Sentral, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, yang menjadi langganan banjir sejak lama mendambakan kehadiran embung.

oleh Tim RegionalDiterbitkan 12 Januari 2026, 14:25 WIB
Seorang warga Kampung Sentral, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, yang menjadi langganan banjir sedang menyerok air yang masuk ke rumahnya. (Liputan6.com/ Dok Is Mansur)

 

Liputan6.com, Lebak - Banjir merendam setidaknya 100-an rumah di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. Kawasan itu memang sejak lama menjadi langganan banjir karena drainase menyempit, sehingga air hujan tidak mengalir dengan lancar. Akibatnya, setiap hujan turun, banjir menggenangi rumah-rumah warga dengan ketinggian 10 cm.  

"Banjir yang menggenangi rumah warga itu di lingkungan RT 02 dan RT 03," kata Yanto, Ketua RW 13 Kampung Sentral Kabupaten Lebak, Senin (12/1/2026).

Pemukiman di wilayah itu menjadi langganan banjir jika curah hujan tinggi, karena penyebabnya saluran air tidak berjalan lancar akibat menyempitnya drainase.

Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah daerah untuk mengatasi banjir tersebut perlu dilakukan pembangunan embung untuk menampung air hujan.

Selain itu, juga melakukan penyudetan drainase di Sentral agar berjalan ke aliran Sungai Ciberang.

"Kami beberapa tahun lalu sudah mengusulkan pembangunan embung agar rumah warga tidak tergenang banjir," kata Yanto.

Sementara itu, Encup (55), warga Sentral Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku rumah miliknya tergenang banjir, Senin dini hari akibat curah hujan tinggi hingga pagi hari.

"Kami dan tetangga yang rumahnya tergenang banjir terpaksa melakukan pengerukan air yang menggenangi setinggi 10 sentimeter," katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Sukanta mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR agar ada perbaikan drainase, sehingga arus air berjalan lancar.

Selain itu, pihaknya tengah melakukan peninjauan di tujuh rumah yang mengalami longsor di Kecamatan Bayah.

"Kami tentu akan melaporkan bencana banjir dan longsor ke pimpinan untuk ditindaklanjuti," katanya.

Waspada Banjir dan Longsor

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, meminta masyarakat agar waspada terhadap potensi bencana banjir dan longsor sehubungan curah hujan di daerah itu meningkat.   

Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta di Lebak, Senin, mengatakan beberapa hari ke depan curah hujan meningkat dan berpotensi menimbulkan bencana banjir dan longsor serta pergerakan tanah. 

Saat ini, curah hujan intensitas sedang melanda wilayah Kabupaten Lebak sejak, Senin dini hari hingga pagi ini masih berlangsung.

BPBD Lebak minta masyarakat khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana alam agar waspada menghadapi cuaca ekstrem tersebut. 

Bila curah hujan intensitas lebat disertai angin kencang, sebaiknya warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman guna menghindari korban jiwa. 

"Kami berharap warga tetap tenang dan waspada jika curah hujan terus meningkat," katanya menjelaskan. 

Menurut dia, selama ini, wilayah Kabupaten Lebak berpotensi menimbulkan bencana banjir dan longsor, karena topografi alamnya daerah aliran sungai dan pegunungan serta perbukitan.

Karena itu, BPBD Lebak kini siaga menghadapi bencana alam tersebut dengan mengoptimalkan posko utama yang melibatkan petugas kebencanaan sekitar 35 orang dan dibantu relawan masing-masing satu kecamatan satu orang di 28 kecamatan.

Selain itu juga pihaknya menyiagakan peralatan evakuasi penyelamatan pascabencana guna meminimalisasi korban jiwa.

Peralatan evakuasi itu di antaranya kendaraan roda dua, roda empat, perahu, pelampung, gergaji mesin, tenda, tambang dan lainnya, termasuk kesiapsiagaan logistik.

Selain itu juga BPBD Lebak berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan kebencanaan, seperti PUPR, Dinas Ketapang, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Polri, TNI, Basarnas, BNPB dan lainnya.

"Kita bergerak cepat melakukan evakuasi ke lapangan setelah menerima laporan adanya bencana alam itu," kata Sukanta.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya