Liputan6.com, Jakarta - Data ekonomi Amerika Serikat (AS) yakni data harga konsumen, harga produsen hingga penjualan ritel diprediksi menjadi sorotan utama pada pekan ini di wall street. Hal ini seiring pelaku pasar dan investor mengamati sinyal apapun tentang apa yang mungkin dilakukan the Federal Reserve (the Fed) pada pertemuan akhir Januari. Pada Jumat pekan lalu, pelaku pasar memprediksi peluang 95% kalau the Fed akan mempertahankan suku bunga acuan.
Mengutip Yahoo Finance, ditulis Senin (12/1/2026), musim laporan keuangan perusahaan juga akan dimulai. Bank-bank terbesar di Amerika Serikat (AS) akan merilis laporan keuangan. JPMorgan akan melaporkan kinerja keuangan pada Selasa pekan ini. Sedangkan Bank of America, Wells Fargo dan Citigroup akan merilis laporan keuangan pada Rabu pekan ini.
Advertisement
Selain itu, perusahaan investasi yakni Goldman Sachs dan Morgan Stanley serta produsen chip utama Taiwan Semiconductor juga akan merilis kinerja keuangan pada Kamis pekan ini.
Perlambatan Pasar Tenaga Kerja pada 2025
Laporan pekerjaan pada Desember yang dirilis pada Jumat pekan lalu menunjukkan kepada investor bagian terakhir dari data pasar tenaga kerja utama pada 2025.
Saat diumumkan, tahun tersebut merupakan tahun terburuk bagi pertumbuhan lapangan kerja AS di luar resesi sejak 2003.
Sekitar 584.000 lapangan kerja ditambahkan ke dalam perekonomian AS pada 2025, turun dari 2 juta pada 2024. Selain itu, jumlah perolehan lapangan kerja itu pertama kali kurang dari 1 juta per tahun dengan pengecualiaan pada 2008,2009 dan 2020, sejak 124.000 lapangan kerja diciptakan pada 2003.
Namun, seperti yang ditunjukkan oleh reaksi pasar terhadap laporan ketenagakerjaan pada Jumat pekan ini, ada kekhawatiran keadaan akan menjadi lebih buruk.
"Kondisi pasar tenaga kerja mendingin tetapi hampir tidak terpuruk,” ujar Head of Economic Research Renaissance Macro, Neil Dutta.
Fokus Investor
Tingkat pengangguran mencapai 4,4% pada Desember, terendah dalam empat bulan. Jika investor berfokus pada apakah keadaan menjadi lebih baik atau lebih buruk, dibandingkan apakah keadaan saat ini baik atau buruk, pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda menuju tahun 2026.
Namun beberapa analis pada Jumat, termasuk Dutta, Rick Rieder dari BlackRock, dan Samuel Tombs dari Pantheon Macroeconomics, semuanya mencatat tingkat pengangguran kaum muda masih cukup tinggi, dengan pengangguran di kalangan pekerja berusia 16-24 tahun kini sebesar 10,4%. Angka tersebut naik dari 9% tahun lalu, dan 8% pada Desember 2023.
Ditambah lagi dengan peningkatan jumlah pengangguran yang mencari pekerjaan selama lebih dari 27 minggu, jumlah ini meningkat menjadi 1,95 juta pada bulan Desember dari 1,56 juta pada tahun lalu dan sekarang merupakan seperempat dari jumlah pengangguran, dan pasar tenaga kerja AS jelas kurang dinamis.
Pendatang baru dalam angkatan kerja, seperti lulusan perguruan tinggi dan profesional yang ingin, atau terpaksa, melakukan perubahan, melihat lebih sedikit peluang yang ada di pekerjaan mereka.
Pasar tenaga kerja AS selama beberapa waktu digambarkan sebagai pasar dengan tingkat upah yang rendah, tetapi ketika kabut penundaan data selama tiga bulan mulai menghilang, data ketenagakerjaan pada Jumat menawarkan angka-angka yang membuat meme ini sedikit lebih nyata.
Musim Laporan Keuangan
"[Meskipun] pertumbuhan AS solid, tenaga kerja berbasis luas tidak benar-benar berpartisipasi dalam vitalitas ekonomi ini,” tulis CIO BlackRock, Rick Rieder dalam email pada Jumat.
"Kita bisa merasa nyaman dengan fakta PHK cukup rendah, seperti yang ditampilkan dalam data PHK Challenger, namun dengan perekonomian yang saat ini beroperasi pada tingkat yang kuat, hal ini memberikan kita jeda untuk memikirkan seperti apa situasinya jika perekonomian mulai melambat dan perusahaan mulai melakukan PHK?,” ia menambahkan.
Ketika JPMorgan melaporkan hasil kuartal keempatnya pada Selasa pagi, musim pendapatan terbaru (tidak) secara resmi akan berlangsung.
Bank-bank besar minggu ini diperkirakan mencatatkan rekor tahun bagi industri ini, dan tahun kedua berturut-turut saham mereka secara kolektif mengungguli pasar.
Data dari FactSet yang diterbitkan pada Jumat menunjukkan investor memperkirakan pendapatan kuartal keempat akan mengungkapkan pertumbuhan laba tahunan di perusahaan-perusahaan S&P 500 selama 10 kuartal berturut-turut, dengan perusahaan-perusahaan dalam indeks secara kolektif diperkirakan akan melaporkan kenaikan pendapatan sebesar 8,3% dibandingkan tahun sebelumnya hingga akhir 2025.