Risiko Keamanan, AS Imbau Warganya Tinggalkan Venezuela Segera Mungkin

AS tetapkan Venezuela pada Level 4. Yaitu jangan bepergian atau level tertinggi dalam peringatan perjalanan pemerintah AS.

oleh Tim GlobalDiterbitkan 11 Januari 2026, 15:05 WIB
Penangkapan dilakukan atas perintah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait tuduhan narkoterorisme, perdagangan narkoba internasional, dan penyelundupan kokain. Tampak dalam foto, seorang wanita mengibarkan bendera Venezuela di antara anggota Angkatan Bersenjata Bolivarian Nasional selama demonstrasi dukungan untuk mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores di Caracas pada 6 Januari 2026. (Federico PARRA/AFP)

Liputan6.com, Washington D.C - Biro Urusan Konsuler Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) memperingatkan warganya di Venezuela untuk segera meninggalkan negara itu menyusul situasi keamanan yang terus memburuk, dalam peringatan yang dirilis pada Sabtu (10/1/2026). Peringatan ini dikeluarkan setelah penerbangan internasional mulai kembali beroperasi.

Dalam unggahan di platform X, Biro Urusan Konsuler menyatakan bahwa situasi keamanan di Venezuela “masih tidak stabil” dan terus berubah, menciptakan risiko serius bagi warga AS di wilayah tersebut, dikutip dari laman Antara News, Minggu (11/1).

Salah satu risiko yang disorot adalah laporan bahwa kelompok milisi bersenjata yang dikenal sebagai colectivos mendirikan barikade jalan dan memeriksa kendaraan untuk mencari bukti kewarganegaraan AS atau dugaan dukungan terhadap Amerika Serikat.

Peringatan itu mengulangi bahwa Venezuela berada pada Level 4: Jangan Bepergian, level tertinggi dalam peringatan perjalanan pemerintah AS, karena adanya berbagai ancaman serius terhadap warga AS, termasuk penahanan ilegal, penyiksaan selama penahanan, terorisme, penculikan, penegakan hukum secara sewenang-wenang, kejahatan, kerusuhan sipil, dan buruknya infrastruktur kesehatan.

Warga AS di Venezuela didesak untuk tetap waspada dan berhati-hati saat melakukan perjalanan darat, serta secara rutin memantau komunikasi dan situs web maskapai penerbangan guna mendapatkan informasi terbaru tentang penerbangan yang tersedia. 

Pemerintah AS juga menekankan bahwa layanan konsuler rutin maupun darurat di Venezuela tetap ditangguhkan, karena Kedutaan Besar AS di Caracas telah ditutup sejak Maret 2019. Ini berarti pemerintah Amerika Serikat tidak dapat memberikan layanan darurat langsung kepada warga AS yang masih berada di Venezuela.

Peringatan ini muncul beberapa hari setelah operasi militer besar-besaran Amerika Serikat di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya pada awal Januari, sebuah langkah yang memicu ketidakstabilan politik dan kekhawatiran keamanan di negara tersebut.

Otoritas AS menilai peningkatan aktivitas kelompok bersenjata dan kondisi sosial yang tidak menentu mempertinggi risiko bagi warga Amerika Serikat, dan meminta mereka untuk meninggalkan Venezuela “secepat mungkin” demi keselamatan pribadi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya