Rusia Tetap Patuhi Perjanjian Kemitraan Strategis dengan Venezuela

Duta Besar Rusia untuk Venezuela, Sergey Melik-Bagdasarov, kepada RIA Novosti menyampaikan, perjanjian kemitraan dan kerja sama strategis antara Rusia dan Venezuela tetap menjadi satu-satunya tolok ukur untuk pengembangan hubungan bilateral lebih lanjut.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 10 Januari 2026, 10:30 WIB
Pesawat militer Rusia mendarat secara diam-diam di Venezuela (AFP Photo)

Liputan6.com, Jakarta - Perjanjian kemitraan dan kerja sama strategis antara Rusia dan Venezuela tetap menjadi satu-satunya tolok ukur untuk pengembangan hubungan bilateral lebih lanjut. Hal itu disampaikan Duta Besar Rusia untuk Venezuela, Sergey Melik-Bagdasarov, kepada RIA Novosti.

Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil pada Jumat mengatakan bahwa ia telah bertemu dengan Sergey Melik-Bagdasarov dan menerima jaminan dukungan dan solidaritas dari Moskow setelah serangan AS terhadap Venezuela.

"Perjanjian antar pemerintah tentang kemitraan dan kerja sama strategis, yang telah mulai berlaku, adalah satu-satunya prinsip panduan untuk penguatan hubungan kita secara komprehensif lebih lanjut," ujar Dubes Rusia tersebut kepada RIA Novosti setelah pertemuannya dengan Yvan Gil, melansir Antara, Sabtu (10/1/2026).

"Implementasi tugas-tugas yang diidentifikasi selama kontak bilateral di tingkat tertinggi dan luas, termasuk menindaklanjuti hasil pertemuan ke-19 komisi antar pemerintah tingkat tinggi Rusia-Venezuela yang baru saja diadakan, tentu akan terus berlanjut," sambung dia.

Awal bulan ini, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan komitmen Rusia untuk memperkuat kemitraan strategis dengan Venezuela selama percakapan telepon dengan Delcy Rodriguez, menyusul serangan AS terhadap Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani undang-undang yang meratifikasi Perjanjian Kemitraan dan Kerja Sama Strategis dengan Venezuela pada akhir Oktober.

 

Pembicaraan Kedua Pihak

Musisi dari National System of Orchestras of Venezuela berusaha memecahkan rekor dunia bermain orkestra terbesar di dunia, di Caracas pada 13 November 2021. Rekor konser terbesar saat ini masih dipegang oleh Rusia sejak 2019 dengan peserta 8.097 musisi. (Federico PARRA/AFP)

Pada 7 Mei 2025, Putin dan Maduro mengadakan pembicaraan di Moskow dan menandatangani perjanjian tentang kemitraan dan kerja sama strategis, yang mendorong peningkatan kerja sama di bidang ekonomi, energi, pertambangan, dan sektor strategis lainnya.

Perjanjian tersebut menyatakan bahwa kedua pihak sangat menentang tindakan koersif dan restriktif sepihak, termasuk yang bersifat ekstrateritorial, yang merupakan pelanggaran terhadap Piagam PBB dan norma serta prinsip hukum internasional lainnya yang diakui secara universal.

Kedua pihak juga sepakat untuk berkontribusi pada pembentukan infrastruktur keuangan Rusia-Venezuela yang independen.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, kedua pihak akan bekerja sama dalam isu-isu pengendalian senjata, perlucutan senjata, dan non-proliferasi, yang diharapkan dapat memastikan stabilitas internasional dan keamanan yang setara dan tidak terpecah bagi semua negara tanpa kecuali.

Infografis Perang Ukraina Vs Rusia Masuki Tahun Ke-3 dan Klaim Tentara Tewas. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya