Warga Pidie Jaya Bingung Bersihkan Lumpur Tebal di Rumah Mereka: Tenaga Sudah Habis, Bayar Orang Tak Punya Uang

Saat ini, kondisi rumah-rumah warga di gampong atau desa Blang Cut Pidie Jaya masih tertimbun lumpur dengan ketinggian bervariasi.

oleh Lia HarahapDiterbitkan 09 Januari 2026, 23:21 WIB
Endapan lumpur di salah satu wilayah di Pidie Jaya (Dok: Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat korban banjir bandang dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya berharap pertolongan agar rumah mereka yang tertimbun lumpur akibat banjir dapat dibersihkan. Mereka tak mampu jika hanya mengandalkan tenaga si pemilik rumah.

"Saat ini yang warga butuhkan adalah pembersihan rumah, karena jika hanya mengandalkan tenaga masing-masing pemilik rumah tidak sanggup," kata Keuchik/Kepala Desa Blang Cut, Muhammad Jamin di Pidie Jaya, Jumat (9/1/2026).

Saat ini, kondisi rumah-rumah warga di gampong atau desa yang dipimpinnya masih tertimbun lumpur dengan ketinggian bervariasi.

"Saat ini berbagai pihak juga sedang melakukan pembersihan jalan yang tidak dapat diakses karena tertimbun lumpur. Alat berat juga sudah dikerahkan untuk pembersihan jalan," katanya.

435 Warga Mengungsi karena Rumah Penuh Lumpur

Kabupaten Pidie Jaya, termasuk kecamatan Meureudu, dikenal karena produktivitas padinya yang tinggi dan bahkan telah menerima penghargaan dari Kementerian Pertanian. Pada tahun-tahun sebelumnya, hasil panen rata-rata dilaporkan mencapai sekitar 8,5 ton per hektare. Tampak foto udara menunjukkan para komuter yang berkendara melewati sawah yang terendam lumpur setelah banjir bandang di Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, pada Senin 8 Desember 2025. (Chaideer MAHYUDDIN/AFP)

Saat ini, 435 jiwa penduduk yang menetap di gampong tersebut mengungsi karena rumah mereka tertimbun lumpur.

"Warga malam hari mengungsi ke Komplek Kantor Bupati Pidie Jaya dan pada pagi hingga sore pulang ke kampung untuk melihat apa yang bisa dikerjakan," katanya.

Pihaknya saat ini sangat berharap agar lumpur yang ada di perkarangan rumah dapat di kerok dan diangkut menggunakan alat berat sehingga warga dapat membersihkan lumpur dalam rumah.

"Kami juga berharap ada bantuan cangkul, sekop dan gerobak tangan agar masyarakat dapat membersihkan rumah dan berharap akan ada relawan yang ikut membantu nantinya," katanya.

 

Berharap Endapan Lumpur di Rumah Bersih Sebelum Ramadan

Warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti sekolah, musala atau masjid dan rumah-rumah kerabat yang berada di dataran lebih tinggi. Tampak foto udara menunjukkan sebuah ekskavator sedang membersihkan lumpur dari banjir bandang di jalan utama yang menghubungkan Aceh dan Sumatera Utara di Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, pada Jumat 28 November 2025. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Ia menambahkan pembersihan rumah tersebut dapat segera dilakukan karena tidak lama lagi akan memasuki bulan Ramadan.

"Kami berharap saat Ramadan tiba dapat tinggal di rumah walau dalam keadaan keterbatasan," katanya.

Hal senada juga disampaikan Rohana Warga Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu. Mereka sangat berharap agar lumpur yang menutup halaman rumah dapat segera dikeruk.

"Kami sangat berharap lumpur dikeruk, karena jika tidak dikeruk dan diangkut, saat rumah kami bersihkan air akan masuk ke dalam rumah," katanya.

Ia bersama sang suami secara perlahan-lahan membersihkan lumpur yang menimbun dalam rumahnya sekitar 1,5 meter. Namun saat hujan, air kembali masuk ke rumah karena posisi tanah di luar rumah lebih tinggi.

"Kalau untuk membayar orang kami tidak sanggup karena tidak ada uang. Semua yang ada di rumah tidak bisa kami gunakan lagi," katanya.

Pihaknya berharap agar ada tambahan alat berat untuk membersihkan rumah-rumah di daerah yang paling parah tertimbun lumpur banjir bandang.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya