Liputan6.com, Brebes: Warga Desa Pegejugan, Brebes, Jawa Tengah, secara turun-temurun menjadikan rumput teki sebagai salah satu menu makanan mereka--yang sudah diolah, tentunya. Padahal, rumput yang biasa tumbuh di rawa-rawa itu juga biasa dimakan hewan ternak.
Pak Warga dan Saijah, istrinya, adalah seorang di antara pencari dan pengolah rumput teki. Pasangan beranak sembilan ini mengaku sudah puluhan tahun mengumpulkan dan makan rumput teki. Untuk mencari rumput teki, Warga bersama Saijah mengaku membawa sepeda dan sebuah pacul buat menggali tanah, termasuk beberapa bungkus makanan sebagai bekal.
Warga biasa menyusuri rawa-rawa sejak pagi hingga menjelang malam. Umumnya, mereka mengaku mendapat sekitar satu kilogram rumput teki. Jumlah tersebut didapat tak cuma di satu lokasi, melainkan di beberapa tempat selama pencarian sehari penuh itu.
Menurut Warga, yang diambil dari rumput teki adalah umbinya yang kemudian diulah menjadi keripik. Untuk itu, diperlukan waktu selama dua hingga tiga hari. Saijah menambahkan, keripik teki cukup disukai warga Desa Pegejugan. Mereka biasa menjual keripik teki mentan seharga Rp 20 ribu. Dari hasil menjual rumput teki ini, Warga dan Saijah mampu menyekolahkan anaknya hingga tingkat SMP.(SID/Sugihartono dan Budi Harto)
Pak Warga dan Saijah, istrinya, adalah seorang di antara pencari dan pengolah rumput teki. Pasangan beranak sembilan ini mengaku sudah puluhan tahun mengumpulkan dan makan rumput teki. Untuk mencari rumput teki, Warga bersama Saijah mengaku membawa sepeda dan sebuah pacul buat menggali tanah, termasuk beberapa bungkus makanan sebagai bekal.
Warga biasa menyusuri rawa-rawa sejak pagi hingga menjelang malam. Umumnya, mereka mengaku mendapat sekitar satu kilogram rumput teki. Jumlah tersebut didapat tak cuma di satu lokasi, melainkan di beberapa tempat selama pencarian sehari penuh itu.
Menurut Warga, yang diambil dari rumput teki adalah umbinya yang kemudian diulah menjadi keripik. Untuk itu, diperlukan waktu selama dua hingga tiga hari. Saijah menambahkan, keripik teki cukup disukai warga Desa Pegejugan. Mereka biasa menjual keripik teki mentan seharga Rp 20 ribu. Dari hasil menjual rumput teki ini, Warga dan Saijah mampu menyekolahkan anaknya hingga tingkat SMP.(SID/Sugihartono dan Budi Harto)