Penjualan Sepeda Motor di Indonesia Naik Tipis

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) melaporkan realisasi penjualan sepeda motor di pasar domestik sepanjang 2025 mencapai 6.412.769 unit

oleh Arief AszhariDiterbitkan 10 Januari 2026, 08:11 WIB
Industri sepeda motor memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap pendapatan negara dari segi pajak dan lapangan kerja.

Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) melaporkan realisasi penjualan sepeda motor di pasar domestik sepanjang 2025 mencapai 6.412.769 unit.

Angka tersebut tumbuh 1,3 persen dibandingkan periode Januari–Desember tahun sebelumnya. Capaian ini menutup proyeksi AISI yang sejak awal tahun lalu memperkirakan penjualan berada di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit.

Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, menjelaskan stabilitas pasar sepeda motor domestik pada 2025 tidak terlepas dari kemampuan industri dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap alat transportasi yang efisien dan efektif.

Menurutnya, sepeda motor masih menjadi sarana produktif yang banyak dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari di tengah kondisi daya beli yang melemah pada tahun lalu.

"Rata-rata per bulan penjualan sepeda motor domestik di angka 535.000 unit. Ini menggambarkan sepeda motor memang sangat dibutuhkan karena efisien dan efektif dipakai untuk memenuhi kebutuhan ekonomi maupun untuk leisure dan gaya hidup masyarakat kita," ujar Sigit, dalam keterangan resmi, Jumat (9/1/2026).

"Kami berharap pertumbuhan ini akan berlanjut tahun ini sehingga industri sepeda motor dapat terus berkontribusi menggerakkan ekonomi tahun ini," tambah Sigit.

Berdasarkan data AISI, segmen skutik masih mendominasi permintaan sepeda motor baru di pasar domestik sepanjang 2025 dengan kontribusi mencapai 91,7 persen.

Sementara itu, motor jenis underbone menyumbang 4,46 persen, tipe sport 3,51 persen, dan sepeda motor listrik masih berkontribusi di bawah 1 persen.

Sigit juga menyoroti peran penting industri pembiayaan dalam menjaga stabilitas pasar. Dengan pendanaan yang relatif kuat dan sehat, masyarakat memiliki kemudahan untuk membeli sepeda motor.

Penurunan Daya Beli

Sepanjang 2025, pembelian secara kredit berkontribusi sekitar 65 persen, menjadikan industri pembiayaan sebagai support system utama bagi pertumbuhan permintaan.

"Tahun lalu diwarnai penurunan daya beli terutama di masyarakat ekonomi menengah dan mereka memilih membeli sepeda motor untuk menopang kegiatan ekonomi produktif mereka. Ini juga membuat market tahun lalu tetap tumbuh meski tidak besar," tegas Sigit.

Dari sisi wilayah, pertumbuhan permintaan di luar Pulau Jawa mampu mengompensasi penurunan penjualan di Pulau Jawa.

Selain itu, AISI mencatat pasar tetap bergairah melalui kehadiran produk-produk baru serta penyelenggaraan Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 di ICE BSD pada 24–28 September.

Pameran tersebut mencatat 103.789 pengunjung, penjualan lebih dari 1.500 unit sepeda motor, dan nilai transaksi Rp 70 miliar.

Di sisi lain, kinerja ekspor juga meningkat dengan pengiriman 544.133 unit sepeda motor CBU, 8.139.894 set CKD, serta 138.455.487 pcs ekspor part sepanjang 2025.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya