Liputan6.com, Jakarta - Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (UGM) merilis survei kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan dan pelayanan transportasi pada angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Hasilnya, pesawat dan kapal penyeberangan jadi moda transportasi dengan nilai kepuasan tertinggi.
Mengutip hasil survei tersebut, Jumat (9/1/2026), proporsi responden memberi penilaian positif sebesar 90,9 persen. Dengan sebanyak 43,9 persen di antaranya merasa puas, dan 47 persen sangat puas. Dengan indeks kepuasan masyarakat mencapai 87,43 persen atau sangat puas.
Advertisement
Total responden yang terlihat dalam survei ini sebanyak 9.999 orang yang terbagi ke dalam beberapa kelompok pengguna transportasi. Pengguna kendaraan pribadi dalam bentuk mobil dan motor jadi yang terbanyak dengan 3.415 responden dan indeks kepuasan 84,76 persen.
Bus jadi yang terbanyak kedua dengan 2.259 responden dan indeks kepuasan 85,32 persen. Lalu pesawat dengan 1.396 responden dan indeks kepuasan 88,98 persen, serta kapal laut dengan 1.090 responden dan indeks kepuasan 88,09 persen.
Sementara angkutan kereta api yang memiliki jumlah responden 1.038 orang meraih indeks kepuasan mencapai 93,38 persen. Lalu kapal penyebrangan yang diakomodasi oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dengan 801 responden dan indeks kepuasan 93,31 persen.
Khusus untuk indeks kepuasan masyarakat menurut kategori prasarana, pesawat udara mendapat nilai tertinggi dengan angka kepuasan mencapai 94,4 persen. Disusul ASDP 91,6 persen, kereta api 90,1 persen, kapal laut 87,7 persen, dan bus 84,9 persen.
Pesawat dan Penyeberangan Raih Kepuasan Tertinggi
Adapun berdasarkan kategori sarana, kapal penyeberangan ASDP meraih tingkat kepuasan tertinggi dengan 94,6 persen, disusul pesawat dengan perbedaan tipis lewat skor 94,5 persen. Diikuti kereta api dengan 90 persen, kapal laut 88,7 persen, angkutan pribadi 85,6 persen, dan bus 82,8 persen.
Sedangkan dari sisi manajemen transportasi, pesawat memimpin dengan tingkat kepuasan 92,8 persen. Diikuti ASDP dengan 91,6 persen, kereta api 88,7 persen, kapal laut 88,2 persen, bus 83,1 persen, dan angkutan pribadi 81,3 persen.
Dari sisi kebijakan, pengguna kapal penyeberangan ASDP merasa paling puas dengan skor 92,2 persen. Diikuti pesawat dengan rentang cukup jauh di angka 80,7 persen, kapal laut 80,6 persen, bus 76,4 persen, angkutan pribadi 76 persen, dan kereta api 73,3 persen.
Catatan untuk Kapal Penyeberangan dan Pesawat
Meskipun mendapat skor tingkat kepuasan masyarakat tinggi, kapal penyeberangan dan pesawat tetap memiliki beberapa catatan. Menurut hasil analisis kebijakan, angkutan penyeberangan memiliki beberapa masalah seperti akses tiket masih terkendala bagi sebagian penumpang saat puncak pemberangkatan.
Kemudian, konsentrasi perjalanan meningkat pada waktu tertentu saat adanya diskon tarif tiket 15 persen, koordinasi bongkar muat dan layanan belum sepenuhnya optimal, kepadatan masih muncul di titik akses tertentu saat waktu puncak, hingga peran posko sebagai pusat koordinasi dinilai belum optimal.
Sementara untuk angkutan udara, manfaat penurunan harga tiket dianggap belum dirasakan merata saat lonjakan permintaan. Lalu, ketepatan waktu dan manajemen jadwal terganggu saat periode puncak, serta kualitas layanan bandara menurun akibat lonjakan penumpang.