Arya Saloka Jalani Transformasi Fisik dan Mental di Vidio Original Series Algojo, Keluar dari Zona Nyaman

Arya Saloka menjalani debut action lewat Algojo, menghadapi transformasi fisik ekstrem dan tantangan emosional berat.

oleh Aisyah Ichsani MaulidaDiterbitkan 09 Januari 2026, 14:30 WIB
Arya Saloka menceritakan perubahan ekstrem untuk series action pertamanya saat screening dan konferensi pers di Gandaria City XXI, Kamis (8/1/2026). (Foto: Aisyah Ichsani Maulida/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Vidio memulai awal tahun 2026 dengan Original Series Algojo, sebuah series action yang menyerukan gambaran kerasnya Jakarta dan konflik moral para karakternya. Series ini menjadi salah satu produksi action tersebar Vidio dengan total delapan episode. Algojo menarik perhatian publik karena menghadirkan Arya Saloka dalam genre yang belum pernah ia jajal sebelumnya.

Selama ini dikenal lewat drama dan karakter emosional, Arya kini tampil dalam dunia penuh kekerasan, tekanan, dan pilihan hidup yang ekstrem.

Dalam series ini, Arya berperan sebagai Zar, seorang "anjelo" atau pengantar dan penjemput pekerja seks yang menjalani hidup sederhana di pinggiran kota. Hidup Zar berubah drastis ketika ayahnya tanpa sengaja menjadi saksi pembunuhan seseorang yang membuat keluarganya ikut terancam.

Bagi Arya, karakter Zar bukanlah pahlawan tanpa cela. Zar adalah manusia biasa yang hidup di lingkungan keras dan harus membuat keputusan sulit untuk bertahan hidup.


Transformasi Fisik Ekstrem Demi Karakter

Arya Saloka harus mengubah penampilan fisik demi karakter Zar. (Foto: Aisyah Ichsani Maulida/Liputan6.com)

Salah satu tantangan terbesar Arya dalam Algojo adalah transformasi fisik yang drastis. Permintaan khusus dari sutradara membuatnya harus menurunkan berat badan secara ekstrem agar sesuai dengan latar belakang Zar.

“Permintaan khusus dari Rahabi adalah saya harus kurus. Jadi kalau enggak salah kurang lebihnya 14 kilo,” ujar Arya Saloka pada acara screening dan press conference Vidio Original Series Algojo di Gandaria City XXI, Kamis (8/1/2026).

Proses tersebut dilakukan dengan disiplin ketat, mulai dari pengaturan pola makan hingga latihan fisik yang intens, demi menghadirkan karakter Zar yang terasa nyata dan logis di layar.


Syuting Saat Puasa dan Adegan Laga Berat

Arya Saloka jalani syuting Algojo di bulan puasa. (Foto: Aisyah Ichsani Maulida/Liputan6.com)

Tantangan Arya tidak berhenti setelah perubahan fisiknya. Proses syuting Algojo sebagian besar dilakukan saat bulan Ramadan, termasuk adegan-adegan laga berat yang menguras tenaga. “Iya di bulan puasa banyak sekali adegan fighting-nya, khususnya final battle sama Randy,” ujar Arya Saloka.

Selain kelelahan fisik, Arya juga perlu mempertahankan konsentrasi emosional. Ia berpendapat bahwa adegan pertarungan dalam Algojo lebih dari sekadar sebuah koreografi, tetapi refleksi dari konflik batin karakter Zar yang terus-menerus tertekan oleh keadaan.


Kepercayaan dan Kedewasaan Berakting

Meski melalui proses berat, Arya mengaku bersyukur mendapat kepercayaan besar yang diberikan tim produksi serta sutradara Rahabi Mandra. Kerja sama mereka bukan hal baru dan membuat Arya merasa aman.

“Sama Rahabi sebenarnya udah lama sekali dari 2015. Jadi udah tau pemikiran dia, udah tahu ini akan jadi seperti apa per adegannya,” ungkapnya.

Ia juga menyebut proyek Algojo sebagai pengalaman yang membuka perspektif baru dalam kariernya. Lewat Algojo, Arya Saloka tidak hanya mencoba genre baru, tetapi juga menunjukkan kedewasaan sebagai aktor yang berani keluar dari zona nyaman.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya