Pramono Anung Ungkap Dua Proyek Infrastruktur di Jakarta yang Segera Jalan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung beberkan dua proyek yang segera jalan di Bulan Januari 2026 ini.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 08 Januari 2026, 14:35 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau Taman Gapura Muka di Cakung, Jakarta Timur, Selasa (6/1/2026) (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan penghubung dari Ancol menuju Jakarta Internasional Stadium (JIS) dalam waktu dekat.

"Jadi untuk JIS jembatannya tanggal 25 Januari saya akan melakukan groundbreaking,” kata Pramono, di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (8/12/2026).

Pramono berharap pembangunan jembatan penghubung tersebut, bakal menjadi solusi kemudahan akses bagi pengunjung, mengurai kemacetan dan beban parkir di JIS.

Selain itu, nantinya jembatan penghubung tersebut bakal mengintegrasikan JIS dengan tempat wisata Ancol.

Selain jembatan JIS, Pramono juga mengungkap rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk membongkar tiang-tiang monorel terbengkalai yang akan segera dimulai.

"Dan juga untuk minggu depan, mudah-mudahan kebetulan hadir hari ini dari Bapak Asisten Kejaksaan, untuk (tiang) monorel kita akan mulai bongkar. Harinya sudah kita tentukan hari Rabu," ungkap dia.

Politikus PDIP ini memastikan, pembongkaran tiang monorel  itu tidak akan menimbulkan kemacetan.

Menurutnya, pelaksanaan proses pembongkaran akan dimaksimalkan pada malam hari sehingga tidak mengganggu padatnya lalu lintas pada pagi hari.

"Dan tentunya saya juga sudah meminta kepada Dinas Bina Marga untuk pembongkaran harus maksimal dilakukan malam hari, supaya tidak mengganggu transportasi yang ada di Rasuna Said," kata Pramono.

Tak Dipenuhi PT Adhi Karya

Menurut Pramono, pembongkaran dilakukan secara mandiri oleh Pemprov DKI usai PT Adhi Karya Tbk, selaku pihak yang terlibat dalam proyek monorel tidak memenuhi permintaan Pemprov DKI sesuai tenggat waktu yang ditetapkan dalam surat yang dikirim pada November 2025.

Pemprov DKI memberikan ultimatum kepada PT Adhi Karya tak lama setelah menerima surat dari Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang menyatakan bahwa persoalan hukum terkait proyek tersebut telah selesai, sehingga langkah penataan kawasan dapat dilanjutkan.

"Adhi Karya sudah kami surati dan batas waktunya sudah lewat, kami akan melakukan sendiri. Dan nanti akan kami taruh di mana, tempat yang dibongkar tentunya menjadi kewenangan Jakarta sepenuhnya,” kata Pramono.

 

Penjelasan PT Adhi Karya

Sementara, Manajemen PT Adhi Karya Tbk (ADHI) pernah buka suara mengenai rencana Pramono Anung untuk membongkar struktur proyek monorel mangkrak di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Respons diberikan sebelum Pemprov DKI Jakarta bersurat terkait tenggat waktu pembongkaran.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin (27/10/2025), Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya Tbk Rozi Sparta menuturkan, pihaknya telah bertemu dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membahas langkah pendampingan hukum atas rencana pembersihan dan pembongkaran tiang eks monorail yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Skema final atas mekanisme pelaksanaan dan atau kegiatan tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan lanjutan bersama para pemangku kepentingan terkait, agar pelaksanaannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Rozi.

Rozi menyebut bahwa aset eks tiang monorel tercatat pada pos aset tidak lancar lainnya bagian persediaan jangka panjang pada laporan keuangan Adhi Karya.

Menurutnya, keseluruhan aset yang akan dilakukan impairment masih dalam proses kajian internal perseroan sambil menunggu skema final atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

Rozi menuturkan, rencana pembongkaran yang akan dilakukan Pemprov DKI Jakarta, tidak berdampak material terhadap kelangsungan usaha maupun harga saham perseroan secara keseluruhan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya