Aksi Tanam Satu Juta Pohon Sumbar, Perbaikan Kerusakan Pascabencana Jelang Hari Lingkungan Hidup Indonesia

Rumah Aktivis Sejahtera menggalakkan aksi tanam satu juta pohon di seluruh wilayah Sumbar melalui gerakan Rimbo Andalas Project dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup Nasional (HLHN) 2026.

oleh Nikmah Laily HawaDiterbitkan 08 Januari 2026, 18:05 WIB
PT Marga Bara Jaya menggulirkan gerakan Menanam Satu Juta Pohon di wilayah Sumatera melalui #satujutapohonMBJHijaukanSumatera.

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang Hari Lingkungan Hidup Nasional (HLHN) pada 10 Januari, Rumah Aktivis Sejahtera menargetkan penanaman satu juta pohon di seluruh wilayah Sumatera Barat (Sumbar) dalam gerakan lingkungan Rimbo Andalas Project.

Kota Padang dipilih menjadi lokasi peluncuran perdana. Sebanyak 10.000 pohon ditargetkan akan ditanam di kota ini sebagai bagian dari upaya memperbaiki kerusakan ekologis pascabencana.

Ketua Rumah Aktivis Sejahtera Febriandi Putra mengatakan, pada peluncuran pertama akan ditanam sebanyak 2.000 pohon terlebih dahulu sebagai tahap awal.

"Di Kota Padang ditargetkan penanaman 10.000 pohon. Sebagai tahap awal, sebanyak 2.000 pohon akan ditanam pada kegiatan launching yang direncanakan berlangsung pada akhir Januari 2026," ujar Febriandi, dilansir Liputan6.com dari laman resmi Kota Padang www.padang.go.id, Kamis (8/1/2025).

Dalam melaksanakan agenda ini, kata Febriandi, berbagai lapisan masyarakat turut dilibatkan. Mulai dari mahasiswa, aktivis, komunitas lingkungan, bahkan pemerintah daerah.

Sementara itu, dilihat dari sisi kebijakan publik, Pemerintah Kota (Pemkot) Padang juga turut memberikan dukungannya.

Selain untuk menjaga kelestarian lingkungan, gerakan ini juga dinilai penting untuk menekan risiko banjir yang kerap melanda Sumbar akibat berkurangnya kawasan hijau.

Febriandi berharap, kegiatan ini dapat menjadi upaya ekologis untuk mengurangi kerusakan lingkungan di masa mendatang. 

"Kami berharap gerakan ini menjadi upaya bersama untuk memperbaiki kondisi ekologi, sehingga dampak kerusakan lingkungan dapat diminimalisir dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan," harapnya.

Misi Fokuskan 4 Titik Daerah Aliran Sungai

Kondisi pasca-bencana di dua daerah aliran sungai (DAS) yang berada tak jauh dari Kabupaten Agam dan Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Rimbo Andalas Project akan melakukan misi memfokuskan penanaman pohon pada empat titik DAS utama di Kota Padang, di antaranya DAS Batang Kuranji, DAS Air Dingin, DAS Batang Kandis, serta DAS Pengambangan/Batang Arau (Batu Busuk).

Menurut Febriandi, penetapan DAS tersebut dipilih berdasarkan pada kondisi lingkungan yang butuh pemulihan serta punya peran yang penting dalam menjaga keseimbangan ekologi. 

"Pemilihan DAS tersebut didasarkan pada kondisi lingkungan yang membutuhkan pemulihan serta perannya yang vital dalam menjaga keseimbangan ekologi dan mengurangi risiko bencana," ungkap Febriandi.

Sebelumnya, DAS Batang Kuranji telah mengalami pelebaran signifikan, dari yang awalnya sekitar 15 meter menjadi 150 meter setelah mengalami banjir bandang dan longsor.

Kepala Seksi Perencanaan dan Evaluasi Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Agam Kuantan Kemenhut Anton Sudarwo menyebutkan, jenis tanah pada DAS Kuranji juga menjadi penyebab terjadinya pergeseran ini.

"Kuranji jenis tanahnya hampir 90 persen jenis kambisol, ada juga regosol sedikit ke arah pantai. Tapi mulai dari tengah sampai hulu itu yang di atas sana, yang banyak hutan, itu kambisol. Tanah kambisol itu masih tanah muda, belum masuk kelas tua jadi masih rentan bergeser istilahnya," terang Anton, mengutip Antara, Kamis (8/1/2026).

Dukungan Moril dan Peluang Partisipasi

Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran saat menyapa 100 penyair dari berbagai negara di Asia Tenggara akan menghadiri Temu Penyair Asia Tenggara (TPAT). (Foto: Istimewa)

Agenda ini mendapatkan dukungan penuh dari panitia. Selain dukungan moril, panitia juga membuka peluang partisipasi dari sektor swasta dan masyarakat umum.

Bentuk partisipasi tersebut dapat berupa keterlibatan langsung, penyediaan bibit, penyediaan sarana pendukung, dan bantuan lainnya.

Dengan adanya agenda ini, panitia berharap dapat memperkuat dampak gerakan dan keberlanjutan lingkungan yang signifikan.

Selain itu, Wali Kota Padang Fadly Amran, menyambut baik rencana penanaman pohon yang digagas Rumah Aktivis Sejahtera tersebut. 

Ia memastikan Pemkot Padang siap memfasilitasi kegiatan itu, baik dari sisi perizinan maupun koordinasi lintas instansi.

Menurut Fadly, upaya rehabilitasi ini perlu digalakkan secara konsisten dan berkesinambungan agar penanggulangan bencana tidak terulang kembali.

"Sebagai gerakan tentu kegiatan ini harus continue. Penanaman pohon ini jadi bagian penting dalam penanggulangan bencana agar tidak kembali terulang," tutup Fadly.

Daftar sejumlah pohon endemik Indonesia yang terancam punah. (dok. Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya