Liputan6.com, Jakarta - Langit di wilayah Jakarta dan sekitarnya diprediksi akan cerah berawan hingga diguyur hujan disertai petir pada hari ini, Kamis (8/1/2026). Demikianlah prakiraan cuaca hari ini.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan cuaca di wilayah Jakarta pada Kamis pagi akan diguyur hujan dengan intensitas ringan, kecuali di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur langitnya akan tertutup awan tebal.
Advertisement
Kemudian, pada siang hari hampir seluruh wilayah Jakarta akan turun hujan dengan intensitas ringan, kecuali di wilayah Jakarta Timur akan turun hujan dengan intensitas sedang.
Pada malam hari, langit di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara diprakirakan akan cerah berawan, sedangkan di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara akan berawan. Lalu, di wilayah Kepulauan Seribu langitnya akan tertutup awan tebal.
Sementara untuk cuaca di wilayah penyangga Jakarta, yaitu Kota Bogor, Jawa Barat diprediksi akan berawan tebal pada pagi hari, hujan dengan intensitas ringan pada siang hari, dan berawan tebal pada malam hari.
Berikutnya, di wilayah Kota Depok, Jawa Barat diprakirakan akan berawan tebal pada pagi hari, hujan dengan intensitas ringan pada siang hari, dan berawan pada malam hari.
Selanjutnya di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat diprediksi akan berawan tebal pada pagi hari, hujan disertai petir pada siang hari, dan berawan pada malam hari.
Terakhir, di Kota Tangerang, Banten diprakirakan akan berawan tebal pada pagi hari, hujan dengan intensitas sedang pada siang hari, dan hujan dengan intensitas ringan pada malam hari.
Berikut informasi prakiraan cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selengkapnya dikutip Liputan6.com dari media sosial dan laman resmi BMKG www.bmkg.co.id:
| Kota | Pagi | Siang | Malam |
| Jakarta Barat | Hujan Ringan | Hujan Ringan | Cerah Berawan |
| Jakarta Pusat | Hujan Ringan | Hujan Ringan | Cerah Berawan |
| Jakarta Selatan | Berawan Tebal | Hujan Ringan | Cerah Berawan |
| Jakarta Timur | Berawan Tebal | Hujan Sedang | Berawan |
| Jakarta Utara | Hujan Ringan | Hujan Ringan | Berawan |
| Kepulauan Seribu | Hujan Ringan | Hujan Ringan | Berawan Tebal |
| Bekasi | Berawan Tebal | Hujan Petir | Berawan |
| Depok | Berawan Tebal | Hujan Ringan | Berawan |
| Kota Bogor | Berawan Tebal | Hujan Ringan | Berawan Tebal |
| Tangerang | Berawan Tebal | Hujan Sedang | Hujan Ringan |
BMKG Sebut Puncak Musim Hujan di Lampung Januari-Februari 2026, Warga Diminta Siaga Banjir dan Longsor
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Radin Inten, Lampung mengeluarkan peringatan serius kepada masyarakat terkait puncak musim penghujan yang diprediksi berlangsung sepanjang Januari hingga Februari 2026.
Intensitas hujan diperkirakan meningkat signifikan dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Raden Intan Lampung, Rudi Harianto mengungkapkan hasil analisis pemantauan cuaca menunjukkan curah hujan berintensitas menengah hingga tinggi masih akan mendominasi sebagian besar wilayah Provinsi Lampung.
"Saat ini Lampung masih berada dalam musim hujan. Kami memprakirakan puncak musim penghujan terjadi pada Januari hingga Februari 2026, dengan jumlah curah hujan lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya," kata Rudi saat dikonfirmasi, Selasa (6/1/2026).
Dia mengatakan, BMKG mencatat, beberapa daerah memiliki potensi terdampak paling signifikan akibat tingginya curah hujan, di antaranya Kabupaten Tanggamus, Pesisir Barat, dan Lampung Barat.
Prakiraan BMKG
Meski demikian, Rudi menegaskan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung tetap harus meningkatkan kewaspadaan.
"Wilayah lain di Lampung juga berpotensi mengalami genangan, banjir, hingga longsor. Karena itu, kewaspadaan harus ditingkatkan di semua daerah," kata dia.
Berdasarkan prakiraan BMKG, curah hujan di Provinsi Lampung selama Januari 2026 diperkirakan berada pada kategori menengah hingga tinggi, dengan kisaran 101 hingga 500 milimeter per bulan.
"Kondisi tersebut dinilai cukup berisiko, terutama bagi wilayah dengan topografi perbukitan dan sistem drainase yang kurang optimal," ucap Rudi.
Rudi mengimbau masyarakat agar selalu siaga menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir.
"Kami mengingatkan masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG maupun kanal resmi BMKG, agar dapat mengantisipasi potensi bahaya sejak dini," terang dia.
Sebagai langkah mitigasi lanjutan, BMKG juga meminta masyarakat menyiapkan rencana evakuasi dan memastikan lokasi aman jika sewaktu-waktu terjadi banjir atau longsor.
Selain itu, menjaga kebersihan saluran air dan lingkungan sekitar dinilai penting untuk meminimalisasi risiko genangan.
"Tetap waspada, hindari area rawan bencana, dan jangan mendekati lokasi yang berpotensi longsor atau banjir. Keselamatan harus menjadi prioritas utama," tutup Rudi.