Kepleset Lidah, Mentan Amran Panggil KDM Jadi Ridwan Kamil

Momen jenaka terjadi saat Panen Raya di Karawang ketika Mentan Amran Sulaiman salah memanggil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 07 Januari 2026, 18:30 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (Mentan Amran) saat acara Panen Raya, Pengumuman Swasembada Pangan, di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). (Liputan6.com/ Nur Habibie)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran) sempat keliru memanggil Gubernur Jawa Barat, Dedy Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedy Mulyadi (KDM) dengan nama Ridwan Kamil. Momen ini terjadi dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

“Para Gubernur, ada Pak Ridwan Kamil, Eh Astagfirullah, Kang Deddy Mulyadi,” katanya dalam kata sambutan, Rabub(7/1/2026).

“Jadi Ini harus potong kambing ya kalau salah nama?” lanjutnya seraya berkelakar diiringi gelak tawa para hadirin.

Amran kemudian meminta maaf atas kekeliruan tersebut. Ia pun mengaku dekat dengan KDM bahkan memanggilnya sebagai sahabat.

“Maaf Pak Gubernur, sahabatku sering telepon-teleponan,” tuturnya.

“Tapi biasa beliau tambah Bapak Presiden, ‘Pak Mentan jangan sampai lupa aku dari Gerindra’, oh iya aku ngerti itu maksudnya tambah itu bantuan 10%,” lanjut candanya lagi.

Mentan Amran Akui Kerap Jual Nama Kapolri dan Jaksa Agung

Menteri Pertanian (Mentan) dan kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaeman sidak penyaluran Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). (Dok Bapanas)

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran) secara terbuka mengakui kerap menjual nama Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Jaksa Agung ST Burhanuddin saat turun ke lapangan untuk menindak pelaku pelanggaran di sektor pangan, khususnya pihak-pihak yang menaikkan harga komoditas di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Amran menegaskan, langkah tersebut dilakukan semata-mata untuk memberi efek jera kepada pelaku yang merugikan petani dan masyarakat, terutama ketika terjadi permainan harga di pasar.

“Kita langsung cabut izinnya, begitu harga naik dari HET. Ini tersangka, terima kasih Pak Kapolri, Pak Jaksa Agung. Tahu Pak? Aku jual namanya Bapak sering di lapangan,” ujar Amran dalam Acara Panen Raya, di Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Ia mengaku secara jujur menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Kapolri dan Jaksa Agung atas tindakannya tersebut. Namun, Amran menegaskan bahwa langkah itu diambil demi kepentingan bangsa dan negara.

“Jujur, aku jual namanya Bapak. Tapi di depan Presiden, di depan Bapak, aku minta maaf. Daripada di akhirat nanti aku berdosa. Aku jual namanya Bapak bahwa ini harus ditindak, harus dicabut,” katanya.

 

Menyangkut Hajat Hidup

Menurut Amran, ketegasan tersebut diperlukan karena sektor pertanian menyangkut hajat hidup sebagian besar rakyat Indonesia. Ia menekankan bahwa kebijakan dan pengawasan yang lemah akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani.

“Ini demi Merah Putih, demi Indonesia, demi petani. Petani kita 160 juta, Bapak Presiden. Yang bergerak di sektor perdagangan itu 20 juta. Jadi 180 juta,” ungkapnya. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya