Ditolak Warga Serang, Sampah Tangsel Dialihkan ke Cileungsi

Sebanyak 200 ton sampah per hari akan dikirim ke Cileungsi selama 14 hari ke depan.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 07 Januari 2026, 10:02 WIB
Tumpukan sampah di salah satu kawasan di Kota Tangerang Selatan. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Liputan6.com, Jakarta - Penolakan warga Kota Serang terhadap rencana penampungan sampah dari Kota Tangerang Selatan membuat Pemerintah Kota Serang menangguhkan sementara kerja sama pembuangan sampah Tangsel ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Tangsel mengalihkan pembuangan sampah ke wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menegaskan, kendala teknis di daerah mitra tidak akan melumpuhkan sistem pengelolaan sampah di wilayahnya. Penghentian pengiriman sampah ke TPAS Cilowong, kata dia, bersifat sementara.

“Saya sampaikan dengan tegas kepada masyarakat, Pemerintah Kota Tangerang Selatan tidak berhenti bekerja dan tidak menyerah. Penghentian pengiriman ke Cilowong ini bersifat sementara,” ujar Benyamin dalam keterangan tertulis, Rabu (7/1/2026).

Sebagai solusi jangka pendek, Benyamin menjelaskan bahwa mulai Rabu (7/1/2026), Pemkot Tangsel telah menjalin kesepakatan untuk mengalihkan pembuangan sampah ke Cileungsi. Sebanyak 200 ton sampah per hari akan dikirim ke lokasi tersebut selama 14 hari ke depan.

Langkah tersebut diambil untuk memastikan tidak terjadi penumpukan sampah di kawasan permukiman maupun ruang publik di Tangsel.

“Saya sudah instruksikan seluruh jajaran terkait untuk bergerak cepat dan terkoordinasi. Penanganan titik prioritas, pengaturan ritase armada, dan penguatan pengelolaan di tingkat hulu terus kami lakukan,” katanya.

 

Momentum Evaluasi Tak Bergantungan Daerah Lain

Benyamin juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik menghadapi situasi tersebut. Ia menegaskan, persoalan sampah merupakan tanggung jawab pemerintah dan tidak akan dibebankan kepada warga.

Lebih lanjut, Benyamin menilai kondisi ini menjadi momentum bagi Pemkot Tangsel untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah agar tidak terus bergantung pada kerja sama antardaerah yang bersifat darurat.

“Kondisi ini menjadi momentum bagi kami untuk mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan, agar ke depan Tangsel memiliki kemandirian dalam pengelolaan limbah,” pungkasnya.

Infografis bahaya sampah plastik di laut. (dok. TKN PSL)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya