Liputan6.com, Jakarta - Selama angkutan liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencatatkan pergerakan penumpang mencapai 3,52 juta orang. Jumlah tersebut tumbub 1,3 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.
Kenaikan pergerakan pada musim libur Nataru juga bukan hanya terjadi pada penumpang saja, melainkan juga pada pergerakan pesawat. General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi mengungkapkan, pergerakan pesawat mencapai 23.300 penerbangan atau meningkat 1,6 persen pada year on year.
Advertisement
"Ini mencerminkan stabilitas operasional di tengah tingginya mobilitas penumpang pada masa libur akhir tahun,"ungkap. Heru, Rabu (7/1/2026).
Lalu, bila ditarik pada rata-rata harian, managemen bandara juga mencatat utilisasi slot penerbangan yang optimal. Yakni, dengan capaian harian sebesar 93,7 persen dan komulatif 89,9 persen.
Adapun realisasi extra flight selama Nataru mencapai 772 penerbangan atau 73,1 persen dari total rencana yang telah disiapkan maskapai.
Kenaikan angka pergerakan ini ikut menyumbang kenaikan selama tahun 2025. Heru mengungkapkan, jumlah pergerakan penumpangnya mencapai 54,95 juta penumpang, atau meningjat tipis 0,3 persen bila dibandingkan pada tahun 2024, yang tercatat sebesar 54,80 juta penumpang.
"Pertumbuhan ini menerminkan konsistensi pemulihan trafik penumpang, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan trasnportasi udara,"ujar Heru.
37 Bandara InJourney Layani 10,2 Juta Penumpang di Nataru 2025/2026
Sebelumnya, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mencatat sekitar 10,20 juta penumpang di 37 bandara sepanjang masa angkutan Nataru 2025/2026, yakni selama periode 15 Desember 2025-4 Januari 2026. Angka itu relatif sama dengan Nataru periode 2024/2025, sekitar 10,24 juta penumpang
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R Pahlevi mengatakan, pada periode angkutan Nataru 2025/2026 ini pihaknya juga mampu mendorong optimalisasi operasional bandara.
"Utilisasi slot time atau ketersedian waktu keberangkatan penerbangan dan kedatangan penerbangan di seluruh bandara secara kumulatif pada Nataru 2025/2026 hampir menyentuh 90 persen atau lebih tinggi dibandingkan dengan Nataru 2024/2025 sebesar 84 persen," terangnya, Selasa (6/1/2026).
Pergerakan penumpang tertinggi pada arus keberangkatan sebelum Natal ada pada 24 Desember 2025 yakni 543 ribu penumpang, kemudian sebelum Tahun Baru 2026 pada 28 Desember 2025 sebanyak 531 ribu penumpang.
Adapun pada arus balik, pergerakan tertinggi pada 4 Januari 2026 menyentuh hampir 560 ribu penumpang.
Sementara itu, pergerakan pesawat sepanjang Nataru 2025/2026 mencapai sekitar 76 ribu penerbangan, termasuk sekitar 2 ribu penerbangan tambahan (extra flight).
Daftar Bandara Tersibuk
Lima bandara tersibuk adalah Soekarno-Hatta Tangerang (3,5 juta penumpang dengan 23 ribu penerbangan), I Gusti Ngurah Rai Bali (1,4 juta penumpang dengan 9 ribu penerbangan), Juanda Surabaya (863 ribu penumpang dengan 6 ribu penerbangan), Sultan Hasanuddin Makassar (603 ribu penumpang dengan 4 ribu penerbangan) dan Kualanamu Deli Serdang (486 ribu penumpang dengan 4 ribu penerbangan).
Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir menuturkan, selama periode Nataru 2025/2026 berbagai inisiatif terkait customer experience dijalankan dengan baik pada peak season akhir tahun.
Inisiatif tersebut mencakup antara lain adanya desain tematis Nataru, dan aktivitas customer experience (On Ground Activation) di terminal penumpang pesawat.
"Inovasi dari On Ground Activation yang diluncurkan pada Nataru 2025/2026 adalah Customer Service Mobile dan Posko Terpadu Melayani Sepenuh Hati. Dua inovasi ini mampu menjaga standar pelayanan di bandara saat periode sibuk," jelasnya.