Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini 7 Januari 2026

Berikut prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rekomendasi saham pada perdagangan saham Rabu, (7/1/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 07 Januari 2026, 09:00 WIB
Suasana pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Rabu, (7/1/2026). Namun, IHSG hari ini juga dinilai rawan koreksi setelah lima hari berturut-turut menguat. Lalu apa saja rekomendasi saham hari ini?

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup naik 0,84% dan disertai dengan aksi beli saham oleh investor asing Rp 911 miliar pada perdagangan saham Selasa, 6 Januari 2026.

Saham-saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing antara lain saham RAJA, BBCA, BBRI, PTRO dan ANTM pada perdagangan kemarin.

Lalu bagaimana prediksi IHSG hari ini?

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menuturkan, IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan kenaikan ditopang oleh kenaikan bursa saham Amerika Serikat dan kenaikan komoditas nikel yang cukup signifikan.

“Tapi hati-hati karena sudah naik lima hari berturut-turut, akan rentan koreksi,” ujar Fanny.

Ia menuturkan, IHSG berada di level support 8.860-8.900 dan level resistance 8.950-9.000 pada perdagangan saham Rabu pekan ini.

Sementara itu, dalam riset PT Samuel Sekuritas menyebutkan, IHSG akan bergerak naik hari ini didukung sentimen pasar global dan regional. Pada Rabu pagi, indeks Kospi diperdagangkan menguat 0,81% dan indeks Nikkei dibuka turun 0,32%.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT MNC Energy Investments Tbk (IATA), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), dan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR).

 

Rekomendasi Teknikal

Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2020). Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,66% atau 33,67 poin ke level 5.116,66 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Trading Idea hari ini: INCO, DEWA, BUVA, IATA, BULL, dan SMDR

  • INCO Spec Buy dengan area beli di 5550-5600, cutloss di bawah 5550. Target dekat di 5700-5800.
  • DEWA Spec Buy dengan area beli di 800-815, cutloss di bawah 800. Target dekat di 830-855.
  • BUVA Spec Buy dengan area beli di 1570-1585, cutloss di bawah 1550. Target dekat di 1620-1640.
  • IATA Spec Buy dengan area beli di 168-172, cutloss di bawah 167. Target dekat di 179-186.
  • BULL Spec Buy dengan area beli di 505-510, cutloss di bawah 496. Target dekat di 520-540.
  • SMDR Spec Buy dengan area beli di 424-430, cutloss di bawah 420. Target dekat di 444-458.    

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 6 Januari 2026

Penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (4/7/2024) menunjukan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau All Time High (ATH) seiring dengan menguatnya harga komoditas logam di tingkat global.

IHSG ditutup menguat 74,41 atau 0,84 persen ke posisi 8.933,61. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,28 poin atau 0,61 persen ke posisi 865,05.

“Berlanjutnya penguatan pada mayoritas harga komoditas logam dan adanya beberapa insentif dari pemerintah menjadi faktor positif pada pergerakan indeks,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari mancanegara, harga komoditas emas dan perak terpantau menguat di tingkat global, pasca Amerika Serikat (AS) melakukan serangan terhadap Venezuela.

Selain mencermati perkembangan geopolitik, Ratna mengatakan pelaku pasar tengah menantikan sejumlah data ekonomi yang akan dirilis dari Eropa dan AS.

 

Sentimen IHSG Lainnya

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dari Jerman, akan dirilis data retail sales dan pasar tenaga kerja, sedangkan dari Euro Area akan dirilis data inflasi. Kemudian, pelaku pasar akan mencermati indeks ISM Services dan JOLTS Job Openings dari AS.

Dari dalam negeri, pemerintah berlanjut memberikan beberapa insentif untuk mendorong daya beli masyarakat, yang diharapkan dapat memicu akselerasi pertumbuhan ekonomi.

Melalui PMK 105/2025, pemerintah memberikan insentif pembebasan pajak penghasilan (PPh) 21 selama tahun 2026 untuk karyawan dengan gaji di bawah Rp10 juta/bulan yang bergerak di sektor industri alas kaki, tekstil dan pakaian jadi, furnitur, industri kulit dan turunannya, serta pariwisata.

Melalui PMK 90/2025, pemerintah menetapkan PPN ditanggung pemerintah sebesar 100 persen untuk harga jual rumah sampai dengan Rp2 miliar untuk rumah tapak dan Rp5 miliar untuk rumah susun selama tahun 2026. Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji aturan insentif untuk industri otomotif.

Kinerja Perdagangan Saham

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpampang di Jakarta, Kamis (10/10/2019). Dari 10 sektor pembentuk IHSG, lima sektor saham berada di zona merah. Pelemahan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 2,81 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor teknologi yang naik masing-masing sebesar 1,51 persen dan 1,28 persen.

Sedangkan, dua sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik dan sektor keuangan yang masing-masing turun sebesar 1,40 persen dan 0,12 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BIPI, GSMF, INPC, PADI, dan NICL. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni KLAS, CPRO, YOII, PNLF, dan MBSS.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 4.369.030 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 67,93 miliar lembar saham senilai Rp34,16 triliun. Sebanyak 428 saham naik, 256 saham menurun, dan 127 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 685,30 poin atau 1,32 persen ke 52.518,10, indeks Hang Seng menguat 363,20 poin atau 1,38 persen ke 26.710,44, indeks Shanghai menguat 60,25 poin atau 1,50 persen ke 4.083,66, dan indeks Strait Times menguat 59,47 poin atau 1,27 persen ke 4.739,97.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya