Liputan6.com, Jakarta - Harga emas di Pegadaian hari ini, Rabu 7 Januari 2026 untuk dua produk emas yang ditawarkan yaitu harga emas Galeri24 dan harga emas UBS kompak mencatatkan lonjakan signifikan.
Harga jual emas Galeri24 melonjak dari awalnya Rp 2.556.000 per gram menjadi Rp 2.582.000 per gram, atau naik Rp 16.000. Sedangkan harga emas UBS turut mengalami kenaikan ke angka Rp 2.638.000, dari semula Rp 2.612.000 per gram atau naik Rp 26.000.
Advertisement
Emas Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram.
Berikut daftar lengkap harga emas di Pegadaian hari ini Rabu (7/1/2026), seperti dikutip dari Antara:
Harga Emas Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.355.000
- 1 gram: Rp2.582.000.
- 2 gram: Rp5.087.000
- 5 gram: Rp12.623.000
- 10 gram: Rp25.179.000
- 25 gram: Rp62.792.000
- 50 gram: Rp125.484.000
- 100 gram: Rp250.844.000
- 250 gram: Rp625.567.000
- 500 gram: Rp1.251.134.000
- 1.000 gram: Rp2.502.266.000
Harga Emas UBS
- 0,5 gram: Rp1.425.000
- 1 gram: Rp2.638.000
- 2 gram: Rp5.233.000
- 5 gram: Rp12.932.000
- 10 gram: Rp25.728.000
- 25 gram: Rp64.194.000
- 50 gram: Rp128.125.000
- 100 gram: Rp256.149.000
- 250 gram: Rp640.183.000
- 500 gram: Rp1.278.862.000
Harga Emas Siap-Siap Cetak Rekor Termahal Lagi
Sebelumnya, harga emas melanjutkan kenaikannya pada perdagangan hari Selasa (Rabu waktu Jakarta), didorong oleh permintaan aset aman setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS) memicu ketegangan global. Sementara investor menunggu data penggajian AS untuk mendapatkan wawasan tentang kebijakan suku bunga Bank Sentra AS, Federal Reserve (The Fed)
Dikutip dari CNBC, Rabu (7/1/2026), harga emas di pasar spot naik 0,8% menjadi USD 4.485,39 per ons, setelah kenaikan hampir 3% pada sesi sebelumnya, sehingga harga mendekati rekor tertinggi USD 4.549,71 yang dicapai pada 24 Desember.
Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup 1% lebih tinggi pada USD 4.496,10.
“Para pedagang logam mulia melihat lebih banyak risiko di masa depan dibandingkan para pedagang saham dan obligasi saat ini,” kata Analis Senior di Kitco Metals. Dia menambahkan bahwa serangan AS terhadap Venezuela pada akhir pekan telah memicu permintaan berkelanjutan untuk emas dan perak sebagai aset safe-haven.
Mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada hari Senin menyatakan tidak bersalah atas tuduhan narkotika, setelah AS menangkapnya dan membawanya ke New York pada akhir pekan lalu.
Emas, yang dianggap sebagai aset aman tradisional, naik 64,4% tahun lalu, mencatat kinerja tahunan terbaiknya sejak 1979.
Para pelaku pasar juga menantikan laporan ketenagakerjaan bulanan AS pada hari Jumat, yang diperkirakan akan menunjukkan penambahan 60.000 pekerjaan pada bulan Desember, sedikit penurunan dari 64.000 pada bulan sebelumnya.
Menurut data LSEG, para pedagang memperkirakan Federal Reserve akan memangkas suku bunga dua kali tahun ini.
Perubahan Suku Bunga AS
Sementara itu, Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menyatakan bahwa perubahan suku bunga lebih lanjut harus “disesuaikan dengan cermat” untuk menyeimbangkan risiko pengangguran dan inflasi.
Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.
Morgan Stanley memproyeksikan harga emas dapat melonjak hingga USD 4.800 pada kuartal keempat tahun ini, dengan alasan penurunan suku bunga, perubahan kepemimpinan Federal Reserve, dan pembelian yang kuat oleh bank sentral dan dana pasar uang.
Harga perak spot, yang mencapai titik tertinggi sepanjang masa di angka USD 83,62 pada 29 Desember, naik 5,4% menjadi USD 80,68 per ons. Perak mencatat kenaikan tahunan terkuatnya pada tahun 2025, melonjak 147% karena meningkatnya minat industri dan investor.
Harga platinum spot naik 7,2% menjadi USD 2.435,20 per ons, sementara paladium diperdagangkan 5,9% lebih tinggi pada USD 1.821,68 per ons