Manchester United Pecat Ruben Amorim, Muka Lama Siap Kirim Lamaran Bekerja di Old Trafford

Ole Gunnar Solskjaer disebut terbuka kembali ke Manchester United sebagai pelatih sementara usai pemecatan Ruben Amorim.

oleh Dimas Satria NugrohoDiterbitkan 06 Januari 2026, 19:00 WIB
Pelatih kepala Besiktas asal Norwegia, Ole Gunnar Solskjaer, bereaksi di akhir pertandingan pekan ke-7 fase liga Liga Europa UEFA antara Besiktas dan Athletic Bilbao di stadion Besiktas Park di Istanbul pada 22 Januari 2025. (Yasin AKGUL/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Pemecatan Ruben Amorim membuka babak baru di Manchester United, dan satu nama lama tiba-tiba kembali mencuat, Ole Gunnar Solskjaer. Pelatih asal Norwegia itu dilaporkan tertarik kembali ke Old Trafford sebagai manajer sementara, lebih dari empat tahun setelah ia didepak.

Saat ini Darren Fletcher ditunjuk memimpin tim dalam jangka pendek, tetapi Man United diyakini akan mencari sosok interim lain sebelum menunjuk manajer permanen musim depan.

Jurnalis sepakbola asal Italia, Fabrizio Romano, mengungkapkan Solskjaer lebih dari sekadar terbuka untuk kembali jika kesempatan itu datang. Meski belum ada kontak resmi, sinyal tersebut cukup membuat wacana reuni ini terasa nyata, mengingat Solskjaer pernah datang sebagai solusi darurat dan bertahan hampir tiga tahun.


Rekam Jejak Dinilai Ulang

Mantan Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer. (c) AP Photo

Era Solskjaer memang kerap dikritik karena nihil trofi, tetapi catatan statistiknya mulai terlihat lebih baik jika dibandingkan dengan penerusnya. Dalam dua musim penuh, ia membawa Setan Merah finis di peringkat ketiga dan kedua Liga Primer Inggris, serta konsisten melaju jauh di kompetisi piala.

Persentase kemenangannya 54,2 persen, hanya sedikit di bawah Erik ten Hag dan jauh di atas Amorim. Ia juga dikenal berhasil mengoptimalkan potensi Marcus Rashford dan Anthony Martial. Di tengah pencarian identitas pasca-Sir Alex Ferguson, banyak pendukung mulai memandang periode Solskjaer sebagai fase yang lebih stabil dibanding era-era setelahnya.


Solskjaer Ungkap soal Tekanan di Man United

Ole Gunnar Solskjaer bersama maskot Manchester United. (AFP/Andrew Yates)

Solskjaer menyebut dirinya melatih United di masa terburuk. "Ada Jurgen Klopp dengan Liverpool dan Pep Guardiola dengan Manchester City. Dua tim terbaik di dunia saat itu," ujar Solskjaer, dilansir Goal.com.

Ia juga menegaskan tekanan di United adalah sebuah hak istimewa. "Saya merasa beruntung menjadi manajer Manchester United, tekanan itu adalah sebuah hak istimewa karena saya diizinkan menghadapinya dengan cara saya sendiri," tambahnya.


Man United Susun Opsi Pelatih Sementara

Asisten pelatih Manchester United, Darren Fletcher. (AFP/Paul Ellis) 

Sambil Fletcher memegang kendali sementara, manajemen Man United disebut sedang menyusun daftar kandidat yang bisa memimpin tim hingga musim panas. Nama Oliver Glasner dan Enzo Maresca dikaitkan untuk posisi permanen, sementara Michael Carrick disebut-sebut sebagai opsi interim berpengalaman.

Di tengah daftar itu, kemungkinan kembalinya Solskjaer terasa seperti nostalgia yang tak sepenuhnya mustahil. Ia memahami tekanan klub, dicintai sebagian suporter, dan pernah masuk sebagai solusi darurat. Pertanyaannya kini bukan soal romantisme, melainkan apakah Setan Merah siap menoleh ke masa lalu demi menstabilkan masa depan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya