Ceri Terjual Rp 2,8 Juta per Buah di Jepang, Tambah Rekor di Awal 2026

Selain buah ceri, rekor penjualan tertinggi di awal 2026 juga tercipta dalam pelelangan ikan tuna sirip biru di Pasar Toyosu, Jepang.

oleh Dinny MutiahDiterbitkan 06 Januari 2026, 09:00 WIB
Sekotak buah ceri Sato Nishiki. (dok. web-japan.org)

Liputan6.com, Jakarta - Jepang panen rekor di awal 2026. Setelah lelang ikan tuna sirip biru seberat 243 kilogram menembus 510 juta yen (sekitar Rp54,5 miliar), kini giliran buah ceri premium Sato Nishiki yang terjual 1,8 juta yen (sekitar Rp192,5 juta) untuk satu kotak atau lebih dari 26 ribu yen (sekitar Rp2,8 juta) per buah.

Buah ceri itu terjual pada lelang pertama tahun ini pada Senin, 5 Januari 2026 di Kota Tendo, Prefektur Yamagata, prefektur penghasil ceri utama di Jepang. Pada lelang terpisah, terjual juga sekotak berisi 68 buah ceri dengan harga 1,55 juta yen (sekitar Rp 160,5 juta).

Mengutip Japan Today, Selasa (6/1/2026), ceri biasanya mencapai puncak panen di awal musim panas, tetapi para petani telah mempercepat panen menggunakan budidaya "ultra-paksa", yang mendinginkan pohon untuk mensimulasikan musim dingin sebelum menyimpannya di rumah kaca.

Kenichi Mannen, wakil manajer penjualan di JA Tendo Foods, yang memenangkan penawaran tertinggi di Tendo, mengatakan, "Saya mendengar manajemen tahun ini ketat karena cuaca yang tidak stabil, dan kami ingin bekerja keras untuk memberikan produk yang membuat pelanggan senang." JA Tendo Foods berencana untuk menjual ceri tersebut secara online.

Menurut laman higashine-cherry.jp, Sato Nishiki adalah merek ceri terpopuler di Jepang saat ini yang dikembangkan sejak periode Taisho, sekitar 1912--1926. Buah itu juga dijuluki sebagai Raja Ceri. Luas lahan budidaya ceri di Prefektur Yamagata sekitar 3.000 hektare dan Sato Nishiki mencakup sekitar 70 persen dari luas lahan tersebut.

 

Rekor Lelang Ikan Tuna Sirip Biru

Sebagai informasi, menurut World Wildlife Fund (WWF), ikan tuna sirip biru merupakan yang terbesar dan dapat hidup hingga 40 tahun. Tampak dalam foto, seekor tuna sirip biru yang memenangkan penawaran tertinggi pada lelang tahunan “Tahun Baru” dibawa ke restoran Sushi Zanmai di Tokyo, Senin, 5 Januari 2026. (AP Photo/Louise Delmotte)

Sementara itu, rekor tercipta pada lelang pertama 2026 di Pasar Ikan Toyosu, Tokyo, kemarin. Seekor tuna sirip biru raksasa seberat 243 kilogram terjual dengan harga 510 juta yen (sekitar Rp 54,5 miliar).

Mengutip CNN, penawar tertinggi untuk tuna berharga tersebut pada lelang subuh hari itu adalah Kiyomura Corp., yang pemiliknya, Kiyoshi Kimura, menjalankan jaringan restoran Sushi Zanmai yang populer. Kimura, yang telah memenangkan lelang tahunan ini berkali-kali di masa lalu, memecahkan rekor sebelumnya sebesar 334 juta yen (Rp 35,7 miliar) pada 2019.

Kimura kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa ia berharap untuk membayar sedikit lebih rendah, tetapi "harganya melonjak sebelum Anda menyadarinya." Lelang dimulai ketika bel berbunyi, dan lantai pasar dipenuhi dengan ikan berbentuk torpedo dengan ekor yang dipotong sehingga para penawar dapat memeriksa detail daging seperti warna, tekstur, dan kadar lemak sambil berjalan di sekitar deretan tuna.

Asal Tuna Sirip Biru Pencetak Rekor Lelang

Kiyoshi Kimura, presiden Kiyomura Co., berpose dengan ikan tuna sirip biru yang memenangkan penawaran tertinggi pada lelang tahunan “Tahun Baru” di Tokyo, Senin, 5 Januari 2026. Acara tahunan lelang ikan tuna di Pasar Ikan Toyosu, Tokyo kembali digelar. (AP Photo/Louise Delmotte)

Ikan mahal itu ditangkap di lepas Pantai Oma di Jepang utara, sebuah wilayah yang secara luas dikenal menghasilkan beberapa tuna terbaik di negara itu, dan harganya 2,1 juta yen per kilogram.

"Sebagian untuk keberuntungan," kata Kimura. "Tapi ketika saya melihat tuna yang bagus, saya tidak bisa menahan diri… Saya belum mencicipinya, tapi pasti enak."

Ratusan tuna dijual setiap hari di lelang pagi hari, tetapi harganya jauh lebih tinggi dari biasanya untuk tuna Oma, terutama pada lelang perayaan Tahun Baru. Karena popularitas tuna untuk sushi dan sashimi, tuna sirip biru Pasifik sempat dinyatakan sebagai spesies yang terancam punah karena perubahan iklim dan penangkapan ikan berlebihan. Populasinya kini pulih setelah upaya konservasi.

Lelang Tuna Sirip Biru pada 2025

Seekor tuna sirip biru seukuran motor terjual seharga 207 juta yen dalam pelelangan ikan Tahun Baru 2025 di Pasar Ikan Toyosu, Tokyo, Jepang. (dok. STR / JIJI PRESS / AFP)

Tahun lalu, lelang perdana 2025 berhasil melelang seekor ikan tuna sirip biru seberat 276 kilogram dengan harga USD 1,3 juta (sekitar Rp21 miliar) pada Minggu, 5 Januari 2025. Dikutip dari DW Indonesia pada Selasa (7/1/2025), ikan tuna itu dibeli secara patungan oleh operator restoran sushi, Onodera Group, dan pedagang grosir Yamayuki.

"Tuna itu segemuk sapi," lapor kantor berita Kyodo mengutip pernyataan nelayan berusia 73 tahun, Masahiro Takeuchi.

Menurut Kyodo, harga ikan itu merupakan harga tertinggi kedua yang pernah tercatat dalam sebuah lelang. Harga tertinggi pertama tercatat pada 2019, dengan seekor tuna sirip biru terjual dengan harga setara $2,1 juta (sekitar Rp34 miliar), yang kini sudah tergeser dengan lelang pada 2026.

 

Infografis Deretan Negara Berikan Makan Siang Gratis di Sekolah. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya