Ternyata Ini Lokasi Tujuan Favorit Pengguna KRL di Libur Nataru

Msyarakat memanfaatkan waktunya dengan berkunjung ke pusat wisata kota dan pusat perbelanjaan bersama keluarga dan anak menggunakan KRL Jabodetabek di libur Natal dan Tahun Baru.

oleh Septian DenyDiterbitkan 05 Januari 2026, 12:00 WIB
KAI Commuter mengoperasikan dua rangkaian KRL baru diproduksi PT INKA (Persero). (Dok KCI)

Liputan6.com, Jakarta - Di penghujung libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, sebagian masyarakat masih memanfaatkan waktunya dengan berkunjung ke pusat wisata kota dan pusat perbelanjaan bersama keluarga dan anak menggunakan KRL Jabodetabek.

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter mencatat, sebanyak 18.158 pengguna KRL turun di Stasiun Bogor pada Minggu (4/1/2026) hingga pukul 14.00 WIB. Sedangkan Stasiun Jakarta Kota yang berada di kawasan wisata kota tua sebanyak 16.964 orang.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menyampaikan, selain stasiun-stasiun yang berlokasi di tempat wisata, stasiun-stasiun yang berlokasi di sekitar tempat perbelanjaan juga terpantau ramai.

"Terpantau di Stasiun Tanah Abang tercatat 20.504 orang, sedangkan di Stasiun Sudirman sebanyak 13.758 orang dan Stasiun Tebet tercatat 7.896 orang," terang dia, Senin (5/1/2026)

Sesuai data yang terkumpul, total volume pengguna Commuter Line di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya sepanjang masa angkutan Nataru periode 18 Desember 2025-3 Januari 2026 mencapai 16.954.833 orang. Meningkat 6 persen jika dibanding periode tahun lalu sebanyak 16.044.800 orang.

Angka tersebut terdiri dari 16.577.134 pengguna Commuter Line Jabodetabek, 119.416 pengguna Commuter Line Basoetta dan sebanyak 258.283 pengguna Commuter Line Merak.

Dari data yang tercatat, 31 Desember 2025 merupakan pengguna tertinggi di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya selama masa Nataru ini, yakni sebanyak 1.155.484 orang.

 

Pulang ke Jakarta Naik KRL

Kereta rel listrik (KRL) tiba di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (17/1/2023). Sepanjang Januari 2023 total pengguna KRL Commuterline Jabodetabek pada weekday adalah sebanyak 7.952.574 orang dengan rata-rata 795.257 orang per hari. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Adapun pada Minggu (4/1/2026) juga dimanfaatkan oleh masyarakat yang akan kembali ke Jakarta menggunakan KRL Commuter Line untuk beraktivitas sehari-hari.

Terpantau dari peningkatan volume pengguna di stasiun-stasiun yang terintegrasi dengan pemberangkatan KRL Commuter Line Jabodetabek. Di Stasiun Cikarang yang terintegrasi dengan Commuter Line Walahar dari pemberangkatan Purwakarta dan Cikampek tercatat sebanyak 11.111 yang naik Commuter Line Jabodetabek.

Sedangkan di Stasiun Rangkasbitung yang terintegrasi dengan Commuter Line Merak dari pemberangkatan Merak dan Cilegon tercatat sebanyak 6.697 orang yang naik Commuter Line Jabodetabek untuk tujuan Tanah Abang.

"Sementara itu, di Stasiun Bandara Soetta sebagai stasiun keberangkatan Commuter Line Basoetta hingga siang ini tercatat sebanyak 1.062 orang yang naik kereta untuk kembali ke Jakarta," papar Karina.

Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 15 Juta di Nataru, Stasiun Ini Jadi Favorit

Mulai 1 Juni 2023, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan menyesuaikan jadwal dan perjalanan Commuterline atau Kereta Rel Listrik (KRL) dan Kereta Bandara Soekarno-Hatta. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter melaporkan, sepanjang masa angkutan Nataru (Natal dan Tahun Baru) periode 18 Desember 2025-1 Januari 2026 kemarin, total pengguna KRL Commuter Line di wilayah Jabodetabek tercatat sebanyak 15.025.081 orang. Naik 6 persen dibanding periode sama tahun lalu, yakni sebanyak 14.128.440 orang.

Angka tersebut terdiri dari 14.691.705 pengguna Commuter Line Jabodetabek, 107.825 pengguna Commuter Line Bandara Soetta (Basoetta) dan sebanyak 225.551 pengguna Commuter Line Merak.

Adapun pada Jumat 2 Januari 2026 ini, hingga pukul 14.00 WIB tercatat volume pengguna sebanyak 447.790 orang untuk Commuter Line Jabodetabek, 2.814 pengguna Commuter Line Basoetta dan 15.133 pengguna Commuter Line Merak.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menyampaikan, khusus di libur tahun baru kemarin, pengguna KRL Jabodetabek pada 31 Desember 2025 sebanyak 1.133.689 orang, dan pada 1 Januari 2026 sebanyak 918.850 orang.

"Stasiun Bogor dan Stasiun Jakarta Kota merupakan stasiun tujuan dengan volume tertinggi pada libur Tahun Baru 1 Januari kemarin. Masing-masing mencatat sebanyak 67.607 orang dan sebanyak 59.058 orang yang turun di stasiun tersebut," jelas Karina, Jumat (2/1/2026).

Volume transit tertinggi terjadi pada malam pergantian tahun kemarin di Stasiun Manggarai, sebanyak 209.497 orang. Sementara di Stasiun Tanah Abang sebanyak 154.311 orang, dan Stasiun Duri sebanyak 90.854 orang.

Operasional layanan kereta api lokal/petani pada masa Nataru ini juga mengalami peningkatan. Pada periode 18 Desember-31 Desember 2025 total volume layanan tersebut sebanyak 1.940 orang. Atau rata-rata sebanyak 139 orang per harinya.

Wakil Ketua DPR Desak Rute KRL Cikarang Diperpanjang hingga Cikampek, Mobilitas Pekerja Jadi Alasan Utama

Rangkain KRL Commuter Line bersiap menuju Stasiun Manggarai, Jakarta, Minggu (26/9/2021). Jalur layang (elevated track) KRL Bogor Line di Stasiun Manggarai yang terdiri dari empat peron bagi penumpang kereta relasi tujuan Jakarta-Bogor. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Wakil Ketua DPR, Saan Mustopa meminta agar rute Kereta Rel Listrik (KRL) atau commuter line ke Stasiun Cikarang agar diperpanjang hingga Stasiun Cikampek. Menurut dia, perpanjangan rute itu diperlukan sebab Karawang merupakan kawasan industri nasional dengan mobilitas pekerja yang sangat tinggi.

Saan mengatakan, banyak warga Karawang bekerja di Bekasi dan Jakarta. Begitu pula sebaliknya.

"Kalau KRL masuk (Karawang), mobilitas masyarakat akan jauh lebih efisien. Kalau nanti ada KRL, penumpang bisa di atas 5.000 per hari, bahkan bisa lebih, karena arus pekerja sangat tinggi," kata Saan, dilansir Antara, Kamis (25/12/2025).

Dia mengatakan, saat ini layanan KRL masih hanya menghubungkan dari daerah Jakarta sampai Stasiun Cikarang dan belum menjangkau Karawang maupun Cikampek. Kondisi ini bukan karena rendahnya kebutuhan masyarakat, melainkan akibat belum dilakukannya elektrifikasi jalur Cikarang–Cikampek–Karawang.

"Kita ingin lanjutkan sampai Karawang dan Cikampek, karena kebutuhannya nyata," kata dia. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya