Espanyol vs Barcelona: Ada Satu Tim yang Tak Pantas Menang

Pelatih Espanyol Manolo Gonzalez mengakui timnya tak pantas menang usai kalah 0-2 dari Barcelona di derbi dan menyoroti masalah efektivitas.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 04 Januari 2026, 18:29 WIB
Kiper Barcelona, Joan Garcia (atas), menyapu bola pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Espanyol vs Barcelona di Barcelona, Spanyol, Sabtu, 3 Januari 2026. (AP Photo/Joan Monfort)

Liputan6.com, Jakarta - Kekalahan 0-2 dari Barcelona di Catalan Derby menyisakan kekecewaan di kubu Espanyol. Laga tersebut berjalan ketat, tetapi berakhir dengan keunggulan tim tamu.

Jika pelatih Barcelona Hansi Flick meninggalkan stadion dengan rasa puas, suasana berbeda terasa di ruang ganti Espanyol. Pelatih mereka, Manolo Gonzalez, memilih bersikap terbuka dalam menilai hasil akhir.

Dalam pernyataannya kepada media, Gonzalez memuji usaha timnya sekaligus mengakui bahwa kesalahan sendiri membuat peluang kemenangan sirna. Ia menegaskan Barcelona menang dengan cara yang sah.


Pengakuan Jujur soal Hasil Pertandingan

Tampil sebagai pemuncak klasemen sementara, Barcelona berusaha untuk tampil menekan dan mendominasi pertandingan. Tampak dalam foto, bek Barcelona asal Spanyol, Eric Garcia melompati berebut bola dengan kiper Espanyol, Marko Dmitrovic, saat pertandingan pekan ke-18 Liga Spanyol 2025/2026 di Stadion RCDE, Sabtu 3 Januari 2026 waktu setempat atau Minggu (4/1/2026) dini hari WIB. (MANAURE QUINTERO/AFP)

Gonzalez membuka pernyataannya dengan nada bangga terhadap pemain dan dukungan publik tuan rumah. Namun, ia juga menekankan rasa frustrasi karena peluang menang tidak terwujud.

“Saya sangat bangga dengan tim dan fans, bagaimana mereka membantu," kata Maonolo.

"Saya marah karena ini adalah pertandingan yang seharusnya kami menangkan dan itu lepas dari tangan kami. Kami bermain dengan baik, membuat kesalahan, tetapi kami harus menang.”

Pernyataan tersebut mencerminkan keyakinan bahwa Espanyol mampu mengendalikan laga. Meski demikian, kesalahan pada momen krusial menjadi pembeda.


Efektivitas Barcelona dan Pelajaran bagi Espanyol

Saat ini, Blaugrana mengoleksi 49 poin atau unggul 7 angka dari Los Blancos di peringkat kedua. Tampak dalam foto, bek Barcelona asal Prancis, Jules Kounde bersama Lamine Yamal, Fermin Lopez, dan Javier Puado Diaz (kiri ke kanan) usai pertandingan pekan ke-18 Liga Spanyol 2025/2026 melawan RCD Espanyol di Stadion RCDE, Sabtu 3 Januari 2026 waktu setempat atau Minggu (4/1/2026) dini hari WIB. (MANAURE QUINTERO/AFP)

Menilai gol-gol penentu, Manolo mengakui kualitas Barcelona dalam memanfaatkan situasi. Menurutnya, timnya terlambat bereaksi pada satu fase penting.

“Itu adalah sebuah permainan yang kami aktifkan terlambat dan kami tidak membutuhkannya saat waktunya tiba. Itu adalah keunggulan mereka dan mereka mencetak gol karena mereka punya kualitas," imbuh Manolo.

Ia menilai alur peluang tidak sepenuhnya tercermin dalam skor akhir. Espanyol, kata dia, memiliki kesempatan jelas tetapi gagal memaksimalkannya.

“Hal yang normal adalah pertandingan itu sudah 2-0 di menit ke-80. Beginilah sepak bola. Kami menciptakan peluang-peluang besar, tetapi kami tetap harus bisa mencetak gol."


Espanyol Tidak Pantas Menang

Gonzalez pun menolak berlindung di balik alasan nasib buruk. Ia mengakui kekalahan tersebut sepenuhnya tanggung jawab timnya dan mengakui kemenangan Barcelona.

“Suatu hari kami akan datang sekali dan menang. Tidak peduli seberapa baik Anda melakukan segalanya, jika Anda tidak mencetak gol Anda tidak pantas menang," sambung Maonolo.

"Kami hampir menang hari ini dan kami menciptakan banyak peluang, tetapi jika Anda tidak tepat sasaran Anda tidak bisa menang. Tidak ada lagi.”

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya