Empat Alat Berat Dikerahkan untuk Bersihkan Material Banjir Bandang di Agam Sumbar

Empat unit alat berat dikerahkan untuk membersihkan material banjir bandang menimbun badan jalan provinsi menghubungkan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar).

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 03 Januari 2026, 18:30 WIB
Alat berat sedang membersihkan material menimbun badan jalan provinsi menghubungkan Lubuk Basung-Bukittinggi, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar). (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak empat unit alat berat dikerahkan untuk membersihkan material banjir bandang menimbun badan jalan provinsi menghubungkan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (3/1/2026).

Kapolsek Tanjung Raya AKP Muzakar mengatakan, empat unit alat berat itu membersihkan material banjir tepatnya di Muaro Pisang, Jorong Pasar Maninjau, Nagari atau Desa Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

"Saat ini alat berat yang terdiri dari dua unit ekskavator dan dua unit loader itu sedang bekerja," ujar Muzakar di Lubuk Basung, melansir Antara, Sabtu (3/1/2026).

"Alat berat membersihkan material menimbun Sungai Muaro Pisang dan membersihkan material menutupi badan jalan provinsi," sambung dia.

Menurut Muzakar, dua alat berat jenis ekskavator membersihkan material menimbun Sungai Muaro Pisang yang tertimbun material tanah longsor, Rabu malam 31 Desember 2025, sehingga sungai tersumbat dan membuat aliran baru ke arah Simpang Pasar Maninjau.

"Akibatnya material banjir bandang berupa lumpur dan berbatuan menimbun badan jalan sekitar 30 meter dan tinggi satu meter. Material tanah longsor menimbun sungai telah dibersihkan dan air sudah mengalir ke sungai tersebut," papar dia.

Muzakar menambahkan, untuk alat berat jenis loader, bekerja membersihkan material yang menimbun jalan provinsi menghubungkan Lubuk Basung, Bukittinggi.

 

Akses Kembali Normal

Alat berat sedang mencari korban yang hilang terdampak banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar). (Antara)

Menurut Muzakar, diprakirakan pembersihan material tersebut selesai dibersihkan dalam beberapa jam ke depan, agar akses kembali normal.

"Kita berharap material segera dibersihkan, sehingga akses kembali normal," kata dia.

Muzakar mengakui jalan provinsi tersebut tidak bisa dilalui kendaraan semenjak Rabu malam 31 Desember 2025 sampai Sabtu (3/1/2026).

Pembersihan material tidak bisa dilakukan, karena material tanah berbatu turun setiap saat dalam kondisi tidak hujan, akibat sungai tersumbat.

"Alat berat setiap hari bekerja membersihkan material. Namun material tanah longsor kembali turun setiap saat, akibat sungai tersumbat," pungkas Muzakar.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) mencatat pengungsi dampak banjir bandang di Muaro Pisang Pasar Maninjau, Nagari atau Desa Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya bertambah menjadi 428 orang.

"Sebelumnya pengungsi hanya 314 orang dan kini bertambah menjadi 428 orang," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Abdul Ghafur di Lubuk Basung, Jumat 2 Desember 2025 melansir Antara.

 

Pengungsi Dampak Banjir Bandang di Maninjau Agam Sumbar jadi 428 Orang

Kondisi rumah di Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) terdampak banjir bandang. (Antara)

Abdul mengatakan, pengungsi sebelumnya tercatat hanya 100 kepala keluarga dan menjadi 160 kepala keluarga setelah banjir terjadi lagi pada Kamis 1 Januari 2025.

Abdul mengatakan, mereka mengungsi di musala, rumah keluarga, fasilitas pemerintahan usai rumahnya mengalami rusak terdampak banjir bandang dan berada di zona merah di sepanjang Sungai Muaro Pisang.

"Ada empat unit rumah, warung tiga unit dan penginapan dua unit yang rusak berat akibat bencana ini," ucap dia.

Abdul mengakui, banjir bandang sudah beberapa kali terjadi melanda Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya dampak meluapnya Sungai Muaro Pisang.

Pada Rabu malam 31 Desember 2025, tebing jalan di Kelok 25 di Jorong Kuo Tigo Koto, Nagari Matua Mudik, Kecamatan Matur mengalami longsor, sehingga sungai tertutup material, mengakibatkan sungai tersumbat.

"Setelah itu, air sungai mencari aliran baru ke arah Simpang Maninjau dan air membawa material lumpur dan bebatuan. Akibatnya empat unit rumah, tiga unit warung dan dua penginapan rusak berat dampak banjir bandang, Rabu malam 31 Desember 2025," kata Abdul.

"Material banjir juga menimbun satu unit jalan, badan jalan provinsi penghubung Lubuk Basung-Bukittinggi sepanjang 30 meter dan tinggi satu meter mengakibatkan jalan putus total," sambung dia.

Abdul menambahkan alat berat sudah mulai membersihkan material menimbun badan jalan pada Jumat pagi (2/1/2026).

"Pantauan dari Kelok 9 menuju Kelok 25 tidak terdapat material longsor yang menutupi aliran Sungai Muaro Pisang," jelas dia.

Infografis Kerugian hingga Korban Banjir Sumatera Per 4 Desember 2025. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya