Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah berhasil melancarkan serangan militer berskala besar terhadap Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya.
"AS telah berhasil melaksanakan sebuah operasi serangan berskala besar terhadap Venezuela. Dalam operasi tersebut, pemimpin Venezuela, Presiden Nicolas Maduro, bersama istrinya, berhasil ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara itu. Operasi ini dilakukan bekerja sama dengan aparat penegak hukum AS. Rincian lebih lanjut akan disampaikan kemudian. Konferensi pers akan diadakan hari ini pukul 11.00 di Mar-a-Lago," tulis Trump di platform Truth Social.
Advertisement
Sebelumnya, Associated Press melaporkan terjadi setidaknya tujuh ledakan di ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu (3/1/2026) pukul 02.00 waktu setempat. Pemerintah Venezuela menyebut AS melancarkan serangan terhadap instalasi militer dan sipil mereka.
"Dengan ini kami sampaikan komunike resmi dari Pemerintah Bolivarian Venezuela terkait agresi militer serius yang baru-baru ini dilakukan oleh Pemerintah AS terhadap wilayah dan rakyat Venezuela," bunyi pernyataan tertulis Kedutaan Besar (Kedubes) Venezuela di Jakarta, yang diterima Liputan6.com.
"Serangan yang tidak dapat dibenarkan ini merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional serta ancaman nyata bagi perdamaian dan stabilitas di Amerika Latin dan kawasan Karibia. Tindakan tersebut adalah bentuk penyerangan terhadap kedaulatan kami dan upaya untuk merebut sumber daya strategis serta melemahkan kemerdekaan bangsa kami."
Kedubes Venezuela menambahkan, "Kami menyerukan kepada seluruh gerakan sosial dan politik untuk bersatu dalam mengecam agresi imperialis ini. Mobilisasi dan solidaritas sangat dibutuhkan pada saat yang krusial ini untuk mempertahankan tanah air, martabat bangsa, serta hak kami untuk menentukan nasib sendiri. Bersama-sama, kita akan melawan dan mengatasi tantangan ini."