Pergantian Direksi BEI, Menkeu Purbaya Beri Masukan Ini

BEI akan melakukan RUPS pada tahun ini dengan salah satu agenda adalah pergantian jajaran manajemen.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 02 Januari 2026, 20:05 WIB
Direksi BEI periode 2022-2026 (Foto: BEI)

Liputan6.com, Jakarta - Pada 2026, BEI dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan salah satu agenda utama berupa pergantian jajaran direksi yang rencananya berlangsung pada Juni 2026.

Menanggapi hal ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya peran jajaran direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terpilih dalam menindak praktik manipulasi atau goreng-menggoreng saham di pasar modal Tanah Air.

“Pokoknya harus bisa mengerti pasar, dan bisa mengembangkan base dari investor retail dan institusi di sini. Dan yang paling penting adalah mereka punya komitmen yang kuat untuk membersihkan pasar dari para penggoreng saham yang kurang bertanggung jawab,” ujar Purbaya kepada wartawan usai Seremoni Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2026 di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (2/1/2025).

Purbaya juga menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa menembus level 10.000 pada 2026. Angka ini bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dicapai pada tahun ini.

Optimisme tersebut tercermin dari pergerakan IHSG yang menguat serta keyakinan pelaku pasar terhadap perbaikan ekonomi ke depan.

“Dibuka, kan tadi naik. Saya pikir memang itu ada optimisme di pasar atau pelaku pasar bahwa kita akan membaik terus ke depan,” ujar Purbaya.

 

Ekonomi Solid

Suasana kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11). Dari 538 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 181 saham menguat, 39 saham melemah, 63 saham stagnan, dan sisanya belum diperdagangkan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menurutnya, pondasi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang semakin solid. Sinkronisasi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Jadi pelaku pasar siap-siap saja. IHSG Tahun ini 10.000. Itu bukan angka yang mustahil dicapai,” tegasnya.

Purbaya juga menyampaikan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik akan menjadi dasar bagi peningkatan kinerja dan keuntungan perusahaan, seiring dengan kebijakan ekonomi yang semakin selaras antara otoritas fiskal dan moneter.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya